Abbott Umumkan Ketersediaan Tes Antibodi COVID-19 Berbasis Lab yang Andal di Indonesia

Abbot Rapit Test
  • Tes darah antibodi terbaru buatan Eropa tersebut akan dilakukan pada instrumen laboratorium ARCHITECT® i1000SR dan i2000SR milik Abbott
  • Abbott telah mulai mengirimkan alat tes ini ke Indonesia dan akan menyediakannya di berbagai jaringan layanan kesehatan publik/pemerintah maupun swasta
  • Tes ini menunjukkan spesifisitas dan sensitivitas lebih dari 99 persen pada hari ke-14 atau lebih setelah gejala mulai dialami. 
Abbott hari ini mengumumkan ketersediaan tes darah serologi berbasis laboratoriumn bertanda CE di Indonesia untuk mendeteksi antibodi IgG, yang berguna dalam mengidentifikasi apakah seseorang telah dan pernah terpapar virus corona (COVID-19).

Setelah mendapatkan persetujuan dari Satuan Tugas COVID-19 Indonesia, Abbott telah memulai pengiriman alat tes IgG SARS-CoV-2 ke Indonesia dan tengah menyiapkan ratusan ribu alat tes tersebut dalam beberapa bulan mendatang untuk memenuhi kebutuhan. Alat tes yang juga telah memperoleh Otorisasi Penggunaan Darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) ini memberikan opsi pengujian antibodi skala besar yang dapat diandalkan.

Tes antibodi dapat memberitahu apakah seseorang sebelumnya sudah pernah terinfeksi virus dan mungkin tengah berada pada proses pemulihan atau bahkan telah pulih dari infeksi tersebut, pada orang dengan atau tanpa gejala. Tes antibodi berskala besar dianggap sebagai langkah penting selanjutnya untuk memahami dan mengatasi pandemi COVID-19. Tes antibodi akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang virus, termasuk berapa lama antibodi berada di dalam tubuh, berapa banyak orang telah terinfeksi, dan bagaimana perubahan ini terjadi dari waktu ke waktu. Pengetahuan tersebut dapat membantu mendukung pengembangan pengobatan serta vaksin.

Dr Dewi Yennita Sari, Kepala Laboratorium Rumah Sakit Nasional Persahabatan mengatakan, “Ketersediaan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott di Indonesia ini tepat waktu. Kami telah memvalidasi alat tes Abbott ini, sensitivitas dan spesifisitasnya yang tinggi dapat kami gunakan untuk mendukung optimalisasi strategi penyaringan (screening) kami, untuk mengatasi pandemi COVID-19 secara efektif."

"Abbott memanfaatkan keahliannya dalam pengetesan penyakit menular dan meningkatkannya untuk menyediakan alat tes COVID-19 yang sangat andal di seluruh dunia," kata I Putu Edi Mahadi, General Manager of Abbott’s diagnostics business di Indonesia "Dengan banyaknya jaringan laboratorium publik dan swasta Indonesia menggunakan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott, kita akan memperoleh informasi yang lebih dalam dan dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai penyebaran virus ini di masyarakat, prevalensi di tingkat wilayah maupun negara, serta pengelolaan pandemi di masa depan."

Jaringan laboratorium swasta terbesar di Indonesia, PT Prodia Widyahusada Tbk (“Prodia”), menggunakan alat tes IgG SARS-CoV-2 Abbott sebagai bagian dari penyediaan layanan tes COVID-19. Dewi Muliaty M.Si, Direktur Utama Prodia, menjelaskan, “Kami berharap dapat bermitra dengan Abbott untuk beberapa cabang kami guna menyediakan tes antibodi SARS-COV-2 serologi agar dapat lebih membantu pemerintah Indonesia mengatasi wabah COVID-19. Sensitivitas dan spesifisitas yang dimiliki alat tes IgG Abbott, sebagaimana divalidasi oleh Prodia, memberi kami kepercayaan diri pada saat menyampaikan informasi hasil tes COVID-19."

Tes antibodi: opsi andal untuk memperluas pengujian

Sementara tes molekuler dapat mendeteksi apakah seseorang memiliki virus, tes antibodi ini dapat menentukan apakah seseorang sudah terinfeksi. Tes IgG SARS-CoV-2 Abbott mengidentifikasi antibodi IgG, yang merupakan protein yang diproduksi tubuh pada tahap akhir infeksi dan dapat bertahan hingga berbulan-bulan dan mungkin bertahun-tahun setelah seseorang pulih. Tes ini menunjukkan spesifisitas dan sensitivitas untuk mendeteksi antibodi IgG lebih dari 99 persen, 14 hari atau lebih setelah gejala mulai dialami.

Baru-baru ini, sebuah penelitian independen yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Washington (University of Washington School of Medicine) dalam Journal of Clinical Microbiology juga menemukan bahwa pada saat melakukan tes terhadap 1.020 sampel pasien, alat tes ini memiliki spesifisitas 99,9% (kemampuan untuk merangkum positif sebenarnya). Ketika menjalankan pengetesan terhadap 689 sampel serum dari 125 kasus COVID-19 terkonfirmasi melalui PCR, para peneliti menemukan sensitivitas 100% (kemampuan untuk mengeluarkan positif palsu) pada ke-17 hari atau lebih setelah gejala mulai dialami pada kelompok pasien tersebut.

Tes antibodi IgG Abbott tersedia pada instrumen laboratorium ARCHITECT® i1000SR dan i2000SR.* ARCHITECT adalah salah satu sistem laboratorium yang paling banyak digunakan di dunia dan telah digunakan selama beberapa dekade. Instrumen ini telah digunakan di berbagai laboratorium di seluruh Indonesia dan dapat menjalankan sampai dengan 100-200 tes per jam.

0 komentar: