Rabu, 09 Agustus 2017

Menggunakan Pengering Tangan Di Toilet Justru Menambah Jumlah Kuman, Ini Alasannya

Bila kamu suka bepergian pasti kamu akan sering mengunjungi toilet umum. Yap, toilet umum menjadi fasilitas wajib yang harus dimiliki oleh tempat wisata agar pengunjungnya merasa nyaman.

Bila diperhatikan, tiap tiap toilet umum memiliki fasilitas yang berbeda beda. Ada yang hanya menyediakan gayung dan ember, ada pula toilet umum yang menyediakan fasilitas bak toilet di hotel bintang lima. Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh toilet umum mewah adalah pengering tangan otomatis.

Pengering tangan otomatis berfungsi untuk mengeringkan tangan dengan cepat menggunakan hembusan udara panas. Mekanisme kerjanya mirip dengan pengering rambut. Alat akan menghisap udara sekitar lalu dialirkan melalui pemanas khusus untuk dihembuskan kembali ke target yang akan dikeringkan.

Pengering tangan otomatis ini sekilas tampak canggih dan bagus untuk mengeringkan tangan. Tapi, tahukah kamu? Pengering tangan ini justru akan menambah jumlah bakteri yang ada pada tangan setelah kita mencuci tangan.

Menurut sebuah studi, pengering tangan otomatis dapat meningkatkan populasi bakteri yang ada pada tangan pasca dicuci sampai 255 persen. Sebaliknya bila menggunakan cara tradisional dengan tisu, jumlah bakteri pada tangan justru berkurang antara 45 sampai 60%.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena pengering tangan otomatis akan menghisap udara yang penuh bakteri yang ada di toilet, mengumpulkannya di dalam alat pengering untuk kemudian menghembuskannya pada tangan. Suasana hangat dan lembab yang ada di dalam alat pengering menjadi lokasi ideal untuk tumbuhnya populasi bakteri.

Hasil studi ini tentu bertentangan dengan pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa menggunakan pengering tangan otomatis akan jauh lebih higienis bila dibandingkan dengan pemakaian tisu. Namun, kedepannya sebaiknya kita mengurangi penggunaan pengering tangan otomatis dan kembali menggunakan tisu.


EmoticonEmoticon