Mengapa Tidur Itu Penting?

Daftar Isi: [Lihat]
tidur nyenyak

Tidur memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Apa yang kamu rasakan sehari hari sangat dipengaruhi oleh kualitas tidurmu sebelumnya. Saat tidur, tubuh memiliki kesempatan memperbaiki diri guna menjaga fungsi otak tetap optimal guna mendukung kesehatan fisik secara umum.

Pada anak anak dan remaja, tidur yang berkualitas sangat penting bagi proses tumbuh kembang. Gangguan tidur yang berlangsung lama akan meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang.

Kualitas tidur akan mempengaruhi proses fikir, kecepatan bereaksi, kemampuan bekerja, proses belajar dan bersosialisasi.

Berikut sekilas bagaimana tidur dapat mempengaruhi sistem pada tubuh:

Sistem kardiovaskuler

Saat tidur dan memasuki fase tidur non-REM, tekanan darah dan frekuensi detak jantung akan menurun. Selama tidur, sistem parasimpatis memegang peranan utama dalam pengendalian berbagai proses yang ada di dalam tubuh. Pada jantung, peningkatan peranan parasimpatis akan menyebabkan jantung tidak bekerja sekeras saat terjaga.

Saat fase tidur REM, sistem parasimpatis akan digantikan oleh sistem simpatis. Efeknya, detak jantung dan tekanan darah meningkat sama seperti saat terjaga. Peningkatan tekanan darah dan detak jantung yang terlalu tajam saat bangun tidur telah dikaitkan dengan adanya gangguan jantung.

Bagaimana dengan pengaruh kurang tidur terhadap jantung dan pembuluh darah?

Mereka yang kurang tidur memiliki risiko tinggi mengalami:
  • Penyakit jantung koroner
  • Tekanan darah tinggi
  • Kegemukan
  • Stroke
Hormon dan tidur

Tubuh memproduksi hormon dalam jumlah yang berbeda setiap harinya. Artinya, pada saat saat tertentu, hormon yang diproduksi banyak, pada saat yang lain, hormon diproduksi sedikit. Perbedaan ini dipengaruhi oleh irama sirkadian tubuh.

Di pagi hari, tubuh banyak melepaskan hormon yang berhubungan dengan peningkatan kewaspadaan seperti kortisol. Pada anak anak, hormon hormon seperti testosteron, estrogen dan progesteron banyak diproduksi di malam hari.

Metabolisme dan tidur

Metabolisme ini berhubungan dengan pemecahan lemak dan proses ini juga dipengaruhi oleh jam sirkadian tubuh. Artinya, jam sirkadian bisa memastikan kapan waktu yang terbaik bagi liver untuk mencerna lemak.

Dalam hubungannya dengan metabolisme ini, menurut beberapa studi, tidur yang kurang berkualitas dapat menyebabkan terjadinya:
  • Meningkatnya kadar hormon yang mengontrol rasa lapar, termasuk leptin dan ghrelin. Akibatnya, nafsu makan meningkat di malam hari.
  • Penurunan kemampuan tubuh dalam merespon insulin.
  • Meningkatnya nafsu makan terutama terhadap makanan berlemak, manis dan asin.
  • Penurunan aktivitas fisik
  • Sindrom metabolikSemua poin di atas berhubungan dengan peningkatan berat badan.
Sistem pernapasan dan kekebalan tubuh

Saar tidur, frekuensi nafas lebih jarang sehingga oksigen yang dihirup pun relatif lebih sedikit. Kondisi ini tidak baik bagi orang yang memiliki masalah paru menahun seperti penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Gejala asma pun biasanya lebih buruk di pagi hari. 

Tidur mempengaruhi sistem kekebalan tubuh yang tingkat keaktifannya berbeda dalam sehari. Misalnya saat tidur, sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras. Itu sebabnya orang yang kurang tidur kerap terkena penyakit yang disebabkan oleh virus.

Sistem memori dan tidur

Tidur membantu proses belajar dan pembentukan ingatan jangka panjang. Kurang tidur menyebabkan masalah pada saat fokus dengan tugas tertentu dan berkurangnya kemampuan berpikir jernih.