Minggu, 08 Oktober 2017

Inilah 10 Faktor Risiko Utama Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2, Yang Nomor 10 Sering Kamu Lakukan

Ada banyak alasan yang membuat seseorang mengalami resistensi insulin yang kemudian berujung pada peningkatan risiko terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2. Diantara banyak faktor risiko tersebut, ada 13 faktor risiko utama terjadinya diabetes melitus tipe 2.

Ketigabelas faktor tersebut antara lain:

1. Keturunan atau genetik

Tidak seperti diabetes melitus tipe 1 yang faktor risiko genetiknya sangat kecil, diabetes melitus tipe 2 memiliki hubungan yang sangat kuat dengan faktor genetik. Artinya, seseorang sangat berisiko menderita diabetes melitus tipe 2 jika salah satu anggota keluarganya menderita diabetes melitus tipe 2. Risiko lebih tinggi bila selain faktor geneti juga disertai dengan beberapa faktor risiko yang lain.

Untungnya, faktor genetik bukan memastikan seseorang akan menderita diabetes melitus tipe 2. Seseorang bisa mencegah diabetes melitus tipe 2 dengan memperbaiki pola makan dan pola hidup meskipun dia memiliki faktor risiko genetik menderita diabetes melitus tipe 2.


2. Makan berlebihan

Makan berlebihan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2. Makan berlebihan akan sangat mudah meningkatkan berat badan seseorang yang berujung pada kegemukan.

3. Kegemukan sentral

Ketika kita bicara masalah kegemukan yang berhubungan dengan diabetes melitus maka fokus pembicaraan kita adalah kegemukan yang terjadi pada perut. Kegemukan pada perut atau perut buncit terjadi karena adanya timbunan lemak pada rongga perut atau dikenal dengan istilah lemak viseral. Jenis lemak ini sangat berbahaya bila tertimbun di dalam rongga perut karena dapat meningkatkan resistensi insulin yang selanjutnya berujung pada terjadinya diabetes melitus tipe 2.

4. Kekurangan zat gizi tertentu

Kekurangan zat gizi tertentu menyebabkan pengaturan metabolisme gula di dalam tubuh menjadi terganggu. Zat zat gizi yang dapat mempengaruhi metabolisme gula antara lain vitamin B6, zat besi, vitamin D3, vitamin C dan vitamin B12.

5. Kurang olahraga

Dalam banyak studi disebutkan, kurang olahraga merupakan faktor risiko utama terjadinya kegemukan dan makan berlebihan. Dan resistensi insulin yang merupakan faktor risiko diabetes melitus tipe 2 terjadinya pada mereka yang mengalami kegemukan dan makan berlebihan. Hanya dengan minimal 30 menit olahraga efektif setiap hari sudah cukup untuk menurunkan berat badan yang berujung pada penurunan risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2.

6. Ketidakseimbangan hormonal

Gangguan keseimbangan hormon bisa menyebabkan terjadinya kegemukan dan resistensi insulin. Beberapa jenis hormon tersebut antara lain kortisol, testosteron dan estrrogen.

7. Meningkatnya konsumsi lemak jenuh dan karbohidrat refinasi

Di beberapa negara Asia, angka kegemukan, resistensi insulin dan diabetes meningkat pesat karena pola makan tradisional penduduk di negara negara Asia didominasi oleh karbohidrat. Hampir 70% dari menu harian penduduk negara negara Asia terdiri dari nasi putih dan hal ini sudah berlangsung sejak bertahun tahun yang lalu. Selain itu, pergeseran menu ke makanan barat yang kaya dengan lemak jenuh juga memberi andil dalam meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus.

8. Disbiosis

Bakteri yang terdapat di dalam saluran pencernaan bermanfaat untuk membantu mengatur jumlah energi yang diserap dari dalam makanan. Uniknya, jenis dan jumlah bakteri yang terdapat dalam usus orang gemuk berbeda dengan jenis dan jumlah bakteri yang terdapat dalam usus orang kurus. Perbedaan ini menyebabkan usus orang gemuk lebih mudah menyerap racun yang terdapat di dalam makanan sehingga risiko terjadinya inflamasi sistemik dan resistensi insulin meningkat pesat.

9. Diabetes pada masa kehamilan

Ibu hamil yang menderita diabetes pada masa kehamilan atau diabetes gestasional memiliki risiko mengalami kegemukan dan diabetes melitus pasca melahirkan. Paparan glukosa yang berlebihan saat berada di dalam kandungan membuat anak terlahir dengan badan gemuk dan berisiko menderita diabetes melitus di usia muda. Berita baiknya, dengan ASI dan perbaikan pola makan serta pola hidup, diabetes karena faktor risiko ini dapat dicegah dengan baik.

10. Kurang tidur

Dalam dunia yang penuh kesibukan, kualitas dan kuantitas tidur seseorang mengalami penurunan yang drastis. Menurut sebuah studi, kurang tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes sampai 235%.


EmoticonEmoticon