Sabtu, 05 Agustus 2017

Zika Tidak Menular Melalui Air Liur

Penomena virus Zika masih membuat para ahli kesehatan di seluruh dunia diliputi rasa penasaran untuk meneliti lebih jauh tentang virus ini. Hasilnya, studi terbaru menyebutkan, virus Zika tidak ditularkan melalui air ludah atau saat berciuman.

Temuan ini penting mengingat penularan virus Zika dari manusia yang satu ke manusia yang lain masih banyak yang belum diketahui. Terutama penularan yang terjadi akibat adanya kontak dekat antar manusia.

Di Amerika Serikat sendiri, penularan virus Zika yang tanpa bantuan nyamuk masih belum ditemukan. Meskipun demikian, para ahli tidak menampik adanya cara penularan lain dari virus Zika yang tidak membutuhkan peranan nyamuk.

Sebagaimana diketahui, nyamuk adalah penular utama virus Zika pada manusia. Setelah seseorang terinfeksi, virus Zika akan tetap berada di dalam darah dan air liur selama beberapa minggu. Virus ini juga bertahan di dalam ASI selama beberapa minggu dan di dalam semen untuk beberapa bulan.

Virus Zika bisa menular melalui hubungan suami istri, namun masih tidak jelas apakah penularan yang terjadi juga melibatkan air liur.

Sayangnya, studi terakhir ini baru dilakukan pada monyet. Sebagaimana kita ketahui, hasil yang didapat pada studi hewan kadang tidak sama dengan bila studi tersebut dilakukan pada manusia.

Menurut seorang penilti yang terlibat dalam studi ini, air liur manusia yang sifatnya kental dan pekat kemungkinan menjadi penghambat pergerakan virus Zika dari satu sel ke sel yang lain. Air liur juga bukan merupakan lingkungan yang ideal bagi virus Zika.

Infeksi virus Zika hanya menyebabkan gejala ringan pada kebanyakan orang, namun infeksi virus ini pada ibu hamil diduga dapat menyebabkan terjadinya cacat bawaan berupa mikrosefali pada bayi yang dilahirkan.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.


EmoticonEmoticon