Selasa, 08 Agustus 2017

Ini Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Makan Salju

Salah satu keunikan dari negera dengan empat musim adalah turunnya salju. Butiran es putih nan lembut ini biasanya turun saat musim dingin. Seperti halnya air hujan, saat salju turun, sengaja atau tidak, ada sebagian orang yang menelan atau memakan salju yang sedang turun dari langit.

Menurut sebagian orang, menelan salju bukanlah hal yang berbahaya, apalagi warna salju yang dimakan adalah yang berwarna putih. Menurut mereka, warna putih menandakan saljunya bersih, sedangkan yang gak boleh dimakan adalah salju yang berwarna kuning karena kotor dan mengandung polusi.

Benarkah pendapat itu? Menurut John Pomeroy, seorang peneliti dari Universitas Saskatchewan, salju yang turun ke bumi sejatinya mengandung banyak partikel yang terdapat dalam atmosfer. Salju ibarat spon yang menyerap partikel yang ada di atmosfer untuk kemudian menjatuhkannya ke bumi. Meskipun proses ini membuat udara bebas polusi, sebaliknya salju yang turun justru banyak mengandung polutan. Kondisi ini khususnya terjadi di daerah perkotaan yang banyak pabrik dan kendaraan bermotornya.

Bila di daerah perkotaan, salju banyak mengandung partikel polusi maka di daerah pedesaan atau pertanian, salju banyak mengandung partikel pestisida. Di beberapa daerah pertanian, salju banyak mengandung zat kimia magnesium klorida.

Mengetahui kandungan zat atau partikel yang ada di dalam salju maka sebaiknya kita tidak makan salju baik sengaja maupun tidak. Karena di Indonesia tidak ada salju maka kemungkinan air hujan pun mengandung partikel yang sama.


EmoticonEmoticon