Minggu, 28 Januari 2018

Hasil Studi Ini Membuat Nyeri Haid Tinggal Kenangan

Keluhan yang kerap dialami oleh seorang wanita setiap datang bulan adalah nyeri haid atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan istilah dismenore. Nyeri haid ini kadang membuat seorang wanita harus beristirahat dan meninggalkan aktivitas pekerjaan yang rutin dilakukan.

Bila kamu termasuk wanita yang kerap mengalami nyeri haid, studi terbaru ini mungkin bisa membuat kamu tersenyum lega. Tim peneliti dari Universitas Edinburgh kini telah menemukan sumber masalah dari nyeri haid dan solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi nyeri haid.

Tim peneliti berusaha melakukan eksplorasi penyebab dari turunnya kadar oksigen pada lapisan bagian dalam rahim (endometrium) saat terjadinya haid. Penurunan kadar oksigen ini membuat tubuh memproduksi protein yang disebut dengan istilah HIF-1 (hypoxia inducible factor one). Protein ini kemudian berperanan dalam mempercepat proses penyembuhan lapisan endometrium sehingga perdarahan haid terhenti.

Lebih jauh dalam studi yang dipublikasikan dalam journal Nature Communications ini disebutkan, wanita yang mengalami perdarahan hebat dan nyeri saat haid, memiliki kadar HIF-1 yang rendah. Jadi, pengobatan yang kelak bisa dilakukan adalah dengan cara meningkatkan kadar HIF-1 pada wanita tersebut sehingga perdarahan dan keluhan nyeri bisa berhenti.

Temuan ini tentu saja menjadi kabar yang sangat mengembirakan bagi jutaan wanita di seluruh dunia, terutama yang kerap mengalami keluhan saat datang bulan.

Menurut Dr Jackie Maybin yang terlibat dalam studi ini, temuan tentang adanya hubungan antara HIF-1 dan penurunan kadar oksigen dengan proses penyembuhan lapisan bagian dalam rahim merupakan yang pertama kalinya dilakukan dalam sebuah studi.

Meskipun studi ini masih memerlukan studi lanjutan yang panjang sampai hasilnya bisa diterapkan pada manusia, tetapi setidaknya temuan ini merupakan kabar yang mengembirakan bagi dunia kedokteran terutama upaya pengobatan nyeri haid tanpa menggunakan terapi hormonal.


KomentarKomentar