Minggu, 24 Juni 2018

7 Tempat Yang Paling Banyak Kumannya Di Dalam Rumah

Kamu tentu akan sangat berhati hati saat memasuki toilet umum. Mengapa? Karena menurut kebanyakan orang, toilet umum merupakan tempat yang jorok dan banyak kumannya. Gak ada yang salah dengan anggapan itu karena toilet umum memang dipakai oleh banyak orang dengan beranekaragam kuman yang dibawanya.

Tapi tahukah kamu? Sarang kuman tidak hanya ada di tempat tempat umum. Kuman ternyata juga banyak bersarang di tempat yang paling dekat dengan kehidupanmu yaitu rumah. Tidak tanggung tanggung, kuman yang bersarang di rumah juga bisa berupa kuman yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Ingin tahu tempat yang paling banyak kumannya di dalam rumah? Berikut daftarnya.

1. Spon dapur

Menurut studi dari NSF International, spon dapur merupakan salah satu benda yang paling banyak kumannya di dalam rumah. Kondisi yang basah dan hangat menjadikan spon dapur sebagai surga bagi tumbuh dan berkembang biaknya kuman. Kuman kuman ini kemudian menyebar ke bagian lain dari dapur saat spon dapur digunakan untuk membersihkan meja, talenan dan tempat mencuci piring. Karena berbahaya dan banyak kumannya, FDA Amerika Serikat melarang penggunaan spon dapur pada dapur rumah makan.

Bila kamu masih ingin mempertahankan spon dapur di rumah, cobalah memastikan bahwa sponnya selalu dalam kondisi bersih. Sebagai pengganti spon dapur, kamu bisa menggunakan kain pembersih piring yang lebih cepat kering sehingga kuman enggan tumbuh di sana. Ingat selalu untuk menggantung kain pembersih atau lap piring setelah digunakan.

2. Tempat cuci piring

Seperti halnya spon dapur, tempat cuci piring juga bisa sebagai salah satu sarang kuman di dapur. Kuman kuman berbahaya yang kamu bersihkan dari makanan mentah bisa jadi masih mondok di dalam tempat cuci piring. Beberapa dari kuman ini tumbuh dan berkembang biak di dalam tempat penampungan kotoran sementara yang ada di tempat cuci piring.

Cobalah untuk membersihkan tempat cuci piring secara menyeluruh dua kali seminggu. Bersihkan seluruh bagian tempat cuci piring menggunakan sikat. Bila perlu, gunakan cairan disinfektan dan biarkan cairan disinfektan itu selama 10 menit sebelum dibersihkan.

3. Alat pembuat kopi

Alat pembuat kopi mungkin jarang tersedia di dalam dapur kebanyakan orang Indonesia karena kita lebih suka menyeduh kopi yang sudah berupa bubuk kopi. Namun, tempat penampungan yang terdapat di dalam alat pembuat kopi bisa menjadi salah satu sarang kuman.

Ingat selalu membersihkan alat pembuat kopi seperti yang tercantum di dalam buku panduan.

4. Meja dapur

Meja dapur bisa mendapatkan kuman dari makanan mentah yang kamu siapkan di atasnya atau dari alat pembungkus makanan yang ditaruh di atasnya. Karena meja dapur biasa digunakan untuk menyiapkan makanan maka sangat berisiko terjadinya kontaminasi silang bila meja dapur tidak bebas kuman.

Jangan menaruh benda benda selain makanan di atas meja dapur dan pastikan kamu membersihkan meja dapur dengan disinfektan begitu selesai digunakan.

5. Sikat gigi dan tempat sikat gigi

Sikat gigi mendapatkan kuman dari mulut saat kamu menggosok gigi. Selain itu, kuman yang mondok di sikat gigi juga bisa berasal dari udara saat kamu menyiram kloset setelah buang air besar. Sikat gigi menjadi salah satu tempat yang nyaman bagi kuman untuk tumbuh dan berkembang biak.

Pastikan sikat gigi dan tempat sikat gigi berada di tempat yang ventilasinya bagus sehingga sikat gigi dan tempatnya cepat kering. Pastikan kamu mencuci sikat gigi dan tempatnya sekali seminggu dan mengganti sikat gigi setiap 3 bulan.

6. Mesin cuci

Kamu mungkin mengira mesin cuci sebagai salah satu tempat yang jarang ada kumannya. Namun menurut sebuah studi, celana dalam yang telah digunakan mengandung sedikitnya 10 gram bahan bahan yang berhubungan dengan pup. Faktanya, kuman kuman itu tidak selalu mati setelah proses pencucian pakaian dan berbaur dengan pakaian lain saat proses pencucian. Mencuci dengan air panas tidak selalu membantu membasmi kuman yang ada di dalam pakaian.

Satu satunya cara membebaskan pakaian dari kuman adalah dengan memanaskan pakaian atau menyetrikanya. Memanaskan pakaian juga bisa dilakukan dengan cara menjemur pakaian di bawah sinar matahari. Pastikan kamu membersihkan mesin cuci bagian dalam dan luar dengan disinfektan begitu selesai digunakan.

7. Tas belanjaan

Sebuah survei yang dilakukan oleh Universitas Arizona menyimpulkan, hampir 97 persen orang yang disurvei mengaku tidak pernah mencuci tas belanjaan yang digunakan ke pasar. Kebiasaan tidak mencuci ini membuat tas belanjaan menjadi salah satu tempat ideal bagi kuman untuk tumbuh dan berkembang biak.

Cobalah memisahkan tas belanjaan yang digunakan untuk membeli makanan mentah, daging dan lain lain. Bersihkan tas tas ini begitu selesai digunakan lalu keringkan dengan baik sebelum digunakan kembali.


EmoticonEmoticon