Minggu, 29 April 2018

Ini Penyebab Kita Kerap Kesulitan Tidur Di Tempat Yang Baru

Travelling berjalan jalan ke tempat yang baru memang menyenangkan. Namun, pernahkah kamu merasakan sulitnya memejamkan mata saat menginap di hotel atau di tempat yang baru kamu kunjungi? Anehnya, kamu tidak merasakan hal yang sama saat tidur keesokan malamnya. Mungkin kamu bertanya tanya penyebab dari penomena itu.

Kalau dicari penjelasan ilmiahnya, penomena kesulitan tidur saat pertama kali berada di tempat yang baru disebut dengan istilah "first-night effect". Lalu, apa penyebab dari penomena ini?

Saat kita tidur di tempat yang baru, salah satu hemisphere otak tetap aktif sepanjang malam. Tujuannya agar kita tetap terjaga sehingga waspada bila ada bahaya yang mengancam. Tetap aktifnya salah satu sisi otak sepanjang malam menyebabkan sisi otak yang lain juga tidak dapat beristirahat dengan baik sehingga kita akan merasa lelah dan ngantuk keesokan harinya.

Penomena yang oleh para ahli dimasukan ke dalam salah satu gangguan tidur ini kerap terjadi saat seseorang berkemah di lingkungan yang asing. Kondisi lingkungan yang asing, suara alam yang tidak familiar, pun dengan suhu lingkungan yang berubah menyebabkan salah satu sisi otak tetap aktif untuk waspada terhadap segala kemungkinan bahaya yang mengancam. Penomena ini tidak hanya dialami oleh manusia, hampir seluruh spesies binatang juga mengalami hal yang sama.

Lalu bagaimana caranya agar tetap bisa tidur nyenyak di tempat yang baru? Cobalah membuat tubuh senyaman mungkin saat berada di atas tempat tidur. Bila memungkinkan, kamu bisa membawa bantal sendiri dari rumah. Bila di tempat baru tersebut bercahaya terang atau berisik, cobalah untuk membawa penutup mata dan telinga sehingga kamu bisa merasakan tetap tidur di tempat yang gelap dan senyap.

Jadi, semakin nyaman tubuhmu dan semakin mendekati suasana di tempat baru tersebut dengan kamar tidurmu maka akan semakin mudah kamu tertidur di tempat yang baru.


KomentarKomentar