Minggu, 14 Januari 2018

Ini Masalah Otak Yang Bisa Disebabkan Oleh Gula

Gula rasanya memang manis, tetapi manisnya rasa gula tidak semanis dampaknya bagi otak. Studi terbaru yang dipublikasikan dalam journal Physiology & Behavior mencoba mengetahui dampak konsumsi gula terhadap fungsi kognitif otak.

Studi kecil yang dilakukan oleh tim ahli dari Universitas Otago ini melibatkan partisipan sebanyak 49 orang. Para partisipan ini diminta untuk mengonsumsi tiga jenis gula (glukosa, fruktosa dan sukrosa). Sebagai pembanding (placebo), para peneliti menggunakan pemanis buatan, sucralosa. Para peneliti kemudian melihat dampak fungsi kognitif dari masing masing jenis gula yang dikonsumsi.

Hasilnya, tiap tiap gula memiliki dampak yang berbeda terhadap fungsi kognitif. Konsumsi glukosa dan sukrosa memiliki dampak yang lebih buruk terhadap fungsi kognitif partisipan bila dibandingkan dengan konsumsi fruktosa dan placebo.

Para peneliti menduga, glukosa-lah yang menjadi biang kerok dari penurunan fungsi kognitif ini karena di dalam tubuh, sukrosa dipecah menjadi glukosa dan fruktosa. Artinya, kedua gula yang mengandung glukosa (glukosa dan sukrosa) memiliki dampak yang buruk terhadap fungsi kognitif bila dikonsumsi. Lalu mengapa fruktosa tidak berdampak buruk? Karena fruktosa tidak mampu melewati dinding pembuluh darah otak.

Selain itu, para peneliti juga mengamati dampak dari kenaikan gula darah bagi fungsi kognitif. Hasilnya, partisipan yang kadar gula darah tinggi memiliki fungsi kognitif yang lebih buruk bila dibandingkan dengan partisipan yang kadar gula darahnya normal.

Fungsi kognitif yang paling berpengaruh kepada para partisipan yang mengonsumi glukosa adalah tingkat perhatian. Mereka yang mengonsumsi glukosa memiliki tingkat perhatian yang sangat rendah. Mereka bahkan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi atau fokus terhadap materi tes.

Studi ini bukan yang pertama membahas tentang hubungan antara konsumsi gula dengan fungsi otak. Sebagaimana diketahui, otak membutuhkan glukosa agar bisa bekerja dengan baik, tetapi konsumsi gula yang berlebihan dapat memberikan manfaat yang sebaliknya.

Para peneliti juga mengingatkan, setiap makanan yang bila dicerna menghasilkan glukosa akan memiliki dampak yang buruk terhadap fungsi kognitif, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu contoh makanan tersebut adalah karbohidrat yang setelah dicerna akan menghasilkan glukosa. Namun, efek penurunan fungsi kognitif pada konsumsi karbohidrat tidak sebesar bila dibandingkan dengan glukosa yang dikonsumsi secara langsung sebab kenaikan gula darah saat tubuh memecah karbohidrat berlangsung sangat lambat.


EmoticonEmoticon