2020: Persepsi Dunia Terhadap Sains dan Mengapa Hal Tersebut Penting

3M science

Implikasi dari dunia tanpa sains telah terlihat jelas pada tahun 2020 ketika seluruh dunia diserang pandemi. Saatnya mengambil peran teknologi dalam merespon pandemi. Di Asia Tenggara, misalnya, negara Malaysia dan Singapura dengan cepat mengadaptasi teknologi termutakhir seperti aplikasi pelacakan kontak digital atau contact tracing (proses mengidentifikasi orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan individu yang terinfeksi) dan konsultasi kesehatan berbasis virtual untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Skenario di atas menunjukkan pentingnya sains dan inovasi serta relevansinya pada dunia yang terus berubah. Sentimen serupa terlihat pada temuan dari gelombang kedua dari State of Science Index (SOSI) by 3M, yang bertajuk 2020 Pandemic Pulse, yang dilakukan pada Juli-Agustus 2020, sekitar enam bulan setelah masa pandemi diumumkan.

Pada masa pandemi COVID-19, sebanyak 89% responden menyatakan kepercayaannya terhadap sains; 86% merasa percaya terhadap ilmuwan; dan 77% setuju bahwa sains butuh lebih banyak pendanaan. Lebih dari itu, 92% responden di seluruh dunia percaya bahwa untuk mengatasi pandemi global, sains dibutuhkan dalam setiap tindakan kita, hal ini juga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap sains. Untuk pertama kalinya, seluruh dunia mengapresiasi sains dan relevansinya terhadap kehidupan sehari-hari.

Sains telah memberikan kita superhero baru

Dunia yang semakin skeptis mulai menyadari pentingnya sains di sekitar kita. Menurut SOSI, untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, hanya 28%* responden merasa skeptis terhadap sains (turun 7 angka dalam kurun waktu kurang dari setahun). Ini adalah perubahan terbesar dalam sejarah SOSI.

Masyarakat di seluruh dunia mulai menganggap tenaga kesehatan dan ilmuwan sebagai superhero baru. Termasuk juga trio heroik yang meliputi ahli kesehatan masyarakat internasional – Dr Fauci dari Amerika Serikat, Dr Ashley Bloomfield dari Selandia Baru, dan Dr Noor Hisham Abdullah dari Malaysia. Alih-alih memakai jubah, para superhero ini mengenakan alat pelindung diri (APD) dan kekuatan super yang dimilikinya adalah keahlian medis, yang didukung oleh sains.

Keberlanjutan dan sains kini berjalan di satu jalur yang sama

Ketika layanan kesehatan terus menjadi prioritas pada masa pandemi (80%), masyarakat kini melihat sains sebagai solusi untuk mengatasi isu-isu penting terkait dengan lingkungan hidup dan keadilan sosial, termasuk kesetaraan STEM dan pendidikan STEM yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Faktanya, menurut SOSI, 82% responden setuju akan adanya efek buruk dari dunia yang tidak percaya terhadap sains.

Persepsi masyarakat terhadap sains yang terus berubah adalah kunci dari pentingnya temuan-temuan SOSI. Meskipun dunia saat ini masih jauh dari pandangan tunggal terhadap sains, namun tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat mulai paham akan bagaimana sains memudahkan kehidupan mereka sehari-hari.

Sekalipun kepercayaan dan apresiasi masyarakat terhadap sains mulai meningkat, masih ada banyak celah dan tantangan yang harus diselesaikan agar generasi ilmuwan selanjutnya dapat menjadi lebih beragam dan bekerja sama untuk menuntaskan masalah-masalah global.

Tantangan terhadap edukasi STEM di Asia Tenggara

Meskipun ada banyak orang yang mendukung sains, namun hanya sedikit orang yang berniat untuk mempelajari sains, terutama generasi muda. SOSI melaporkan individu yang lebih muda (28%) tidak bersemangat untuk mempelajari sains dibandingkan dengan generasi baby boomers (9%).

Persepsi adalah suatu hal yang penting. Ada beberapa kesan pertama negatif yang sering dimiliki siswa saat mempelajari mata pelajaran STEM. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya akses, kepercayaan diri, serta ketidaksetaraan gender dan latar belakang ras yang melunturkan aspirasi mereka untuk mengejar karir di STEM.

Sebagai contoh, pemerintah Thailand, Indonesia dan Malaysia menghabiskan 20%[1] dari anggaran negara untuk meningkatkan sistem pendidikan dan menerapkan mata pelajaran STEM ke dalam kurikulum pendidikan. Namun, banyak siswa di Asia Tenggara masih beranggapan tidak terkaitnya antara mata pelajaran STEM yang diajarkan di kelas dan praktiknya di dunia nyata.

Pada tahun 2018, kurang dari setengah pelajar di Malaysia (44%)[2] memilih mata pelajaran STEM, karena mereka tidak mengerti bagaimana sains berperan besar terhadap kehidupan. Sedangkan hanya 33.1%[3] pelajar di Indonesia yang memutuskan untuk mempelajari STEM. Sementara itu, Filipina menduduki peringkat kedua terendah di antara 79 negara dalam literasi matematika dan sains dalam program International Student Assessment (Pisa) yang diselenggarakan oleh Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD)[4]. Saat ini STEM mulai mendapatkan daya tarik di Vietnam, kelangkaan buku STEM & materi sains lainnya, kurangnya pelatihan yang tepat dan pemikiran inovatif di antara para guru adalah beberapa tantangan yang dihadapi pendidikan STEM di pasar yang berkembang pesat ini.

Mendorong pendidikan STEM akan menggerakan kualitas pekerja dan inovasi

Tampaknya menjadi sebuah cara untuk memecahkan stereotip negatif di sekitar pendidikan STEM di Asia Tenggara dengan meningkatkan pembelajaran berbasis keterampilan dan praktik di tingkat sekolah untuk pelajaran STEM. Contoh, pengkombinasian alat pengajaran digital seperti video dengan pengajaran tatap muka dan praktikum bisa meningkatkan minat dan partisipasi pelajar dalam mempelajari STEM.

Kunci keberhasilan studi STEM lainnya adalah menunjukkan beragamnya profesi dan kemajuan karir yang didapat dari sains dan teknologi. Saat ini wilayah Asia Tenggara adalah salah satu daerah dengan perkembangan pesat, salah satunya dari segi kemajuan teknologi. Dengan kesempatan-kesempatan baru yang muncul dari pasar tersebut, akan selalu ada permintaan untuk tenaga yang berkualitas.

Sebagai contoh, Thailand berkeinginan untuk menjadi negara maju pada tahun 2035[5] dengan tujuan untuk membuat langkah inovatif dalam ranah kecerdasan buatan (artificial intelligence), robotic, biosains, aerospace, serta pilar-pilar revolusi industri 4.0 lainnya. Sementara itu, Filipina telah melangkah menuju pembangunan smart city pertama. Sedangkan di Indonesia telah ditandai sebagai pusat teknologi tingkat regional, dengan lahirnya start-up berbasis teknologi seperti Traveloka dan Gojek.

Ketika pasar tersebut bergerak ke arah kemajuan teknologi, keilmuan STEM dapat membantu untuk menghasilkan lulusan yang siap terjun ke dalam industri dengan perspektif-perspektif segar dan haus akan inovasi.

3M menyerukan kolaborasi dan tanggung jawab untuk membuka jalan bagi pertumbuhan yang konsisten dan inovasi di bidang sains. Kevin McGuigan, 3M Managing Director, SEA Region mengatakan, “Misalnya dengan menemukan solusi terbaru untuk memecahkan masalah global yang berkelanjutan atau mendorong lebih banyak generasi muda untuk menempuh pendidikan STEM, kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menjadi penting untuk menggerakan kemajuan di bidang ilmiah.”

SOSI 2020 menunjukkan sebanyak 53% responden percaya bahwa di tengah-tengah tantangan pada tahun 2020, perusahaan sebaiknya memprioritaskan kolaborasi dengan pemerintah sebagai solusi dari tantangan global — angka tersebut berada di bawah mempersiapkan diri untuk pandemi-pandemi di masa yang akan datang (61%).

Seperti kata pepatah, tindakan berbicara lebih lantang daripada kata-kata. 3M telah membuat beberapa program yang relevan dengan prioritas masyarakat untuk di selesaikan perusahaan. Setiap tahun, 3M mengadakan hibah kompetitif internasional untuk mendukung pilar utama Komunitas, Lingkungan, dan Pendidikan,

Pada tahun 2019, dalam kategori 3Mgives Education, 3M telah menyumbangkan USD$150,500 demi kemajuan kelompok-kelompok yang kurang terwakili di wilayah Asia Tenggara. Ini adalah hasil dari kolaborasi dengan LSM local dan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang pendidikan. Di Vietnam, USD$22,000 diberikan kepada Loreto Vietnam, di Malaysia, USD$17,500 diberikan kepada Teach for Malaysia, dan Doctorabbit Indonesia menerima USD$26,000. Sementara itu, The Mind Museum di Filipina menerima USD$50,000, dan Science Center Singapore menerima dana USD$35,000.

Dengan bekerja sama dengan para edukator lokal, kami dapat mengembangkan program yang tidak hanya meningkatkan minat terhadap STEM namun juga mengumpulkan suara untuk mengentaskan ketidaksetaraan dalam pendidikan.

"Jika ada satu hal yang dapat dipelajari dari masa depan sains menurut SOSI, adalah kita bergerak ke arah yang lebih baik. Sebagai penduduk dunia yang bertanggung jawab, ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan minat terhadap sains bertahan lama agar kita dapat menciptakan masa depan yang berkelanjutan,” tutup Kevin.

SSD Portable Terbaru Dari Western Digital

western digital

Hari ini, Western Digital Corp. (NASDAQ: WDC), merilis dua SanDisk® Portable SSD baru yang menawarkan kecepatan hampir 2x lipat dibandingkan generasi sebelumnya. SanDisk Extreme® Portable SSD dan SanDisk Extreme PRO® Portable SSD dibuat khusus untuk memenuhi tuntutan konten berkualitas tinggi saat ini. Setiap hari, para fotografer profesional, videografer profesional, serta para peminatnya menangkap dan menyimpan momen terbaik dalam hidup mereka dan membutuhkan solusi yang dapat diandalkan saat bepergian dengan kecepatan yang menakjubkan.

Dengan kapasitas hingga 2TB*, SSD NVMe™ terbaru ini sempurna untuk membuat konten atau perekaman video beresolusi 4K dan 8K yang menakjubkan dan memindahkannya dengan mudah. Produk flagship SanDisk Extreme PRO Portable SSD ini dilengkapi dengan kerangka aluminium yang telah melalui proses tempa (forging) agar tetap dingin di bawah tekanan beban kerja yang berat dan desain berbahan silikon yang tahan lama dalam produksi. SSD ini membantu menjaga keamanan konten dengan perlindungan kata sandi dan enkripsi perangkat keras AES 256-bit1.

“Ketika setiap detik berharga, saya membutuhkan solusi cepat dan kuat yang dapat bekerja sesuai kecepatan saya. Maka dari itu, saya mengandalkan SSD SanDisk untuk dapat mengimbangi kreativitas saya,” kata Tyler Stableford, SanDisk Extreme Team member. “Sebagai seorang seniman, kecepatan adalah salah satu kekuatan terbesar saya, dan saya tahu dengan jajaran produk SanDisk Extreme SSD, saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien dan memiliki kapasitas yang lebih besar, jadi saya tidak perlu khawatir kehabisan memori dimanapun saya bekerja.”

