7 Tahapan Dalam Pernikahan Yang Wajib Diketahui

pasangan menikah
Beberapa hari yang lalu saya sempat ngetwit tentang pendidikan anak, yang secara garis besar menyorot kesalahan orang tua dalam mendidik anak. Pada twit tersebut saya juga menyampaikan bahwa menikah bagi seorang laki laki dan perempuan tidak hanya sekedar tindih tindihan di tempat tidur, tetapi lebih dari itu, menikah merupakan proses penyatuan dua individu yang berbeda karakter untuk bisa hidup bersama.

Menurut beberapa tulisan yang saya baca, setiap pasangan yang menikah akan mengalami 7 tahapan pernikahan yang mau tidak mau harus mereka terima. Ketujuh tahapan tersebut antara lain:

1. Tahap 'bergairah'

Ini adalah tahapan paling intim, bisa dibilang masih berbulan madu. Lamanya bisa satu atau dua tahun, bisa juga hanya satu bulan, berbeda-beda tiap pasangan. Pada tahap ini, layaknya orang baru jatuh cinta, semua terasa indah. Inginnya terus bersama sepanjang waktu.

2. Tahap 'realisasi'

Bulan madu sudah berakhir, konflik awal mulai bermunculan dan mulai ada kekecewaan. Pasangan kita mulai terlihat seperti 'manusia lainnya', penuh dengan kekurangan dan kesalahan. Agar tetap setia, pada tahap ini kita perlu lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara. Perlu diskusi yang seimbang dan terbuka.

3. Tahap 'pemberontakan'

Dia mulai kangen bisa bepergian lama dengna teman-temannya. Dia merindukan bisa bangun siang lalu tidur lagi yang panjang seolah hidup sendirian. Dia mungkin juga ingin mengejar kariernya. Ego bermunculan dan membuat kita ingin mengabaikan pasangan. Dampak terparahnya bisa terjadi perselingkuhan.

4. Tahap 'kerja sama'

Setelah berhasil melewati tahap cinta yang luar biasa dan ego yang mulai ada, selanjutnya kita akan masuk pada tahap kerja sama. Cinta dan ego sudah dikesampingkan. Sekarang kita memikirkan bagaimana memiliki kehidupan yang lebih baik untuk anak-anak atau orang terdekat lainnya. Bagaimanapun kita tersadar bahwa ada banyak tagihan yang harus dibayar. Ini bisa berlangsung 10-20 tahun hingga anak-anak besar.

5. Tahap 'reuni'

Anak-anak sudah besar, rumah, dan kendaraan sudah lunas, karier sudah tetap, tidak ada lagi pikiran yang terlalu berat. Saat itu, kita akan masuk pada tahap reuni. Bisa kembali serasa 'bulan madu', bisa juga menjadi lebih seperti teman, berbagi hari-hari tua bersama.

6. Tahap 'ledakan'

Sayangnya tahap reuni bukanlah tahap terakhir. Di usia emas pernikahan, biasanya saat kita berusia 40-50 tahun akan ada ujian tak terduga. Tiap orang bisa berbeda, tapi biasanya selalu ada. Entah itu masalah kesehatan atau keluarga. Untuk melewati tahap ini perlu pikiran yang positif untuk mengambil keputusan terbaik.

7. Tahap 'penyelesaian'

Pada tahapan terakhir ini kita akan merasakan kebahagiaan tak terkira. Sudah banyak survei yang menyebutkan jika kita mampu bertahan dengan satu pasangan selama beberapa dekade, kita akan merasa lebih bahagia. Juga lebih dekat dan saling mengenal dengan sangat dalam.

0 komentar: