21/05/2021

Seorang Dokter Kandungan Dihukum 59 Tahun Gara Gara Malpraktik

| 21/05/2021

kandungan

Seorang hakim federal menghukum Javaid Perwaiz, MD, 59 tahun penjara karena penipuan dan melakukan tindakan operasi kebidanan dan kandungan yang tidak perlu, termasuk sterilisasi tanpa persetujuan pasien.

Hakim Rebecca Smith dari Pengadilan Distrik Timur Virginia, dalam putusannya menyebutkan, "Ini adalah sejumlah penipuan yang luar biasa. Semua dilakukan sebagai bentuk keserakahan dan gaya hidup mewah sang dokter. Dan yang memberatkan, dokter kandungan itu sama sekali tidak menunjukkan penyesalan, "

Perwaiz memiliki setidaknya empat mobil Mercedes Benz dan mobil Bentley, banyak properti, emas, dan ratusan ribu dolar dalam bentuk tunai dan rekening pensiun saat ditangkap..

Pengacara sang dokter, Joseph R. Pope, mengatakan bahwa Perwaiz mengaku tidak bersalah dan akan mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan.

Perwaiz telah berpraktik di daerah Hampton Roads, Virginia, sejak 1980-an, menurut Jaksa Wilayah AS. Dia diyakini berusia 71 tahun, tetapi penyidik federal mengatakan bahwa dia menggunakan beberapa tanggal lahir di berbagai dokumen, jadi belum jelas berapa usia pastinya.

Dalam dakwaannya tahun 2019, Jaksa federal menuduh mulai tahun 2010, Perwaiz mengajukan setidaknya $21 juta klaim palsu untuk tindakan histeroskopi, kolposkopi, histerektomi vagina dan perut, dilatasi dan kuretase (D & C), lisis adhesi, salpingo-ooforektomi, miomektomi, dan kistektomi, serta memaksa pasien menjalani prosedur yang tidak sesuai atau tidak perlu.

"Termotivasi oleh keserakahannya, Perwaiz menggunakan taktik mengerikan dalam memanipulasi dan menipu pasien agar mau menjalani prosedur medis yang invasif," kata Raj Parekh, penjabat Jaksa AS untuk Distrik Timur Virginia, dalam sebuah pernyataan.

Parekh mengatakan "operasi yang tidak sesuai prosedur ini menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada para korban,termasuk membuat mereka mandul. "

Perwaiz secara sengaja membohongi para wanita bahwa mereka menderita kanker atau di dlam tubuhnya berkembang sel kanke, menurut Parekh dan mantan pasiennya. Dua puluh lima mantan pasien bersaksi di persidangan sejak november tahun lalu sampai juri menghukumnya atas 52 dakwaan.

Pada sidang penahanan Perwaiz tahun 2019, Shamai Watkins, 44, dari Portsmouth, mengatakan dokter telah melakukan delapan atau sembilan prosedur pembedahan antara 1998 dan 2013, termasuk histerektomi ketika dia berusia pertengahan 30-an. Kepada Associated Press Watkins mengatakan, dokter kandungan menyimpulkan dia tidak bisa hamil karena menderita kanker.

Selain itu, perawat yang pernah bekerja dengan Perwaiz bersaksi bahwa mereka telah melaporkan apa yang dilakukan Perwaiz ke pengawas di rumah sakit tempat dia mendapatkan hak istimewa.

The Associated Press melaporkan agen federal mulai menyelidiki Perwaiz pada tahun 2018, setelah seorang pekerja rumah sakit mengirimkan pengaduan ada tindakan ilegal yang dilakukan sang dokter tanpa sepengetahuan pasien.

Perwaiz dituntut hukuman maksimum 465 tahun penjara, menurut Kantor Kejaksaan AS. Jaksa federal meminta hukuman 50 tahun.

Perwaiz lulus dari Nishtar Medical College, Universitas Ilmu Kesehatan di Lahore, Pakistan, pada tahun 1974.

Baca juga

No comments:

Post a Comment