Tampilkan postingan dengan label info penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info penyakit. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juli 2019

Wajib Baca! Ini Penyebab Sirkulasi Darah Tidak Lancar

gangguan sirkulasi darah

Agar organ tubuh dapat berfungsi secara optimal, kebutuhan oksigen dan zat zat gizi harus terpenuhi dengan baik. Sistem tubuh yang bertugas mengatur asupan oksigen dan zat gizi ke seluruh organ tubuh adalah sistem sirkulasi darah.

Sirkulasi darah tidak lancar akan mengakibatkan efek pada berbagai organ dan jaringan. Seharusnya anda jelas penyebab-penyebab yang bisa bikin rotasi darah tidak lancar, supaya dapat menghindarinya.

Ada sejumlah penyakit yang dapat bikin rotasi darah berubah menjadi tidak lancar, yakni:

1. Diabetes

Diabetes akan menambah kadar gula dalam darah, resiko periode panjang dari penyakit ini akan bikin rotasi darah di badan berubah menjadi tidak baik. Satu diantaranya bisa menyebabkan rasa kram atau ngilu di kaki, betis, paha, atau pantat. Kram itu biasanya akan bertambah parah disaat Anda melakukan aktivitas fisik.

2. Peripheral artery disease (PAD)

Penyakit arteri perifer dipicu oleh tumpukan lemak dalam dinding arteri perifer pada kaki. Oleh karena itu, arteri berubah menjadi sempit dan saluran darah ke otot- otot kaki berubah menjadi menyusut. Penyakit dapat menyebabkan timbulnya keluhan ngilu enteng hingga sampai berat dan biasanya akan menyusut disaat istirahat.

Penyakit arteri perifer riskan terjadi pada seorang lansia, perokok, orang yang mengalami penyakit seperti sindrom metabolik, jantung koroner, kolesterol tinggi, stroke, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

3. Vena varikosa

Keadaan ini dikenal sebagai varises. Varises terjadi disaat katup kecil dalam pembuluh darah vena tidak memiliki fungsi secara benar.

Pembuluh darah vena memiliki katup kecil yang teratur buka dan tutup untuk mengawasi saluran darah tetap lancar. Kalau katup itu rusak atau melemah, karena itu saluran darah berubah menjadi tidak lancar dan bergabung di pembuluh darah vena. Soal ini akan menyebabkan pembengkakan pembuluh darah vena itu.

4. Penyakit Raynaud

Pada penyakit Raynaud, pembuluh darah akan menyempit disaat badan kedinginan atau mengalami depresi. Oleh karena itu, rotasi darah berubah menjadi tidak lancar.

Gara-gara rotasi yang tidak lancar kulit bisa menjadi pucat dan biru. Pasien penyakit Raynaud pula riskan mengalami cedera dan kematian jaringan pada wilayah yang mengalami masalah rotasi.

Jangan kira sepele keadaan rotasi darah tidak lancar. Kalau Anda seringkali merasakan gejala-gejala rotasi darah tidak lancar, segera periksakan diri ke dokter untuk jelas dikarenakan dan mendapatkan penyembuhan yang sesuai

Senin, 22 Juli 2019

6 Masalah Kulit Yang Kerap Dialami Wanita Hamil


Hamil dan memiliki anak merupakan anugerah yang paling didambakan oleh mereka yang telah berkeluarga. Kehamilan merupakan salah satu tahapan kehidupan yang harus dilalui oleh seorang wanita. Disamping membahagiakan, proses kehamilan juga menyebabkan terjadinya perubahan perubahan pada tubuh, salah satunya pada kulit.

Setiap wanita tahu bahwa tubuh mereka akan berubah selama kehamilan, termasuk kebiasaan makan, pola tidur dan juga kulit Anda. Meski sebagian besar perubahan di kulit selama hamil tidak berbahaya, bagi wanita masalah pada kulit bisa sangat mengganggu penampilannya.

