Rabu, 01 November 2017

Ini Yang Bisa Dilakukan Saat Rasa Nyeri Melanda

Setiap orang pasti pernah merasakan nyeri. Yap, karena nyeri merupakan mekanisme alami tubuh saat tubuh mengalami masalah. Dengan kata lain, rasa nyeri merupakan cara tubuh berkomunikasi dengan otak agar otak mengetahui bahwa tubuh saat itu sedang menghadapi masalah.

Saat rasa nyeri melanda, kebanyakan dari kita langsung membuka kotak obat dan minum obat pereda nyeri padahal obat pereda nyeri tidak selalu menjadi solusi terbaik dalam mengatasi nyeri. Yang pertama dilakukan tentu saja mencari sumber nyeri. Hal ini penting untuk mengetahui bagian tubuh yang bermasalah sehingga bisa dilakukan pengobatan sekaligus pencegahan agar rasa nyeri tidak muncul lagi.

Misalnya nyeri pada leher akibat kelamaan duduk di depan komputer maka yang dilakukan adalah segera mengistirahatkan leher dari depan komputer atau melakukan gerakan relaksasi otot otot leher. Bila setelah dilakukan relaksasi, nyeri pada otot otot leher tidak mereda baru kemudian dipikirkan untuk minum obat pereda nyeri. Intinya, tidak semua rasa nyeri harus diatasi dengan obat obatan pereda nyeri.

Obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri adalah jenis obat yang paling banyak tersedia di minimarket atau toko toko yang menjual obat secara bebas. Obat pereda nyeri bekerja dengan menghambat hantaran rasa nyeri yang dilakukan oleh sel sel saraf. Obat obatan pereda nyeri yang ada di pasaran cukup efektif untuk meredakan rasa nyeri yang derajatnya ringan sampai sedang. Beberapa dari obat ini juga berfungsi untuk meredakan proses inflamasi dan pembengkakan.

Secara umum di pasaran tersedia dua jenis obat pereda nyeri berdasarkan cara pakainya. Yang pertama adalah obat pereda nyeri yang diminum dan yang kedua adalah obat pereda nyeri yang cara pakainya dengan dioles pada bagian tubuh yang nyeri.

Jenis jenis obat pereda nyeri yang dikonsumsi dengan cara diminum antara lain aspirin, ibuprofen dan paracetamol. Obat obatan ini juga memiliki efek antiinflamasi untuk mengurangi pembengkakan yang terjadi.

Karena pemberiannya dengan cara diminum maka obat obatan pereda nyeri ini bisa menimbulkan efek samping pada sistem pencernaan seperti mual, muntah dan nyeri pada lambung. Untuk itu, pemberian obat obatan pereda nyeri harus memperhatikan peringatan yang terdapat pada kemasan obat.

Sedangkan untuk obat obatan pereda nyeri yang pemberiannya dilakukan dengan cara dioles antara lain salep diklofenak dan salisilat. Obat obatan ini dioleskan pada daerah yang sakit dan bermanfaat untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang tanpa menimbulkan efek samping yang berarti.

Kompres panas dingin

Terkadang rasa nyeri bisa diatasi dengan kompres panas, dingin atau kombinasi keduanya. Kompres panas dan dingin kerap bermanfaat untuk meredakan nyeri pada persendian, nyeri pada punggung, nyeri pada leher dan nyeri nyeri yang lainnya.

Kompres dingin bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah sehingga daerah nyeri menjadi mati rasa. Kompres dingin juga bermanfaat untuk meredakan pembengkakan. Kompres dingin bermanfaat meredakan nyeri yang disebabkan oleh keseleo, terbentur sesuatu, otot tertarik dan lain lain.

Kompres panas bekerja sebagai relaksasi otot sehingga cocok untuk mengatasi nyeri akibat kekakuan otot. Kompres panas juga bermanfaat untuk melancarkan aliran darah untuk mempercepat proses pnyembuhan. Selain kompres panas, mandi air hangat juga memiliki efek yang sama.

Sayangnya, kompres panas dingin tidak menghilangkan nyeri secara permanen, artinya kompres panas dingin hanya membantu mengurangi parahnya nyeri dan meredakan proses inflamasi.

Gaya hidup

Bagian terpenting dari mengatasi rasa nyeri adalah menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Olahraga yang rutin, makan makanan yang sehat dan bergizi seimbang, cukup tidur, mengelola stress dan relaksasi merupakan beberapa hal yang harus dilakukan untuk membantu mengatasi rasa nyeri.

Perubahan gaya hidup juga penting untuk mencegah rasa nyeri yang sama datang lagi dan tubuh lebih mampu untuk mengatasi rasa nyeri dengan kemampuannya sendiri.


EmoticonEmoticon