Kinerja SSD yang Tangguh dan Kokoh

Didesain dengan mengutamakan profesionalitas, SanDisk Portable SSD terbaru ini dibuat untuk menangani pekerjaan-pekerjaan yang paling menantang - baik di rumah, di kantor, maupun di lapangan dengan andal. SanDisk Extreme Portable SSD adalah Solid State Drive yang cocok bagi mereka yang membutuhkan lebih banyak memori yang tahan lama dan cepat, sedangkan SanDisk Extreme PRO Portable SSD dibuat untuk profesional yang membutuhkan kinerja yang merata dan berkelanjutan serta mudah dibawa ke mana saja .

“Bagi pelanggan kami, hidup adalah petualangan dan mereka mengandalkan kami untuk meningkatkan standar pada seluruh portofolio kami agar dapat memberikan solusi yang kokoh kepada konsumen dan profesional,” kata Brian Pridgeon, director of marketing, Consumer Solutions, Western Digital. “SanDisk dipercaya oleh fotografer profesional di seluruh dunia, itulah sebabnya kami membangun rangkaian drive Extreme kami untuk dapat bekerja di level tertinggi sekalipun. Kami meningkatkan kecepatan dengan teknologi NVMe terbaru dan menggunakan bahan yang kuat untuk desain kami agar dapat menangani skenario terbaik dan pekerjaan yang paling penuh tuntutan sekalipun.”

Fitur Utama

• SSD Extreme PRO Portable SSD

o Menghemat waktu menyimpan dan memindahkan data dengan kinerja SSD NVMe yang kokoh dengan kecepatan baca hingga 2.000MB/detik** dan kecepatan tulis hingga 2.000MB/detik **.

o Kerangka aluminium yang telah melalui proses tempa (forging) berfungsi sebagai heatsink untuk menghasilkan kecepatan berkelanjutan yang lebih tinggi dalam bentuk yang mudah di bawa.

o Fitur perlindungan yang tahan jika jatuh dari ketinggian dua meter dengan rating IP552 membuat SSD ini menjadi cukup tangguh untuk dibawa berpetualang dimanapun. Kerangka aluminium yang telah melalui proses tempa (forging) dan desain berbahan silikonnya menawarkan kesan premium dengan perlindungan tambahan

o Perlindungan konten pribadi menggunakan kata sandi dan peningkatan enkripsi perangkat keras AES 256-bit1.

• SSD Portabel Ekstrim SanDisk

o Dapatkan kinerja SSD NVMe yang memiliki kecepatan baca hingga 1.050MB/detik** dan kecepatan tulis hingga 1.000MB/detik** dalam bentuk yang mudah dibawa, SSD berkapasitas tinggi ini sempurna untuk membuat konten atau perekaman video yang luar biasa.

o Untuk menambah daya tahan, SSD ini memiliki fitur perlindungan yang tahan jika jatuh dari ketinggian dua meter dengan rating IP55 sehingga perangkat ini pun tahan akan air dan debu2.

o Desain berbahan silikon yang tahan lama hadir dengan nuansa premium serta perlindungan tambahan pada eksterior SSD.

o Perlindungan konten pribadi menggunakan kata sandi dan peningkatan enkripsi perangkat keras AES 256-bit1.

Konsumen tidak perlu khawatir saat berpergian karena dapat menggunakan

lingkaran karabiner yang praktis untuk mengamankan SSD ke lingkaran sabuk atau tas punggung. SSD terbaru ini juga sudah kompatibel dengan PC dan Mac. Selain memindahkan konten ke PC atau laptop, produk ini juga memungkinkan pengguna untuk mencadangkan konten di smartphone dengan cepat dan mudah karena kompatibel dengan berbagai smartphone USB Type-C ™.

Harga dan Ketersediaan

SanDisk Extreme Portable SSD dan SanDisk Extreme PRO Portable SSD didukung oleh garansi terbatas lima tahun3 dan akan tersedia di e-tailer dan pengecer terkemuka di Indonesia. SanDisk Extreme Portable SSD sekarang tersedia di SanDisk Official Store Tokopedia dalam kapasitas tertentu. SanDisk Extreme PRO Portable SSD akan tersedia pada bulan November di SanDisk Official Store di Shopee dalam kapasitas tertentu.

Adapun harga eceran yang disarankan untuk SanDisk Extreme Portable SSD senilai Rp 2.156.000 untuk kapasitas 500GB, Rp 3.801.000 untuk kapasitas 1TB, dan Rp 7.170.000 untuk kapasitas 2TB. Untuk SanDisk Extreme PRO Portable SSD, harga eceran yang disarankan senilai Rp 5.320.000 untuk kapasitas 1TB dan dan Rp 9.651.000 untuk kapasitas 2TB.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru dari SanDisk, ikuti Facebook, Instagram, dan Twitter kami.

*1GB = 1.000.000.000 bita dan 1TB = 1.000.000.000.000 bita. Penyimpanan pengguna sebenarnya dapat lebih sedikit.

** Berdasarkan pengujian internal; kinerja mungkin lebih rendah tergantung pada perangkat jaringan (host), interface, kondisi penggunaan, dan faktor lainnya. 1MB = 1.000.000 bita.

1. Perlindungan kata sandi menggunakan enkripsi AES 256-bit dan didukung oleh Windows 8, Windows 10 dan macOS v10.9+ (Diperlukan unduhan perangkat lunak untuk Mac, lihat www.sandisk.com/secureaccess.)