Berikut beberapa perubahan yang dapat terjadi pada kulit seorng wanita saat dia hamil:

1. Pembuluh darah vena yang kelihatan

Perubahan pembuluh darah selama kehamilan telah dikaitkan dengan variasi kadar hormon estrogen dan progesteron, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kulit. Masalah umum yang dihasilkan seperti kemerahan pada telapak tangan yang terjadi pada 70 persen wanita hamil.

2. Varises selama kehamilan

Pembesaran pembuluh darah ini biasanya terjadi di kaki Anda karena tekanan yang meningkat di daerah panggul membuat darah lebih sulit untuk kembali ke seluruh tubuh. Di saat yang sama, hormon progesteron kehamilan akan menyebabkan dinding pembuluh darah Anda rileks sehingga membengkak dan menjadi lebih terlihat.

3. Jerawat selama kehamilan

Peningkatan hormon androgen dapat menyebabkan kelenjar di kulit menghasilkan lebih banyak sebum yang pada gilirannya akan membuat kulit berjerawat. Perawatan medis untuk jerawat selama kehamilan bisa sulit karena banyak obat tidak dapat digunakan akibat bahan kimia di dalamnya.

4. Pigmentasi selama kehamilan

Banyak waita hamil melihat adanya peningkatan pigmentasi pada kulitnya, terutama wanita dengan jenis kulit yang lebih gelap. Ini disebabkan peningkatan kadar estrogen, progesteron dan hormon lain yang merangsang sel pigmen.

Wanita hamil biasanya akan mendapati area yang sudah berpigmen seperti puting dan perut yang menjadi lebih gelap selama hamil. Biasanya, pigmentasi ini akan terus ada setelah melahirkan.

Selain di bagian kulit yang berpigmen, 70 persen wanita akan mengalami melasma selama kehamilan. Bintik-bintik gelap ini umumnya akan muncul di dahi dan pipi karena peningkatan pigmentasi terkait hormon.

5. Kulit gatal selama hamil

Kulit gatal selama hamil paling sering karena eksaserbasi kelainan kulit yang mendasarinya yaitu seperti eksem atau psoriasis. Sebagian wanita akan menderita gatal yang parah di seluruh tubuh terutama di telapak tangan dan kaki akibat obstretic choestasis.

6. Stretchmark selama hamil

Stretchmark atau garis-garis merah muda atau ungu yang muncul di bagian perut disebabkan oleh peningkatan tiba-tiba dalam ukuran dan peregangan kulit. Ini juga cara tubuh mengatasi dan berkembang untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh. Stretchmark bisa terjadi karena faktor usia, riwayat keluarga dan peningkatan berat badan.

Sabtu, 06 April 2019

Inilah Penyebab Seseorang Menjadi Pelupa


Apakah akhir akhir ini kamu sering melupakan sesuatu? Misalnya kamu lupa dimana menaruh kunci kendaraan atau lupa dengan nama seseorang. Normalnya, kita memang kerap lupa dengan sesuatu yang menurut kita tidak penting, tetapi hal tersebut bisa dikurangi jika kamu bisa melatih daya ingat agar lebih tajam.

Apa sih yang menyebabkan seseorang menjadi pelupa?

Hilangnya kemampuan daya ingat kebanyakan merupakan sesuatu yang normal. Namun, tidak sedikit pula hal tersebut disebabkan oleh suatu gangguan kesehatan. Beberapa diantaranya bisa dipulihkan menjadi normal, namun beberapanya lagi akan makin memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang menjadi pelupa.

Usia

Mungkin kamu merasakan makin sulit mengingat sesuatu seiring dengan bertambahnya usia. Pada sebagian orang, hal tersebut merupakan sesuatu yang normal. Selama menurunnya daya ingat tersebut tidak sampai menganggu kehidupan sehari hari, kamu tidak perlu berkonsultasi ke dokter.

Gangguan fungsi kognitif 

Gangguan ini ditandai dengan menurunnya kemampuan untuk mengingat sesuatu. Bila dibiarkan, gangguan fungsi kognitif dapat berubah menjadi demensia.

