Selasa, 10 Oktober 2017

Takut Dijahit? Lukanya Dilem Saja

Bila sebelumnya dokter akan menjahit untuk menyatukan organ atau jaringan yang rusak, kini penyatuan organ atau jaringan yang rusak itu cukup dengan dilem. Lem untuk merekatkan luka pada kulit memang sudah ada, namun lem ini hanya mampu merekatkan luka di bagian luar.

Kini, tim peneliti dari Amerika Serikat dan Australia berhasil menemukan sebuah lem yang mampu menggantikan benang jahit untuk merekatkan organ atau jaringan tubuh yang rusak. Lem yang disebut dengan nama MeTro ini bahkan mampu mengurangi terbentuknya jaringan parut.

Menurut pembuatnya, lem ini terbuat dari material protein alami yang memiliki sifat lengket dan elastis. Protein alami tersebut adalah elastin yang di dalam tubuh manusia banyak terdapat pada organ yang memiliki sifat elastik seperti paru paru dan pembuluh darah.

Elastin ini bisa digunakan untuk menutup luka bekas irisan seperti pada kasus pengangkatan tumor paru. Karena sifatnya yang sangat elastis dan kuat, elastin bisa digunakan untuk menyatukan kerusakan organ yang sebelumnya harus menggunakan benang jahit. Selain itu, elastin juga akan diserap oleh tubuh saat luka telah sembuh.

Saat masih dalam proses penelitian, MeTro berhasil menyatukan dengan baik luka insisi pembuluh darah arteri pada tikus. MeTro juga berhasil menutup luka pada paru paru babi, tanpa adanya kebocoran udara saat paru paru tersebut mengembang dan mengempis. Percobaan ini menunjukan bahwa MeTro, selain bisa digunakan pada hewan yang tubuhnya kecil, juga bisa digunakan pada hewan yang memiliki tubuh yang lebih besar. Langkah selanjutnya adalah melakukan percobaan klinis pada tubuh manusia.

Pada manusia, MeTro bisa digunakan untuk menyatukan luka insisi pasca pembedahan. MeTro juga diharapkan mampu digunakan untuk menutup luka serius organ dalam seperti pada kasus kasus kecelakaan lalu lintas.


EmoticonEmoticon