2. Berdasarkan pengujian internal. IPEC 60529 IP 55: Diuji untuk menahan aliran air (30 kPa) selama 3 menit; kontak debu yang terbatas tidak akan mengganggu operasi. Dengan catatan harus dalam kondisi bersih dan kering sebelum digunakan.

3. Kunjungi www.sandisk.com/wug.

Wajib Dimiliki untuk Mendukung Hobi dan Aktivitas Rumah

work from home

Keputusan perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari pemerintah di beberapa wilayah di Indonesia merupakan cara untuk menekan tingkat penyebaran kasus COVID-19. Hal ini mengubah kebiasaan masyarakat untuk beradaptasi kembali melakukan lebih banyak aktivitas di dalam rumah. Meskipun dirumah, banyak sekali pilihan kegiatan positif yang bisa dilakukan seperti olahraga yoga, sepeda statik, dekorasi rumah, memasak hingga bertanam. Tak heran banyak perusahaan yang mendukung tren positif ini dengan menawarkan teknologi hingga inovasi produk untuk menunjang kegiatan dirumah.

3M mengajak untuk tetap aktif selama dirumah aja, dan menjaga tubuh tetap sehat. Olahraga di rumah sangat mungkin dilakukan setiap saat, tetapi bila terjadi cedera jangan memaksakan untuk olahraga. Namun bergerak ringan masih bisa dilakukan dengan bantuan produk yang memiliki fitur kompresi serta terapi retensi panas untuk membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan keseleo, tegang dan nyeri otot. Inovasi produk brand Futuro dari 3M menawarkan rangkaian produk yang lengkap untuk menunjang persendian dari pergelangan tangan, lutut, serta pergelangan kaki. Produk Futuro dari 3M bisa jadi pilihan tepat untuk digunakan oleh masyarakat yang ingin tetap berolahraga dan tetap aktif untuk menjaga kesehatan.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi dan sains yang telah berdiri selama 45 tahun di Indonesia, 3M membantu meningkatkan kualitas hidup konsumen Indonesia melalui berbagai inovasi dengan basis sains dan teknologi. Ilmuwan di 3M menemukan bahwa kulit jerapah yang tebal dan kencang yang mencegah stagnasi darah di ekstremitas bawah berfungsi seperti perban kompresi alami. Hal ini menginspirasi ilmuwan untuk mengembangkan produk perawatan luka 3M Coban 2 Layer Compression System, dimana produk memiliki sistem kompresi dua lapis terdepan yang meniru kulit jerapah. Ini memberikan kelegaan bagi pasien yang menderita tekanan tinggi yang tidak terkontrol di pembuluh darah tungkai bawah.

Terdapat juga teknologi adhesif pada 3M Coban yang dapat menempel tanpa perlu perekat atau klip tambahan, tidak mudah bergeser, tidak meninggalkan residu perekat pada kulit, dan dapat disesuaikan sendiri dengan cepat dan mudah. Bahan non-woven dan serat elastis memberikan sifat lentur dengan memberikan tekanan di sekitar luka untuk mengurangi rasa sakit maupun pembengkakan. Produk dimaksudkan untuk digunakan sebagai pembungkus elastis untuk memberikan kompresi, penyangga, atau untuk mengamankan pembalut atau perangkat bagi konsumen yang gemar bersepeda.

Produk 3M Indonesia telah melalui pengujian ekstensif untuk jaminan kualitas guna mendukung aktivitas Anda dan membantu menjaga kesehatan keluarga Anda.

Undang – Undang Para Raksasa

undang undang raksasa

Impian dan semangat masyarakat mampu menjadikan kenyataan bagi sebuah kemerdekaan. Perjuangan agar lepas dari penjajahan untuk menjadi bangsa yang berdikari memang membutuhkan waktu yang lama. Sekian lama berjuang. Sekian lama tersakiti. Sekian lama berdoa. Akhirnya terkabulkan di kemudian hari.

Masyarakat menjadi saksi. Tatanan negara terbentuk dan diperkuat. Ditunjuklah orang – orang yang terpilih untuk menjadi perwakilan bangsa. Bangsa telah berdaulat. Tangan penjajah mencoba mengambil alih. Semangat kemerdekaan masih membara. Bertahanlah sang bangsa hingga diakui oleh berbagai negara lain.

Waktu berlalu. Negara berdaulat telah hidup dalam beberapa generasi. Tatanan negeri tumbuh bersama. Pembangunan untuk meningkatkan perekonomian berjalan dengan baik. Gedung bertumbuh namun tidak dengan kesejahteraan semua masyarakatnya. Kekayaan alam yang mestinya mampu menaungi dari ujung barat hingga timur masyarakatnya tidak terjadi semestinya.

Ada yang bermain. Untuk melegakan keinginan Sebagian penguasa. Peraturan di bentuk sepihak. Padahal sejak lama telah ditolak. Mengambil keputusan di kala malam. Saat kalang kabut pandemi dan sunyinya ketok palu berjarak dengan rakyat yang bertahan hidup dengan tabungan menipis dan nafas terengah. Hak dicabut. Suara tak didengarkan. Tanah pertiwi siap – siap di obrak – abrik. Atas nama pemenuhan nafsu yang tidak kunjung habis. Ialah Raksasa. Yang memiliki kuasa dan menginginkan lebih. Tidak hanya satu namun semua. Semua yang bisa diraih dan tersebar di penjuru nagara. Terkonsep dengan baik sembari menikmati fasilitas hasil perjuangan lama. Menutup telinga dari protesnya rakyat di luar gedung dan rumah mewah.