Demensia

Disebut demensia bila penurunan daya ingat sampai menyebabkan seseorang terganggu kehidupan sehari harinya. Gejala awal demensia misalnya sering mengulang ngulang pertanyaan yang sama, lupa dengan beberapa kata yang umum dan lupa dengan daerah yang kerap dikunjungi. Penyakit Alzheimer merupakan salah satu penyebab demensia yang paling sering.

Cidera kepala dan penyakit otak

Benturan pada kepala atau gegar otak dapat menyebabkan masalah pada daya ingat, meskipun tidak sampai menyebabkan penurunan kesadaran. Selain itu, penyakit pada otak seperti infeksi atau tumor juga bisa menyebabkan gangguan pada daya ingat.

Obat obatan dan alkohol

Obat obatan seperti tranquilizer, anti depresi, beberapa obat hipertensi dan obat obatan yang lain dapat berdampak pada daya ingat. Kegemaran mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan gangguan pada daya ingat.

Kekurangan zat gizi tertentu

Makanan yang sehat bergizi seimbang merupakan sesuatu yang sangat penting untuk menyehatkan otak. Gangguan daya ingat bisa terjadi bila seseorang kekurangan vitamin B12. Sebagaimana diketahui, vitamin B12 sangat penting dalam menjaga kesehatan sel sel saraf dan sel sel darah merah.

Stress, kecemasan dan depresi

Beberapa gangguan emosional seperti stress, kecemasan dan depresi dapat menganggu daya ingat. Segala sesuatu yang menyebabkan seseorang sulit berkonsentrasi dapat mempengaruhi kemampuan mengingat sesuatu.

Hipotiroidisme

Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan seseorang menjadi pelupa dan mengalami masalah kognitif yang lain. Hipotiroidisme juga menyebabkan seseorang sulit tidur dan depresi, kondisi ini tentu saja akan memperparah gangguan daya ingatnya.

Gangguan tidur

Otak tidak akan pernah tajam bila kamu kurang tidur. Menurut para ahli, kurang tidur mungkin menjadi penyebab paling sering seseorang menjadi pelupa. Kurang tidur juga bisa menyebabkan gangguan pada mood yang berujung pada kecemasan dan gangguan daya ingat.

Rabu, 07 Maret 2018

Ini Risiko Mengerikan Yang Bisa Terjadi Saat Seseorang Menindik Tubuh

Tindik sangat populer di kalangan usia muda. Mereka memasang tindik bahkan di hampir seluruh bagian tubuh, mulai dari telinga, bibir, pusar, kelopak mata dan lain lain. Sayangnya, hanya sedikit dari mereka yang memahami hal hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk menindik tubuh.

Salah satu yang paling penting untuk diketahui sebelum menindik tubuh adalah risiko komplikasi yang bisa terjadi. Mengapa bisa terjadi komplikasi? Karena proses penindikan akan melukai tubuh dan perhiasan yang dipasang adalah benda asing yang bisa menimbulkan reaksi penolakan tubuh.

Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi saat seseorang menindik tubuh:

Reaksi alergi

Perhiasan adalah benda asing bagi tubuh sehingga bila ditempelkan pada tubuh dapat menimbulkan reaksi penolakan atau reaksi alergi. Salah satu bahan perhiasan yang kerap menimbulkan reaksi alergi adalah nikel. Gejala reaksi alergi bisa beraneka ragam, mulai dari yang ringan sampai yang berat.

Komplikasi pada mulut

Tindik yang dipasang pada lidah dapat menyebabkan kerusakan pada gigi dan gusi. Selain itu, lidah yang bengkak pasca pemasangan tindik dapat menganggu proses mengunyah dan menelan. Bahkan pada kasus yang berat dapat menganggu pernafasan.

Infeksi pada kulit

Pemasangan tindik pada kulit dapat menyebabkan terjadinya ruam kemerahan, nyeri, bengkak dan luka tindik yang bernanah. Pada kasus yang berat, komplikasi pada kulit dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan keloid.

