Tampilkan postingan dengan label info penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info penyakit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 April 2019

Inilah Penyebab Seseorang Menjadi Pelupa


Apakah akhir akhir ini kamu sering melupakan sesuatu? Misalnya kamu lupa dimana menaruh kunci kendaraan atau lupa dengan nama seseorang. Normalnya, kita memang kerap lupa dengan sesuatu yang menurut kita tidak penting, tetapi hal tersebut bisa dikurangi jika kamu bisa melatih daya ingat agar lebih tajam.

Apa sih yang menyebabkan seseorang menjadi pelupa?

Hilangnya kemampuan daya ingat kebanyakan merupakan sesuatu yang normal. Namun, tidak sedikit pula hal tersebut disebabkan oleh suatu gangguan kesehatan. Beberapa diantaranya bisa dipulihkan menjadi normal, namun beberapanya lagi akan makin memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelupa.

Usia

Mungkin kamu merasakan makin sulit mengingat sesuatu seiring dengan bertambahnya usia. Pada sebagian orang, hal tersebut merupakan sesuatu yang normal. Selama menurunnya daya ingat tersebut tidak sampai menganggu kehidupan sehari hari, kamu tidak perlu berkonsultasi ke dokter.

Gangguan fungsi kognitif 

Gangguan ini ditandai dengan menurunnya kemampuan untuk mengingat sesuatu. Bila dibiarkan, gangguan fungsi kognitif dapat berubah menjadi demensia.

Demensia

Disebut demensia bila penurunan daya ingat sampai menyebabkan seseorang terganggu kehidupan sehari harinya. Gejala awal demensia misalnya sering mengulang ngulang pertanyaan yang sama, lupa dengan beberapa kata yang umum dan lupa dengan daerah yang kerap dikunjungi. Penyakit Alzheimer merupakan salah satu penyebab demensia yang paling sering.

Cidera kepala dan penyakit otak

Benturan pada kepala atau gegar otak dapat menyebabkan masalah pada daya ingat, meskipun tidak sampai menyebabkan penurunan kesadaran. Selain itu, penyakit pada otak seperti infeksi atau tumor juga bisa menyebabkan gangguan pada daya ingat.

Obat obatan dan alkohol

Obat obatan seperti tranquilizer, anti depresi, beberapa obat hipertensi dan obat obatan yang lain dapat berdampak pada daya ingat. Kegemaran mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan gangguan pada daya ingat.

Kekurangan zat gizi tertentu

Makanan yang sehat bergizi seimbang merupakan sesuatu yang sangat penting untuk menyehatkan otak. Gangguan daya ingat bisa terjadi bila seseorang kekurangan vitamin B12. Sebagaimana diketahui, vitamin B12 sangat penting dalam menjaga kesehatan sel sel saraf dan sel sel darah merah.

Stress, kecemasan dan depresi

Beberapa gangguan emosional seperti stress, kecemasan dan depresi dapat menganggu daya ingat. Segala sesuatu yang menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi dapat mempengaruhi kemampuan mengingat sesuatu.

Hipotiroidisme

Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan seseorang menjadi pelupa dan mengalami masalah kognitif yang lain. Hipotiroidisme juga menyebabkan seseorang sulit tidur dan depresi, kondisi ini tentu saja akan memperparah gangguan daya ingatnya.

Gangguan tidur

Otak tidak akan pernah tajam bila kamu kurang tidur. Menurut para ahli, kurang tidur mungkin menjadi penyebab paling sering seseorang menjadi pelupa. Kurang tidur juga bisa menyebabkan gangguan pada mood yang berujung pada kecemasan dan gangguan daya ingat.

Rabu, 07 Maret 2018

Ini Risiko Mengerikan Yang Bisa Terjadi Saat Seseorang Menindik Tubuh

Tindik sangat populer di kalangan usia muda. Mereka memasang tindik bahkan di hampir seluruh bagian tubuh, mulai dari telinga, bibir, pusar, kelopak mata dan lain lain. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang memahami hal hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menindik tubuh.

Salah satu yang paling penting untuk diketahui sebelum menindik tubuh adalah risiko komplikasi yang bisa terjadi. Mengapa bisa terjadi komplikasi? Karena proses penindikan akan melukai tubuh dan perhiasan yang dipasang adalah benda asing yang bisa menimbulkan reaksi penolakan tubuh.

Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi saat seseorang menindik tubuh:

Reaksi alergi

Perhiasan adalah benda asing bagi tubuh sehingga bila ditempelkan pada tubuh dapat menimbulkan reaksi penolakan atau reaksi alergi. Salah satu bahan perhiasan yang kerap menimbulkan reaksi alergi adalah nikel. Gejala reaksi alergi bisa beraneka ragam, mulai dari yang ringan sampai yang berat.

Komplikasi pada mulut

Tindik yang dipasang pada lidah dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi. Selain itu, lidah yang bengkak pasca pemasangan tindik dapat menganggu proses mengunyah dan menelan. Bahkan pada kasus yang berat dapat menganggu pernafasan.

Infeksi pada kulit

Pemasangan tindik pada kulit dapat menyebabkan terjadinya ruam kemerahan, nyeri, bengkak dan luka tindik yang bernanah. Pada kasus yang berat, komplikasi pada kulit dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan keloid.

Penyakit infeksi sistemik

Bila tindik yang ditusukan ke dalam tubuh terkontaminasi virus atau bakteri maka orang yang ditindik dapat mengalami infeksi sistemik. Beberapa penyakit infeksi yang bisa ditularkan saat proses tindik antara lain hepatitis B, hepatitis C, tetanus dan HIV.

Beberapa komplikasi di atas kadang membutuhkan penanganan dokter agar komplikasi yang terjadi tidak bertambah parah dan menganggu aktivitas sehari hari. Untuk itu, segeralah ke dokter bila mengalami salah satu dari komplikasi di atas.

Senin, 08 Januari 2018

12 Gejala Yang Bisa Kamu Alami Saat Kadar Gula Darah Turun

Mungkin kamu pernah mendengar kata hipoglikemia, yap, itu adalah istilah kedokteran untuk rendahnya kadar gula darah. Namun, mungkin sedikit diantara kamu yang paham tentang gejala yang bisa dialami seseorang saat kadar gula darahnya turun.

Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia atau kadar gula darah rendah adalah suatu kondisi yang terjadi saat kadar gula darah seseorang turun di bawah normal. Turunnya kadar gula darah ini tentu saja akan berimbas terhadap berbagai fungsi penting dari tubuh manusia. Sebagaimana diketahui, tubuh membutuhkan gula sebagai bahan bakar sehingga tubuh berusaha mempertahankan kadar gula darah tetap optimal agar tubuh bisa berfungsi secara normal.

Hipoglikemia kerap dialami oleh penderita diabetes yang sedang mengonsumsi obat obatan anti diabetes. Gangguan lain yang bisa menyebabkan hipoglikemia diantaranya pada orang yang kekurangan hormon tertentu, penderita penyakit liver, penyakit ginjal, tumor pankreas dan lain lain. Hipoglikemia juga bisa dialami oleh orang sehat yang sedang berpuasa.

Penurunan kadar gula darah merupakan kondisi serius yang perlu penanganan segera. Ada beberapa gejala penurunan kadar gula darah yang bisa dipakai pedoman sebelum menghubungi tempat pelayanan kesehatan terdekat. Gejala tersebut diantaranya:

  1. Merasa lemah dan gemetaran.
  2. Lesu.
  3. Pusing.
  4. Gelisah.
  5. Mudah marah.
  6. Sakit kepala.
  7. Keringat dingin.
  8. Bicara kacau.
  9. Mata kabur.
  10. Pingsan.
  11. Kejang.
  12. Koma.
Untuk gejala nomor 1 sampai 7 merupakan gejala hipoglikemia ringan yang bisa diatasi di rumah, tetapi untuk gejala nomor 8 sampai 12 adalah gejala hipoglikemia berat yang harus mendapatkan penanganan segera di rumah sakit.

Lalu bagaimana mengatasi hipoglikemia?

Untuk langkah awal mengatasi hipoglikemia saat pasien masih sadar adalah dengan segera minum air gula atau makanan yang manis. Pasien juga bisa diminta untuk menghisap permen. Bila kondisi pasien tidak sadar maka sebaiknya segera dibawa ke tempat tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Sabtu, 30 Desember 2017

Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Anak Anak Dikenalkan Makanan Sehat Sejak Dini

Semakin dini seorang anak dikenalkan dengan makanan sehat maka akan semakin mudah mengubah pola makan mereka ke arah yang lebih sehat. Demikian kurang lebih kesimpulan dari studi terbaru yang dipublikasikan dalam journal Obesity Reviews.

Mengenalkan makanan sehat pada anak anak memang cukup sulit, apalagi makanan tersebut belum pernah mereka makan. Meskipun demikian, para orang tua sebaiknya tidak mudah menyerah.