Bligungyudha dalam rilis single ketiganya yang berjudul Raksasa, menceritakan tentang kesejahteraan yang terancam oleh para raksasa. Raksasa ini adalah para orang berkuasa baik pejabat, pengusaha hingga pemilik kuasa yang terus menerus menggerus kesejahteraan rakyatnya sendiri. “Raksasa ini ada di berbagai tempat. Ada di berbagai keadaan. Perlu untuk kita sadari hal ini dan melindungi kesejahteraan dan hak kita agar tidak terenggut” Ucapnya saat memperdengarkan Reff Raksasa yang dominan kata “Rakus..kus..kus..Rakus!”

Raksasa bangkit atas kolaborasi Bligungyudha dengan Bayu Cuaca selaku pencipta lirik. Untuk artworknya, Bligungyudha masih berkolaborasi visual dengan Adit Onox – Vokalis Surviving Shiro yang dalam waktu dekat akan launching album dengan komposisi 15 lagu sekaligus.

Raksasa dapat diintip dengar di beberapa platform musik online. Spotify, Itunes, Apple Music, Deezer maupun Youtube Music secara gratis. Untuk mendengarkannya, silakan menuju bit.ly/UUraksasa alias Undang – Undang para Raksasa.

Wajib Dimiliki untuk Mendukung Hobi dan Aktivitas Rumah

olahraga

Keputusan perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari pemerintah di beberapa wilayah di Indonesia merupakan cara untuk menekan tingkat penyebaran kasus COVID-19. Hal ini mengubah kebiasaan masyarakat untuk beradaptasi kembali melakukan lebih banyak aktivitas di dalam rumah. Meskipun dirumah, banyak sekali pilihan kegiatan positif yang bisa dilakukan seperti olahraga yoga, sepeda statik, dekorasi rumah, memasak hingga bertanam. Tak heran banyak perusahaan yang mendukung tren positif ini dengan menawarkan teknologi hingga inovasi produk untuk menunjang kegiatan dirumah.

3M mengajak untuk tetap aktif selama dirumah aja, dan menjaga tubuh tetap sehat. Olahraga di rumah sangat mungkin dilakukan setiap saat, tetapi bila terjadi cedera jangan memaksakan untuk olahraga. Namun bergerak ringan masih bisa dilakukan dengan bantuan produk yang memiliki fitur kompresi serta terapi retensi panas untuk membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan keseleo, tegang dan nyeri otot. Inovasi produk brand Futuro dari 3M menawarkan rangkaian produk yang lengkap untuk menunjang persendian dari pergelangan tangan, lutut, serta pergelangan kaki. Produk Futuro dari 3M bisa jadi pilihan tepat untuk digunakan oleh masyarakat yang ingin tetap berolahraga dan tetap aktif untuk menjaga kesehatan.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi dan sains yang telah berdiri selama 45 tahun di Indonesia, 3M membantu meningkatkan kualitas hidup konsumen Indonesia melalui berbagai inovasi dengan basis sains dan teknologi. Ilmuwan di 3M menemukan bahwa kulit jerapah yang tebal dan kencang yang mencegah stagnasi darah di ekstremitas bawah berfungsi seperti perban kompresi alami. Hal ini menginspirasi ilmuwan untuk mengembangkan produk perawatan luka 3M Coban 2 Layer Compression System, dimana produk memiliki sistem kompresi dua lapis terdepan yang meniru kulit jerapah. Ini memberikan kelegaan bagi pasien yang menderita tekanan tinggi yang tidak terkontrol di pembuluh darah tungkai bawah.

Terdapat juga teknologi adhesif pada 3M Coban yang dapat menempel tanpa perlu perekat atau klip tambahan, tidak mudah bergeser, tidak meninggalkan residu perekat pada kulit, dan dapat disesuaikan sendiri dengan cepat dan mudah. Bahan non-woven dan serat elastis memberikan sifat lentur dengan memberikan tekanan di sekitar luka untuk mengurangi rasa sakit maupun pembengkakan. Produk dimaksudkan untuk digunakan sebagai pembungkus elastis untuk memberikan kompresi, penyangga, atau untuk mengamankan pembalut atau perangkat bagi konsumen yang gemar bersepeda.

Produk 3M Indonesia telah melalui pengujian ekstensif untuk jaminan kualitas guna mendukung aktivitas Anda dan membantu menjaga kesehatan keluarga Andeputusan perpanjangan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dari pemerintah di beberapa wilayah di Indonesia merupakan cara untuk menekan tingkat penyebaran kasus COVID-19. Hal ini mengubah kebiasaan masyarakat untuk beradaptasi kembali melakukan lebih banyak aktivitas di dalam rumah. Meskipun dirumah, banyak sekali pilihan kegiatan positif yang bisa dilakukan seperti olahraga yoga, sepeda statik, dekorasi rumah, memasak hingga bertanam. Tak heran banyak perusahaan yang mendukung tren positif ini dengan menawarkan teknologi hingga inovasi produk untuk menunjang kegiatan dirumah.

3M mengajak untuk tetap aktif selama dirumah aja, dan menjaga tubuh tetap sehat. Olahraga di rumah sangat mungkin dilakukan setiap saat, tetapi bila terjadi cedera jangan memaksakan untuk olahraga. Namun bergerak ringan masih bisa dilakukan dengan bantuan produk yang memiliki fitur kompresi serta terapi retensi panas untuk membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan keseleo, tegang dan nyeri otot. Inovasi produk brand Futuro dari 3M menawarkan rangkaian produk yang lengkap untuk menunjang persendian dari pergelangan tangan, lutut, serta pergelangan kaki. Produk Futuro dari 3M bisa jadi pilihan tepat untuk digunakan oleh masyarakat yang ingin tetap berolahraga dan tetap aktif untuk menjaga kesehatan.

Sebagai perusahaan berbasis teknologi dan sains yang telah berdiri selama 45 tahun di Indonesia, 3M membantu meningkatkan kualitas hidup konsumen Indonesia melalui berbagai inovasi dengan basis sains dan teknologi. Ilmuwan di 3M menemukan bahwa kulit jerapah yang tebal dan kencang yang mencegah stagnasi darah di ekstremitas bawah berfungsi seperti perban kompresi alami. Hal ini menginspirasi ilmuwan untuk mengembangkan produk perawatan luka 3M Coban 2 Layer Compression System, dimana produk memiliki sistem kompresi dua lapis terdepan yang meniru kulit jerapah. Ini memberikan kelegaan bagi pasien yang menderita tekanan tinggi yang tidak terkontrol di pembuluh darah tungkai bawah.

Terdapat juga teknologi adhesif pada 3M Coban yang dapat menempel tanpa perlu perekat atau klip tambahan, tidak mudah bergeser, tidak meninggalkan residu perekat pada kulit, dan dapat disesuaikan sendiri dengan cepat dan mudah. Bahan non-woven dan serat elastis memberikan sifat lentur dengan memberikan tekanan di sekitar luka untuk mengurangi rasa sakit maupun pembengkakan. Produk dimaksudkan untuk digunakan sebagai pembungkus elastis untuk memberikan kompresi, penyangga, atau untuk mengamankan pembalut atau perangkat bagi konsumen yang gemar bersepeda.

Produk 3M Indonesia telah melalui pengujian ekstensif untuk jaminan kualitas guna mendukung aktivitas Anda dan membantu menjaga kesehatan keluarga Anda.

Evolusi Medis Menuju Pengobatan Inovatif Mewujudkan Harapan Hidup Pasien Kanker Paru yang Lebih Baik


Sebagaimana diketahui, kanker paru masih menjadi kanker paling mematikan di Indonesia sehingga menempatkan Indonesia pada zona yang serius. Bahkan, data yang dihimpun oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan adanya peningkatan angka kunjungan pasien kanker paru pada pusat rujukan respirasi nasional sebesar hampir 10 kali lipat dibandingkan dengan 15 tahun yang lalu. Data yang sama juga menemukan insiden tertinggi untuk kanker paru di Indonesia adalah pada laki-laki dan 11,2% diantaranya adalah perempuan. Pengentasan kanker paru menjadi penting mengacu pada data GLOBOCAN ada 30.023 penduduk Indonesia didiagnosa kanker paru, sementara, 26.095 orang meninggal akibat kanker paru pada tahun 2018 .

Melawan kanker bukanlah hal yang mudah. Realitanya, kondisi dan angka ini bagi pasien kanker paru bukan hanya mengenai perjuangan melawan kesakitan fisik tetapi juga menghadapi beban psikososial dan materi pada keluarga maupun negara. Kondisi ini lah yang mengakibatkan adanya kebutuhan yang tidak terpenuhi dari sisi pasien kanker paru, bahkan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Kesadaran akan permasalahan serius ini yang mendasari diluncurkannya Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru (IPKP) pada bulan Februari yang lalu. Masih dengan semangat Hari Kanker Paru Sedunia, IPKP kembali mengadakan online sharing session #LUNGTalk, dengan tajuk “Membuka Harapan Hidup yang Lebih Baik bagi Pasien Kanker Paru dengan Pengobatan Inovatif”. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan referensi yang lebih baik bagi pasien, caretaker dan keluarga terkait opsi-opsi perawatan kanker paru, termasuk pengetahuan tentang perkembangan pengobatan inovatif.

Aryanthi Baramuli Putri selaku Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC), menyatakan, “Pasien kanker memiliki hak untuk memperoleh akses kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau seperti diatur dalam perundangan.Akses pengobatan terhadap pasien kanker paru akan mempengaruhi kondisi mereka. Oleh karena itu, penting adanya kolaborasi berkesinambungan dari semua pihak baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat. Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru hadir sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta semua pihak terkait terhadap pentingnya upaya promotif, preventif/pencegahan, serta diagnosa dan pengobatan kanker paru sesuai pedoman penatalaksanaannya. Gerakan ini kedepannya akan terus melakukan advokasi dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama berpartispasi dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker paru di Indonesia. 

 

Dr. Erlang Samoedro, Sp.P selaku Sekretaris Umum PDPI dalam kata sambutannya pada diskusi ini mengatakan bahwa “Indonesia merupakan negara dengan prevalensi rokok yang tinggi dan rokok sangat erat kaitannya dengan kejadian kanker paru sehingga Untuk menekan prevalensi kanker paru di Indonesia perlu pengendalian dan penurunan prevalensi rokok serta pengendalian polusi udara. Saat ini pengobatan kanker paru di Indonesia telah tersedia dalam beberapa pilihan pengobatan seperti operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, dan yang paling terbaru ialah imunoterapi. Standar pengobatan kanker di Indonesia telah maju dan setara dengan standar pengobatan internasional. Di masa pandemi seperti sekarang ini, penanganan pasien kanker dilengkapi dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat terutama di rumah sakit. Kami para ahli medis berharap meskipun kondisi pandemi seperti sekarang ini, pasien tetap mengkomunikasikan penyakitnya dan berkonsultasi kepada kami untuk menentukan jadwal pengobatannya untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.”


Lebih lanjut Dr. Sita Laksmi Andarini, PhD, Sp.P(K)  selaku Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PDPI  menyampaikan, “Terapi kanker paru termasuk, pembedahan, kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi. Seluruh terapi kanker paru ini telah ada di Indonesia dengan mengikuti panduan tatalaksana Kanker Paru dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang disesuaikan dengan pedoman internasional. Sehingga, proses diagnostik dan terapi sama dengan standar di seluruh dunia.Seiring berkembangnya penemuan dalam penanganan kanker paru seperti pemberian terapi target (baik EGFR TKI, ALK inhibitor, dan lainnya), sejak 2016 di Indonesia telah mengenal imunoterapi untuk kanker paru, yang cara kerjanya menstimulasi sistem imun tubuh untuk memberikan respons imunitas antituor, sehingga meningkatkan harapan hidup pasien kanker paru stadium stadium lanjut menjadi lebih panjang dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Sedikit berbeda dengan kemoterapi yang berfungsi untuk membunuh sel kanker, imunoterapi meningkatkan respons imunitas antitumor.

 

Dr. Sita menambahkan pula bahwa, Pada saat ini kombinasi kemoterapi dan imunoterapi menjadi salah satu standar baru pengobatan kanker paru. Kehadiran imunoterapi menjawab tantangan dari metode pengobatan kanker terdahulu, yaitu peningkatan respons terapi dan peningkatan kualitas hidup. Terobosan pengobatan kanker paru saat ini dapat memberikan optimisme dan proses pengobatan yang lebih baik, khususnya bagi pasien kanker sehingga bisa memberikan hidup yang berkualitas.”


Ada beberapa jenis imunoterapi untuk pasien kanker paru-paru yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien kanker, antara lain imunoterapi penghambat ‘checkpoint’ sistem imun, vaksin kanker berupa vaksin terapeutik untuk membunuh sel kanker, dan terapi sel t adoptive yang merubah salah satu jenis sel darah putih pada penderita kanker untuk dapat kembali menyerang sel kanker. Lebih jelasnya, sistem kerja dari pengobatan imunoterapi ini adalah langsung menyasar atau menghambat pertemuan sel imun yang kerap dimanfaatkan oleh sel kanker untuk menghindari serangan dari sistem imun atau daya tahan tubuh. Dengan begitu, sistem kekebalan pada penderita kanker akan jauh lebih aktif untuk melawan sel kanker tersebut.

Di masa yang akan datang, imunoterapi diharapkan dapat berkembang lebih jauh berdasarkan kebutuhannya dan dapat menekan laju pertumbuhan angka beban kanker lainnya di Indonesia. Tentunya setiap metode pengobatan memiliki performa dan efek yang berbeda bagi setiap pasien kanker tergantung pada jenis kebutuhan pasien itu sendiri.

 

Megawati Tanto selaku Koordinator Kanker Paru untuk CISC turut hadir dan membagikan ceritanya, “Kasus kanker yang terjadi pada saya jarang sekali ditemukan karena setelah dinyatakan sembuh dari kanker usus, saya didiagnosis terkena kanker paru yaitu kanker paling mematikan. Tantangan yang paling sering dihadapi oleh pasien kanker paru adalah banyak yang terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Saya berharap semakin banyak masyarakat  yang memahami mengenai kanker paru  sehingga dapat melakukan upaya pencegahan dan deteksi dini. Saya berharap semakin banyak masyarakat  yang memahami mengenai kanker paru  sehingga dapat melakukan upaya pencegahan dengan pola hidup sehat dan berobat secara medis”

 

Ida Kusuma selaku pasien kanker paru yang turut diundang untuk membagikan pengalamannya mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini untuk dapat menyebarluaskan pemahaman mengenai kanker paru.  Pengobatan yang tepat diperlukan untuk memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien. Dimasa yang akan datang, kanker diharapkan bukan lagi merupakan “vonis kematian” bagi pasien kanker di Indonesia, untuk itu perkembangan inovasi pengobatan kanker paru harus terus didukung oleh semua pihak untuk menciptakan layanan kesehatan terbaik bagi pasien kanker paru, terutama dengan membuka akses pengobatan baru yang mereka butuhkan agar memiliki harapan hidup yang lebih baik”.

 

Dalam kesempatan Ini, Gerakan Nasional Indonesia Peduli Kanker Paru juga meluncurkan kanal sosial media seperti Instagram @indonesiapedulikankerparu, Twitter @kankerparu, dan Facebook Indonesia Peduli Kanker Paru sebagai platform edukasi mengenai kanker paru dan pengobatannya.

Merck Appoints Liz Henderson as new Regional Vice President, Merck Biopharma APAC

Merck

Merck, a leading science and technology company, has announced that Liz Henderson has been appointed Regional Vice President, Merck Biopharma Asia Pacific (APAC), effective immediately. The role is based in Singapore and Henderson reports to Chris Round, Head of International Operations & Global Core Franchises, Merck Biopharma.  Henderson succeeds Andre Musto, who has been promoted within the organisation as Senior Vice President and Head of the Global Cardiometabolic & Endocrinology Franchise, still based in Singapore.

Henderson’s career began at Merck in 2009. She will move to Singapore from London, where she has been Managing Director and General Manager, Merck UK & Republic of Ireland for the last 18 months. In her new role, Henderson will have overall P&L responsibility for the Merck Biopharma Business, covering 11 APAC countries across the company’s four therapy areas: Oncology, Fertility, Neurology and Immunology, and General Medicine and Endocrinology. She is a member of the Global Commercial Operations Leadership Team at Merck Biopharma and the co-Sponsor for the Women in Leadership Asia Council.

Henderson started at Merck in the Life Science business sector, including leading the Separations Technology Cluster of manufacturing sites across the United States and Europe. Prior to Merck, she worked for more than 10 years at Pfizer and Amgen in a variety of manufacturing leadership roles and was responsible for a new site start-up at Amgen.