Penyakit infeksi sistemik

Bila tindik yang ditusukan ke dalam tubuh terkontaminasi virus atau bakteri maka orang yang ditindik dapat mengalami infeksi sistemik. Beberapa penyakit infeksi yang bisa ditularkan saat proses tindik antara lain hepatitis B, hepatitis C, tetanus dan HIV.

Beberapa komplikasi di atas kadang membutuhkan penanganan dokter agar komplikasi yang terjadi tidak bertambah parah dan menganggu aktivitas sehari hari. Untuk itu, segeralah ke dokter bila mengalami salah satu dari komplikasi di atas.

Senin, 08 Januari 2018

12 Gejala Yang Bisa Kamu Alami Saat Kadar Gula Darah Turun

Mungkin kamu pernah mendengar kata hipoglikemia, yap, itu adalah istilah kedokteran untuk rendahnya kadar gula darah. Namun, mungkin sedikit diantara kamu yang paham tentang gejala yang bisa dialami seseorang saat kadar gula darahnya turun.

Apa itu hipoglikemia?

Hipoglikemia atau kadar gula darah rendah adalah suatu kondisi yang terjadi saat kadar gula darah seseorang turun di bawah normal. Turunnya kadar gula darah ini tentu saja akan berimbas terhadap berbagai fungsi penting dari tubuh manusia. Sebagaimana diketahui, tubuh membutuhkan gula sebagai bahan bakar sehingga tubuh berusaha mempertahankan kadar gula darah tetap optimal agar tubuh bisa berfungsi secara normal.

Hipoglikemia kerap dialami oleh penderita diabetes yang sedang mengonsumsi obat obatan anti diabetes. Gangguan lain yang bisa menyebabkan hipoglikemia diantaranya pada orang yang kekurangan hormon tertentu, penderita penyakit liver, penyakit ginjal, tumor pankreas dan lain lain. Hipoglikemia juga bisa dialami oleh orang sehat yang sedang berpuasa.

Penurunan kadar gula darah merupakan kondisi serius yang perlu penanganan segera. Ada beberapa gejala penurunan kadar gula darah yang bisa dipakai pedoman sebelum menghubungi tempat pelayanan kesehatan terdekat. Gejala tersebut diantaranya:

  1. Merasa lemah dan gemetaran.
  2. Lesu.
  3. Pusing.
  4. Gelisah.
  5. Mudah marah.
  6. Sakit kepala.
  7. Keringat dingin.
  8. Bicara kacau.
  9. Mata kabur.
  10. Pingsan.
  11. Kejang.
  12. Koma.
Untuk gejala nomor 1 sampai 7 merupakan gejala hipoglikemia ringan yang bisa diatasi di rumah, tetapi untuk gejala nomor 8 sampai 12 adalah gejala hipoglikemia berat yang harus mendapatkan penanganan segera di rumah sakit.

Lalu bagaimana mengatasi hipoglikemia?

Untuk langkah awal mengatasi hipoglikemia saat pasien masih sadar adalah dengan segera minum air gula atau makanan yang manis. Pasien juga bisa diminta untuk menghisap permen. Bila kondisi pasien tidak sadar maka sebaiknya segera dibawa ke tempat tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Sabtu, 30 Desember 2017

Ini Alasan Mengapa Sebaiknya Anak Anak Dikenalkan Makanan Sehat Sejak Dini

Semakin dini seorang anak dikenalkan dengan makanan sehat maka akan semakin mudah mengubah pola makan mereka ke arah yang lebih sehat. Demikian kurang lebih kesimpulan dari studi terbaru yang dipublikasikan dalam journal Obesity Reviews.

Mengenalkan makanan sehat pada anak anak memang cukup sulit, apalagi makanan tersebut belum pernah mereka makan. Meskipun demikian, para orang tua sebaiknya tidak mudah menyerah.

Hasil studi di atas merupakan kesimpulan dari 40 studi tentang bagaimana perkembangan indera pengecap pada seorang bayi dan anak anak dalam hal pengenalan rasa dari makanan yang sehat seperti buah buahan dan sayur sayuran.

