Selasa, 07 November 2017

Makan Lebih Banyak Serat Dapat Menurunkan Risiko Kematian Akibat Kanker Usus Besar

Apakah makanan sehari harimu sudah kaya dengan serat? Bila jawabannya ya, ini ada berita baik untuk kamu. Menurut sebuah studi terbaru, mereka yang mengonsumsi makanan berserat tinggi setelah didiagnosa menderita kanker usus besar memiliki risiko kematian yang lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang kurang makan serat.

Studi yang dilakukan oleh Dr. Andrew Chan dan kawan kawan dari Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital di Boston, Amerika Serikat ini memeriksa data dari 1.575 orang dewasa yang didiagnosa menderita kanker usus besar. Pola konsumsi serat mereka kemudian diikuti selama 8 tahun. Selama periode ini, 773 sampel studi meninggal dunia, termasuk 174 meninggal dunia karena kanker usus besar.

Kesimpulannya, mengonsumsi makanan yang kaya dengan serat berhubungan dengan penurunan risiko kematian. Setiap penambahan 5 gram asupan serat pada menu sehari hari berhubungan dengan penurunan risiko kematian akibat kanker usus besar sebesar 22%, termasuk penurunan sebesar 14% dari risiko kematian akibat berbagai macam sebab.

Studi yang dipublikasikan dalam JAMA Oncology ini kembali mengingatkan pentingnya pengaturan diet untuk pasien pasien pasca didiagnosa dengan kanker. Pengaturan diet ini terutama penambahan asupan serat memiliki dampak yang sangat menguntungkan bagi kemampuan pasien untuk bertahan hidup.

Jenis serat ternyata berpengaruh

Dalam studi ini, jenis serat yang dikonsumsi pasien kanker ternyata berpengaruh terhadap penurunan risiko kematian. Ada beberapa jenis serat yang memiliki pengaruh besar, ada pula yang tidak berpengaruh.

Jenis serat yang memiliki pengaruh besar adalah serat sereal dan gandum utuh, sedangkan jenis serat yang agak kurang pengaruhnya adalah serat pada sayuran dan buah buahan.


EmoticonEmoticon