Sabtu, 11 November 2017

Pengobatan Kebutaan Dengan Terapi Genetik Sebentar Lagi Terwujud

Pasien yang kehilangan penglihatan akibat gangguan genetik pada retina sebentar lagi akan dapat menikmati indahnya dunia. Menurut sebuat studi yang dipublikasikan dalam pertemuan tahunan American Academy of Ophthalmology, saat ini telah dikembangkan sebuah terapi genetik untuk kasus kasus kebutaan akibat gangguan genetik pada retina.

Leber congenital amaurosis (LCA) merupakan salah satu gangguan genetik pada retina yang dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan yang terjadi sejak bayi ini berkembang lambat sampai akhirnya menimbulkan kebutaan. Sampai saat ini, belum ada metode pengobatan yang tepat bagi penderita kebutaan yang disebabkan oleh penyakit genetik pada retina.

Menurut dokter mata Stephen R. Russell, M.D., dari  University Iowa, Amerika Serikat, pengobatan genetik metode baru yang selama ini telah dilakukan pada beberapa pasien telah menunjukan hasil yang cukup memuaskan. Dari 29 orang pasien yang menjalani pengobatan ini, 27 diantaranya atau 93% mengalami perbaikan penglihatan yang cukup menjanjikan.

Perbaikan penglihatan ini dapat dilihat dari kemampuan pasien untuk mengikuti sinar yang difokuskan pada sebuah bidang. Pasien juga mengalami perbaikan sensitifitas cahaya dan kemampuan melihat obyek pada bagian sisi bidang penglihatan.

Pengembangan terapi genetik ini sekaligus membuka pintu gerbang pada upaya pengobatan lebih dari 225 mutasi genetik yang menyebabkan kebutaan. Kelak diharapkan terapi genetik ini bisa menjadi solusi bagi gangguan penglihatan lain seperti degenerasi makular yang berhubungan dengan usia.

LCA sendiri merupakan penyakit langka yang terjadi pada 1 dari 80.000 individu. LCA bisa disebabkan oleh gangguan pada salah satu atau lebih dari 19 gen yang berbeda. Selama ini, pengobata yang dilakukan dengan cara voretigene neparvovec. Pengobatan ini menggunakan virus yang telah dilemahkan untuk membawa gen yang telah dimodifikasi ke dalam retina.


EmoticonEmoticon