Setelah dilakukan review terhadap 40 studi tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa kebiasaan makan makanan sehat ternyata bisa ditumbuhkan dengan cara memberikan makanan sehat secara terus menerus pada anak anak sejak mereka masih berada di dalam kandungan.

Saat mereka berada di dalam kandungan, rasa yang ada pada makanan ibu akan dirasakan juga oleh bayi yang ada di dalam kandungan. Bila saat hamil, ibunya mengonsumsi makanan sehat maka janin yang ada di dalam kandungan juga ikut merasakan dan terbiasa dengan rasa tersebut. Kesimpulan ini disampaikan oleh Stephanie Anzman-Frasca, pimpinan studi ini yang berasal dari bagian pediatrik, Universitas Buffalo, New York.

Menyusui juga merupakan salah satu cara membiasakan indera pengecap pada bayi untuk merasakan makanan yang sehat. Bila kebiasaan mengonsumsi makanan sehat ini dilanjutkan sampai masa kanak kanak maka lidah mereka akan terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat.

Minggu, 24 Desember 2017

Ada Penyakit Mental Baru Namanya Selfitis. Apa itu?

Mungkin istilah selfitis masih sangat asing di telinga, bukan tanpa sebab karena istilah ini memang baru diperkenalkan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Trent Nottingham, Inggris. Selfitis sendiri adalah perilaku mental yang mendorong seseorang untuk terobsesi membuat foto selfi. Temuan ini kemudian dipublikasikan dalam International Journal of Mental Health Addiction.

Menurut para peneliti, penderita selfitis menggunakan foto selfie untuk meningkatkan kepercayaan diri atau mood sekaligus motivasi untuk bersaing dalam persaingan kehidupan sosial. Membuat foto selfie cenderung membuat seseorang ketagihan terutama pada mereka yang telah menderita masalah mental sebelumnya seperti orang yang kurang percaya diri.

Dalam pembuktiannya, para peneliti ini menggunakan data yang berasal dari India, negara dengan jumlah kematian akibat selfie terbesar di dunia. Sebanyak 200 orang partisipan dinilai kebiasaan selfie-nya lalu dihubungkan dengan enam tipe kepribadian orang orang tersebut seperti orang yang mencoba menarik perhatian, orang yang suka mengingat momen tertentu dan lain lain.

Setelah dilakukan analisa data diperoleh kesimpulan, 34 persen partisipan digolongkan ke dalam kelompok berisiko mengalami selfitis, 40,5 persen menderita selfitis akut dan 25,5 persen menderita selfitis kronis. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah laki laki yang menderita selfitis sebanyak 57,5 persen, sementara untuk perempuan sebanyak 42,5 persen. Sedangkan untuk golongan usia, mereka yang berusia antara 16 sampai 20 tahun termasuk golongan usia yang paling mudah menderita selfitis. Untuk kebiasaan selfie, 9 persen melakukan selfie lebih dari 8 kali sehari dan 25 persen diantaranya membagi tiga gambar selfie ke media sosial setiap hari.

Kedepannya, para peneliti berencana melakukan studi yang sama di negara negara dengan faktor geografis yang berbeda dengan India. Mereka berharap nantinya, hasil studi bisa digunakan untuk menjawab fenomena selfie di kalangan orang orang di seluruh dunia.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah kamu juga penderita selfitis?

Kamis, 21 Desember 2017

Rutin Mengonsumsi Makanan Ini Membuat Otak Lebih Muda 11 Tahun

Kemampuan kognitif seseorang memang akan menurun seiring dengan bertambahnya usia. Namun menurut sebuah studi terbaru, mengonsumsi sayuran hijau secara rutin dapat mempertahankan kemampuan otak dalam berpikir dan mengingat meskipun usia bertambah tua. Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Rush, Chicago, Amerika Serikat ini dipublikasikan dalam jurnal the American Academy of Neurology.

