07/07/2021

Apakah ASI Mengandung Vaksin Covid19?

| 07/07/2021

ASI

Bagi ibu yang sedang menyusui, penting nih untuk diketahui. Menurut studi terbaru, vaksin Covid19 yang diterima oleh ibu yang sedang menyusui, vaksinnya tidak sampai tembus ke dalam ASI. Jadi, ibu menyusui tidak perlu khawatir adanya efek samping vaksin yang dapat mengenai bayi mereka.

Para peneliti di University of California, San Francisco, melaporkan, "mRNA dalam vaksin" (komponen aktif dari vaksin Moderna dan Pfizer), tidak terdeteksi dalam 13 sampel air susu ibu yang dikumpulkan 4 hingga 48 jam pasca vaksinasi dari 7 ibu yang sedang menyusui.

Meskipun masih dibutuhkan studi yang lebih besar untuk mengkonfirmasi hasil studi ini, para peneliti sudah mendapatkan kesimpulan awal bahwa mRNA yang terdapat dalam vaksin Pfizer dan Moderna tidak ditransfer dari Ibu ke bayinya melalui ASI. Jadi, ibu tidak harus memilih antara vaksinasi Covid19 atau menyusui.

Dr. Michael Grosso, yang tidak terlibat dalam studi ini, mengatakan, hasil studi ini penting karena selama ini uji klinis vaksin Covid19 tidak melibatkan ibu yang sedang menyusui.

Menurut Dr. Grosso, keamanan vaksin pada ibu menyusui harus memenuhi tiga faktor penting, yakni; pertama, kandungan zat pada vaksin ada di dalam ASI, kedua, kandungan zat pada vaksin diserap oleh sistem pencernaan bayi dan terakhir jika kandungan zat pada vaksin diserap oleh sistem pencernaan bayi maka harus dipastikan apakah zat tersebut dapat menimbulkan kerusakan atau tidak pada tubuh bayi.

Khusus untuk Vaksin Covid19, tidak satupun dari ketiga faktor tersebut terjadi pada saat dilakukan studi.

Studi ini dipimpin oleh Dr. Stephanie Gaw, dari Departemen Obstetri, Ginekologi, dan Ilmu Reproduksi UCSF. Timnya melakukan analisis terperinci dan berteknologi tinggi terhadap ASI yang diperah dari tujuh ibu menyusui yang rata-rata berusia sekitar 38 tahun. Masing-masing telah menerima dua dosis vaksin Pfizer atau Moderna.

Sampel ASI diuji hingga 48 jam setelah pengambilan. Tidak ada jejak mRNA dari vaksin yang ditemukan dalam sampel apapun.

Tim San Francisco mencatat seandainya sejumlah kecil mRNA (terlalu kecil untuk dideteksi oleh alat tes mereka), berhasil mencapai ASI maka materi genetik ini akan "mengalami degradasi oleh sistem pencernaan bayi".

Para peneliti juga mencatat bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Akademi Kedokteran Menyusui sama-sama mendukung keamanan vaksinasi ibu saat menyusui.

Studi ini dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics edisi 6 Juli 2021.

Baca juga

No comments:

Post a Comment