Kamis, 19 Oktober 2017

Kanker Payudara Berhubungan Dengan Ketidakseimbangan Komposisi Bakteri

Para peneliti dari Amerika Serikat berhasil mengungkap adanya perbedaan komposisi bakteri antara jaringan payudara wanita yang sehat dengan jaringan payudara wanita yang terkena kanker payudara.

Pada jaringan payudara yang sehat, terdapat komposisi bakteri Methylobacterium yang lebih banyak bila dibandingkan dengan jaringan payudara yang terkena kanker payudara. Temuan ini bisa digunakan untuk menjawab tantangan pengobatan kanker payudara.

Menurut data WHO, kanker payudara telah membunuh 517.000 wanita di seluruh dunia pada tahun 2015 dan menjadi kanker pembunuh utama kaum wnaita.

Di dalam tubuh manusia terdapat bakteri yang berpengaruh terhadap terjadinya berbagai macam penyakit. Bakteri yang disebut dengan istilah microbiome ini telah banyak diteliti hubungannya dengan penyakit saluran pencernaan. Para ahli banyak yang menduga microbiome juga berhubungan dengan terjadinya kanker payudara, namun studi untuk memastikan dugaan ini masih belum banyak.

Studi yang dilakukan oleh tim dari Klinik Cleveland, Ohio, Amerika Serikat ini merupakan langkah awal dalam memahami pengaruh komposisi bakteri pada terjadinya kanker payudara. Ini merupakan studi pertama yang membandingkan komposisi bakteri antara jaringan payudara yang sehat dengan jaringan payudara yang terkena kanker payudara.

Target jangka panjang dari studi ini adalah dapat membantu proses diagnostik kanker payudara dengan lebih cepat dan kemungkinan penggunaan micriobiomics mencegah terjadinya kanker payudara.

Studi yang dipublikasikan dalam Oncotarget ini melakukan analisa terhadap 78 jaringan payudara wanita yang sedang menjalani pengangkatan payudara (mastektomi) akibat dari kanker payudara. Mereka juga menganalisa air bekas berkumur dan urine wanita tersebut untuk mendeteksi komposisi bakteri pada jaringan yang jauh dari payudara.


EmoticonEmoticon