Menurut Martha Clare Morris, ScD, salah seorang peneliti yang terlibat dalam studi ini, tambahan seporsi sayuran hijau pada menu makanan sehari hari merupakan cara termudah untuk menyehatkan otak. Manfaat sayuran hijau untuk kesehatan otak juga terjadi pada mereka yang telah menderita penyakit demensia sehingga sayuran hijau bisa menjadi pilihan strategi baru dalam pengobatan demensia.

Lebih jauh dalam studi ini disebutkan, mereka yang secara rutin mengonsumsi seporsi sayuran hijau memiliki angka penurunan kemampuan mengingat yang lebih kecil bila dibandingkan dengan mereka yang jarang mengonsumsi sayuran hijau. Hebatnya lagi, orang usia lanjut yang rutin mengonsumsi sayuran hijau memiliki kemampuan kognitif yang 11 tahun lebih muda bila dibandingkan dengan teman teman seusia mereka yang jarang mengonsumsi sayuran hijau.

Untuk meningkatkan validitas studi, beberapa faktor yang mempengaruhi hasil studi seperti makanan laut, konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kegemukan, tingkat pendidikan, aktivitas fisik dan aktivitas kognitif, ikut diperhitungkan.

Meskipun studi ini gagal menyimpulkan bahwa sayuran hijau dapat memperlambat penuaan otak, namun hubungan antara sayuran hijau dengan kesehatan otak ditemukan sangat signifikan.

Nah, bagi kamu yang masih ogah makan sayur, silakan pertimbangkan lagi keogahanmu itu agar otakmu tetap tajam dan tidak mudah lupa.

6 Fakta Tentang Hepatitis A Yang Wajib Kamu Ketahui

Mendengar kata hepatitis, pikiran kita akan selalu tertuju ke penyakit hepatitis B yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Memang sih, hepatitis B masih menjadi momok yang menakutkan karena pengobatan yang efektif masih belum ada dan penyakit ini dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius yang berujung pada kematian.

Sebenarnya penyakit hepatitis atau peradangan pada hati/liver bisa disebabkan oleh banyak hal. Selain virus hepatitis, penyakit hepatitis juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat obatan yang sifatnya hepatotoksik, minum minuman beralkohol, dan hal hal lain yang menganggu kondisi liver.

Virus hepatitis sendiri ada berbagai macam jenis yang dibedakan berdasarkan jenis virus dan cara penularannya. Beberapa jenis virus hepatitis yang cukup banyak penderitanya adalah virus hepatitis A, virus hepatitis B dan virus hepatitis C.

Bila virus hepatitis B dan C berisiko menyebabkan penyakit hepatitis kronis maka khusus untuk virus hepatitis A bisa menyebabkan apa yang disebut dengan penyakit hepatitis akut. Kali ini saya akan mengungkap 6 fakta tentang penyakit hepatitis A yang wajib kamu ketahui.

1. Hepatitis A bukan ditularkan melalui hubungan intim

Hepatitis A merupakan penyakit yang ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi virus hepatitis A. Mengapa makanan atau air tersebut bisa mengandung virus hepatitis A? Karena makanan atau air tersebut terkontaminasi oleh tinja penderita penyakit hepatitis A. Penularan penyakit seperti ini disebut dengan penularan fecal-oral.

2. Banyak diderita oleh para traveller

Penyakit hepatitis A merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh para traveller atau mereka yang suka bepergian ke tempat tempat wisata. Hal ini terjadi terutama bila bepergian ke tempat tempat yang kondisi sanitasinya buruk. Untuk itu, saat bepergian sebaiknya berhati hati dalam memilih tempat makan dan minum.

3. Sudah tersedia vaksin hepatitis A

Saat ini telah tersedia vaksin yang dapat melindungi seseorang dari infeksi hepatitis A sampai 100 persen. Vaksin yang disuntikan sebanyak dua kali dalam rentang waktu 6 bulan ini telah efektif bekerja setelah disuntikan dan diperkirakan memberi perlindungan sampai dengan 20 tahun.