Hasil studi di atas merupakan kesimpulan dari 40 studi tentang bagaimana perkembangan indera pengecap pada seorang bayi dan anak anak dalam hal pengenalan rasa dari makanan yang sehat seperti buah buahan dan sayur sayuran.

Setelah dilakukan review terhadap 40 studi tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa kebiasaan makan makanan sehat ternyata bisa ditumbuhkan dengan cara memberikan makanan sehat secara terus menerus pada anak anak sejak mereka masih berada di dalam kandungan.

Saat mereka berada di dalam kandungan, rasa yang ada pada makanan ibu akan dirasakan juga oleh bayi yang ada di dalam kandungan. Bila saat hamil, ibunya mengonsumsi makanan sehat maka janin yang ada di dalam kandungan juga ikut merasakan dan terbiasa dengan rasa tersebut. Kesimpulan ini disampaikan oleh Stephanie Anzman-Frasca, pimpinan studi ini yang berasal dari bagian pediatrik, Universitas Buffalo, New York.

Menyusui juga merupakan salah satu cara membiasakan indera pengecap pada bayi untuk merasakan makanan yang sehat. Bila kebiasaan mengonsumsi makanan sehat ini dilanjutkan sampai masa kanak kanak maka lidah mereka akan terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat.

Minggu, 24 Desember 2017

Ada Penyakit Mental Baru Namanya Selfitis. Apa itu?

Mungkin istilah selfitis masih sangat asing di telinga, bukan tanpa sebab karena istilah ini memang baru diperkenalkan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Trent Nottingham, Inggris. Selfitis sendiri adalah perilaku mental yang mendorong seseorang untuk terobsesi membuat foto selfi. Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam International Journal of Mental Health Addiction.

Menurut para peneliti, penderita selfitis menggunakan foto selfie untuk meningkatkan kepercayaan diri atau mood sekaligus motivasi untuk bersaing dalam persaingan kehidupan sosial. Membuat foto selfie cenderung membuat seseorang ketagihan terutama pada mereka yang telah menderita masalah mental sebelumnya seperti orang yang kurang percaya diri.

Dalam pembuktiannya, para peneliti ini menggunakan data yang berasal dari India, negara dengan jumlah kematian akibat selfie terbesar di dunia. Sebanyak 200 orang partisipan dinilai kebiasaan selfie-nya lalu dihubungkan dengan enam tipe kepribadian orang orang tersebut seperti orang yang mencoba menarik perhatian, orang yang suka mengingat momen tertentu dan lain lain.

Setelah dilakukan analisa data diperoleh kesimpulan, 34 persen partisipan digolongkan ke dalam kelompok berisiko mengalami selfitis, 40,5 persen menderita selfitis akut dan 25,5 persen menderita selfitis kronis. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah laki laki yang menderita selfitis sebanyak 57,5 persen, sementara untuk perempuan sebanyak 42,5 persen. Sedangkan untuk golongan usia, mereka yang berusia antara 16 sampai 20 tahun termasuk golongan usia yang paling mudah menderita selfitis. Untuk kebiasaan selfie, 9 persen melakukan selfie lebih dari 8 kali sehari dan 25 persen diantaranya membagi tiga gambar selfie ke media sosial setiap hari.

Kedepannya, para peneliti berencana melakukan studi yang sama di negara negara dengan faktor geografis yang berbeda dengan India. Mereka berharap nantinya, hasil studi bisa digunakan untuk menjawab fenomena selfie di kalangan orang orang di seluruh dunia.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah kamu juga penderita selfitis?

Kamis, 21 Desember 2017

Rutin Mengonsumsi Makanan Ini Membuat Otak Lebih Muda 11 Tahun

Kemampuan kognitif seseorang memang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Namun menurut sebuah studi terbaru, mengonsumsi sayuran hijau secara rutin dapat mempertahankan kemampuan otak dalam berpikir dan mengingat meskipun usia bertambah tua. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Rush, Chicago, Amerika Serikat ini dipublikasikan dalam jurnal the American Academy of Neurology.

Menurut Martha Clare Morris, ScD, salah seorang peneliti yang terlibat dalam studi ini, tambahan seporsi sayuran hijau pada menu makanan sehari hari merupakan cara termudah untuk menyehatkan otak. Manfaat sayuran hijau untuk kesehatan otak juga terjadi pada mereka yang telah menderita penyakit demensia sehingga sayuran hijau bisa menjadi pilihan strategi baru dalam pengobatan demensia.

Lebih jauh dalam studi ini disebutkan, mereka yang secara rutin mengonsumsi seporsi sayuran hijau memiliki angka penurunan kemampuan mengingat yang lebih kecil bila dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi sayuran hijau. Hebatnya lagi, orang usia lanjut yang rutin mengonsumsi sayuran hijau memiliki kemampuan kognitif yang 11 tahun lebih muda bila dibandingkan dengan teman teman seusia mereka yang jarang mengonsumsi sayuran hijau.

Untuk meningkatkan validitas studi, beberapa faktor yang mempengaruhi hasil studi seperti makanan laut, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kegemukan, tingkat pendidikan, aktivitas fisik dan aktivitas kognitif, ikut diperhitungkan.

Meskipun studi ini gagal menyimpulkan bahwa sayuran hijau dapat memperlambat penuaan otak, namun hubungan antara sayuran hijau dengan kesehatan otak ditemukan sangat signifikan.

Nah, bagi kamu yang masih ogah makan sayur, silakan pertimbangkan lagi keogahanmu itu agar otakmu tetap tajam dan tidak mudah lupa.

6 Fakta Tentang Hepatitis A Yang Wajib Kamu Ketahui

Mendengar kata hepatitis, pikiran kita akan selalu tertuju ke penyakit hepatitis B yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Memang sih, hepatitis B masih menjadi momok yang menakutkan karena pengobatan yang efektif masih belum ada dan penyakit ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang berujung pada kematian.

Sebenarnya penyakit hepatitis atau peradangan pada hati/liver bisa disebabkan oleh banyak hal. Selain virus hepatitis, penyakit hepatitis juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat obatan yang sifatnya hepatotoksik, minum minuman beralkohol, dan hal hal lain yang menganggu kondisi liver.

Virus hepatitis sendiri ada berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan jenis virus dan cara penularannya. Beberapa jenis virus hepatitis yang cukup banyak penderitanya adalah virus hepatitis A, virus hepatitis B dan virus hepatitis C.

Bila virus hepatitis B dan C berisiko menyebabkan penyakit hepatitis kronis maka khusus untuk virus hepatitis A bisa menyebabkan apa yang disebut dengan penyakit hepatitis akut. Kali ini saya akan mengungkap 6 fakta tentang penyakit hepatitis A yang wajib kamu ketahui.

1. Hepatitis A bukan ditularkan melalui hubungan intim

Hepatitis A merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi virus hepatitis A. Mengapa makanan atau air tersebut bisa mengandung virus hepatitis A? Karena makanan atau air tersebut terkontaminasi oleh tinja penderita penyakit hepatitis A. Penularan penyakit seperti ini disebut dengan penularan fecal-oral.

2. Banyak diderita oleh para traveller

Penyakit hepatitis A merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh para traveller atau mereka yang suka bepergian ke tempat tempat wisata. Hal ini terjadi terutama bila bepergian ke tempat tempat yang kondisi sanitasinya buruk. Untuk itu, saat bepergian sebaiknya berhati hati dalam memilih tempat makan dan minum.

3. Sudah tersedia vaksin hepatitis A

Saat ini telah tersedia vaksin yang dapat melindungi seseorang dari infeksi hepatitis A sampai 100 persen. Vaksin yang disuntikan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 6 bulan ini telah efektif bekerja setelah disuntikan dan diperkirakan memberi perlindungan sampai dengan 20 tahun.

4. Kadang tanpa gejala

Dengan masa inkubasi yang cukup lama yakni antara 15 sampai 50 hari, seseorang yang terinfeksi virus hepatitis A kadang tidak merasakan gejala yang berarti. Ironisnya, meski tidak mengalami gejala apa apa, mereka yang di dalam tubuhnya sudah terdapat virus hepatitis A akan dapat menularkan penyakit tersebut ke orang lain. Tanpa adanya gejala ini menyebabkan penderita hepatitis A tidak menyadari dirinya terinfeksi hepatitis A.

5. Diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan darah

Selain melalui pemeriksaan fisik dengan melihat gejala yang muncul, mendiagnosa penyakit hepatitis A harus dilakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya antibodi terhada virus hepatitis A. Pemeriksaan darah ini juga penting untuk mereka yang tidak merasakan gejala penyakit hepatitis A, namun sebelumnya memiliki riwayat bepergian ke tempat tempat yang bersanitasi buruk.

6. Bisa sembuh sendiri 

Sampai saat ini pengobatan spesifik untuk penyakit hepatitis A belum ada. Untungnya, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Penyakit hepatitis A akan sembuh dalam 2 bulan dan liver akan sembuh total dalam 6 bulan.