“I’m very excited to be continuing my journey at Merck and to be embarking on this new role as Regional Vice President, APAC,” said Henderson. “I have always been passionate about seeing ideas translate into life-changing therapies and as a leader in this field, Merck blends science and ground-breaking technologies to transform the way we approach and understand disease. The APAC region remains fundamental to Merck and I am proud to join the team as we continue to deliver high quality, holistic care in response to some of APAC’s biggest challenges.”

Henderson’s exact arrival date in Singapore is to be confirmed and will depend on travel restrictions associated with COVID-19. Until then, she will be based in Dublin.

Penyandang Diabetes Harus Mencapai Target Gula Darah Agar Terhindar Dari Risiko Perparahan COVID-19

diabetes

Centers for Disease Control (CDC) telah menambahkan diabetes tipe 2 ke daftar kelompok berisiko COVID-19, yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit parah atau kematian.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa diabetes menempati urutan kedua penyakit penyerta kasus positif dan kasus kematian karena COVID-19, setelah hipertensi.

Untuk menghindari risiko perparahan pada penyandang diabetes, maka tercapainya target gula darah menjadi sangat penting. Target gula darah yang tidak tercapai dapat menyebabkan hasil yang buruk pada pasien dengan diabetes dan COVID-19.

Diabetes adalah salah satu penyakit penyerta atau komorbiditas utama dari kasus positif dan kasus meninggal COVID-19. Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia per tanggal 4 Agustus 2020, diabetes menempati urutan kedua setelah hipertensi. Hal ini berarti penyandang diabetes akan lebih rentan mengalami perparahan bahkan menyebabkan kematian jika terinfeksi COVID-19.

dr. Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES; Endokrin mengatakan, “Apabila seseorang yang memiliki penyakit diabetes terpapar virus COVID-19, maka mereka memiliki potensi lebih besar untuk mengalami tingkat keparahan yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan fluktuasi level gula darah dan kemungkinan adanya komplikasi diabetes lainnya.”

Dengan kata lain, penyandang diabetes harus lebih waspada dan disiplin dalam menjaga kadar gula darah senantiasa berada dalam kisaran target untuk mencegah terjadinya komplikasi. Disiplin dalam mencegah komplikasi ini tentunya juga tak hanya saat pandemi COVID-19, tetapi harus dijalankan setiap saat agar penyandang diabetes dapat beraktifitas secara normal.

Cara termudah untuk mencegah komplikasi adalah dengan menjaga kadar gula darah dalam rentang normal. Hal ini dapat dicapai dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan baik dengan obat oral maupun insulin, dan tetap berkonsultasi dengan dokter.

Namun, pada saat pandemi COVID-19 ini masyarakat cenderung takut untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan. Hal ini terlihat dari survey MarkPlus Industry Roundtable edisi ke 20 yang membahas institusi kesehatan selama COVID-19.4 Berdasarkan hasil survei cepat yang dilakukan, masyarakat semakin takut untuk mengunjungi rumah sakit sejak pandemi. 71,8 persen responden mengaku tidak pernah mengunjungi rumah sakit ataupun klinik sejak adanya COVID-19.4[1]

“Ketakutan masyarakat untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan ini dapat mengakibatkan pasien diabetes mengurangi kepatuhan dalam menjalankan pengobatan dan memeriksa kadar gula darahnya, sehingga apabila kepatuhan ini berkurang dan gula darah naik dari kisaran target, pasien diabetes berisiko tinggi untuk mengalami komplikasi di masa depan walaupun tidak terinfeksi COVID-19” lanjut Dr. Roy.

dr. Widyastuti, MKM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sebenarnya masyarakat tidak perlu takut untuk mengunjungi fasilitas kesehatan di masa pandemi ini asalkan mengikuti protokol kesehatan. “Walaupun di masa pandemi COVID-19, pengobatan diabetes tetap harus berjalan seperti biasa. Maka, penyandang diabetes tidak perlu takut pergi ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan atau berkonsultasi dengan dokter. Selama mereka memperhatikan protokol keselamatan atau yang kita sebut gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan teratur, maka kesehatan dan keamanan dapat tetap terjaga.” Ujar beliau.

Diabetes merupakan penyakit yang erat sekali hubungannya dengan gaya hidup. Oleh karena itu, penyandang diabetes harus memperhatikan pola makan dan gaya hidup, melakukan olahraga yang tepat, serta mengecek kadar gula darah dengan teratur selama pandemi COVID-19 ini. Penderita diabetes juga dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, batuk, dan kesulitan bernapas agar segera mendapatkan pertolongan yang tepat.

Osy, seorang penyandang diabetes mengungkapkan bahwa, “Memang pasti ada rasa ragu untuk pergi ke puskesmas atau rumah sakit di masa pandemi ini. Tapi saya mengerti betul bahwa saya sebagai penderita diabetes harus tetap sehat dan mengontrol kadar gula darah tetap dalam kisaran target dengan cara tetap berobat dan berkonsultasi dengan dokter. Karena yang kami hadapi adalah apabila terinfeksi COVID-19 dan gula darah tidak terkontrol, akibatnya COVID-19 akan menjadi lebih berat, di sisi lain apabila menghentikan konsultasi dengan dokter dan mengabaikan kontrol gula darah, walaupun kami di rumah saja dan terhindar dari COVID-19, risiko komplikasi yang akan membayangi. Oleh karena itu, saya tetap pergi kontrol ke rumah sakit, tentunya dengan mematuhi protokol keselamatan yang berlaku.”

Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara menjaga kesehatan selama masa adaptasi kebiasaan baru ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta senantiasa menyosialisasikan Gerakan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai protokol kesehatan mandiri untuk masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Novo Nordisk bekerja sama dalam program Cities Changing Diabetes untuk mebengkokkan kurva diabetes terutama di perkotaan.