4. Kadang tanpa gejala

Dengan masa inkubasi yang cukup lama yakni antara 15 sampai 50 hari, seseorang yang terinfeksi virus hepatitis A kadang tidak merasakan gejala yang berarti. Ironisnya, meski tidak mengalami gejala apa apa, mereka yang di dalam tubuhnya sudah terdapat virus hepatitis A akan dapat menularkan penyakit tersebut ke orang lain. Tanpa adanya gejala ini menyebabkan penderita hepatitis A tidak menyadari dirinya terinfeksi hepatitis A.

5. Diagnosa dilakukan dengan pemeriksaan darah

Selain melalui pemeriksaan fisik dengan melihat gejala yang muncul, mendiagnosa penyakit hepatitis A harus dilakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya antibodi terhada virus hepatitis A. Pemeriksaan darah ini juga penting untuk mereka yang tidak merasakan gejala penyakit hepatitis A, namun sebelumnya memiliki riwayat bepergian ke tempat tempat yang bersanitasi buruk.

6. Bisa sembuh sendiri 

Sampai saat ini pengobatan spesifik untuk penyakit hepatitis A belum ada. Untungnya, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Penyakit hepatitis A akan sembuh dalam 2 bulan dan liver akan sembuh total dalam 6 bulan. 

Kamis, 30 November 2017

Waspadalah, Ini 9 Gejala Batu Ginjal Yang Tidak Boleh Diabaikan

Batu ginjal adalah salah satu penyakit yang bisa menyerang ginjal. Disebut batu ginjal karena pembentukan batu terjadi pada ginjal. Batu ginjal sendiri ada yang lunak, ada pula yang keras. Demikian pula dengan ukurannya, ada yang kecil seperti butiran pasir, ada pula yang besar seperti bola golf.

Batu ginjal yang ukurannya kecil biasanya akan keluar sendiri bersama urine, sedangkan yang ukurannya besar, dapat menimbulkan masalah pada ginjal. Keluhan yang kerap dialami pasien adalah rasa sakit yang luar biasa.

Batu ginjal terbentuk dari akumulasi garam dan mineral yang terkandung di dalam urine. Hal ini terjadi karena urine terlalu pekat sehingga garam dan mineral ini mengendap dan terakumulasi di dalam ginjal.

Terdapat empat jenis batu ginjal, diantaranya:
  1. Batu kalsium
  2. Batu asam urat
  3. Batu struvite
  4. Batu sistine.
Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang lebih mudah menderita batu ginjal. Faktor risiko tersebut antara lain, kurang minum sehingga konsentrasi urine yang ada pada ginjal menjadi lebih pekat, kegemukan, makan makanan yang mengandung asam urat secara berlebihan dan penyakit penyakit tertentu seperti diabetes melitus.

Lalu apa gejala seseorang yang menderita batu ginjal?

Batu ginjal ukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala karena bisa keluar sendiri melalui saluran kemih bersama urine. Berbeda halnya bila ukuran batu ginjal lebih besar, batu ini bisa tetap berada di dalam ginjal sehingga menimbulkan gejala pada ginjal, atau tersangkut di dalam saluran kemih sehingga menimbulkan gejala pada saluran kemih tersebut.

Jadi kesimpulannya, gejala yang muncul saat seseorang menderita batu ginjal diantaranya:
  1. Nyeri pada punggung bagian belakang, tepatnya di bawah tulang rusuk bagian belakang yang menjalar ke perut bagian depan dan bawah.
  2. Mual.
  3. Muntah.
  4. Urine berwarna merah muda, merah atau cokelat darah.
  5. Keinginan kencing lebih sering.
  6. Kencing keluar sedikit sedikit atau tidak tuntas.
  7. Rasa sakit atau panas saat kencing.
  8. Demam.
  9. Menggigil.
Gejala di atas memang mirip dengan gejala infeksi saluran kemih sehingga butuh bantuan dokter untuk membedakannya. Bila kamu mengalami gejala di atas, sebaiknya segera ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan.