Minggu, 10 September 2017

9 Tanda Seorang Anak Sudah Perlu Pakai Kacamata

Tahun ajaran baru biasanya yang paling diingat orang tua adalah membelikan anak buku dan alat tulis baru serta pakaian sekolah yang baru, tapi jarang sekali orang tua memikirkan untuk memeriksakan mata anak bila anak tersebut menggunakan kaca mata.

Menurut dokter mata dari Universitas Alabama, Amerika Serikat, masalah tajam penglihatan pada anak kerap tidak disadari oleh para orang tua dan cenderung untuk mengabaikan. Perubahan tajam penglihatan pada anak adalah sesuatu yang normal sesuai dengan masa pertumbuhan mereka. Apalagi anak anak sekolah kerap menggunakan mata untuk membaca dan belajar.

Pemeriksaan mata secara dini bisa mendeteksi kelainan mata khususnya tajam penglihatan pada anak yang selama ini tidak tertangani dengan baik. Penanganan dini ini juga mencegah terjadinya masalah penglihatan yang bisa dibawa seumur hidup.

Salah satu hambatan deteksi tajam penglihatan pada anak adalah anak tidak bisa menyampaikan keluhannya secara langsung. Kadang keluhan yang disampaikan tidak berhubungan langsung dengan masalah mata. Kondisi ini membuat para orang tua harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi dini keluhan keluhan yang diungkapkan anak yang mungkin berhubungan dengan masalah pada mata.

Berikut beberapa keluhan yang dialami oleh anak yang kemungkinan besar berhubungan dengan masalah mata dan memerlukan pemeriksaan mata lebih lanjut:

1. Kerap mengeluh sakit kepala

Ketika anak mengalami kelelahan pada akibat pandangan yang tidak fokus maka keluhan yang paling dirasakan adalah sakit kepala.

2. Merasa lelah setelah membaca

Kelelahan pada mata bisa ditandai dengan mata terasa panas, gatal dan lelah. Keluhan ini mungkin sulit diungkapkan oleh anak anak, namun sebagai orang tua, bila melihat anak merasa lelah dan capek setelah membaca maka kemungkinan besar anak mengalami masalah pada penglihatan.

3. Performa olahraga menurun

Bila anak mengalami kesulitan untuk melihat maka akan terlihat dari menurunnya kemampuan atau minat untuk bermain/berolahraga. Bila tidak segera ditangani maka prestasi olahraga di sekolah juga akan menurun akibat dari penurunan koordinasi antara tangan dan mata.

4. Kerap memicingkan mata atau menggunakan satu mata

Memicingkan mata tidak akan merusak mata, namun itu tanda anak sudah membutuhkan kaca mata. Dengan memicingkan mata, anak berusaha mengecilkan pupil sehingga sinar yang masuk ke mata menjadi lebih sedikit. Ini adalah salah satu teknik melihat disaat mata kabur.

5. Kerap berkedip dan menggosok mata

Bila anak kerap menggosokgosokan mata saat berusaha untuk berkonsentrasi, terutama saat membaca maka kemungkinan anak tersebut mengalami masalah pada penglihatan.

6. Kemampuan membaca menurun

Penglihatan yang baik adalah modal utama seorang anak untuk berprestasi di sekolah. Bila anak tidak berminat untuk membaca, mudah merasa bosan membaca, tidak paham dengan apa yang dibaca atau membaca beberapa kalimat berulang ulang maka kemungkinan besar anak tersebut memerlukan pemeriksaan mata.

7. Prestasi sekolah menurun

Ketidakmampuan anak untuk membaca apa yang ditulis oleh guru di papan tulis membuat anak tidak memahami pelajaran saat jam sekolah. Kondisi ini bila berlangsung lama tentu akan berujung pada penurunan prestasi sekolah.

8. Melihat layar gadget atau membaca buku terlalu dekat

Bila mendapati anak sedang membaca dengan jarak buku yang terlalu dekat dengan mata maka kemungkinan anak tersebut sedang bermasalah dengan penglihatannya. Demikian pula saat anak itu menonton televisi atau memandang gadget.

9. Menggunakan jari untuk menunjuk tulisan saat membaca

Menggunakan jari untuk menunjuk tulisan yang akan dibaca biasanya dilakukan anak saat belajar membaca, namun bila perilaku ini terjadi pada anak yang sudah pintar membaca maka kemungkinan anak tersebut sedang mengalami masalah penglihatan.


EmoticonEmoticon