Selasa, 29 Agustus 2017

9 Hal Perusak Sistem Pencernaan, Yang Nomor 6 Sering Tanpa Disadari

Pernah mengalami gangguan pencernaan? Bila jawabannya pernah atau bahkan sering maka besar kemungkinan masalah tersebut berhubungan dengan gaya hidup atau pola makan.

Pola makan kerap menjadi biang kerok masalah pencernaan karena kita terlalu memanjakan lidah. Makanan yang enak di lidah belum tentu bermanfaat bagi pencernaan. Bahkan ada beberapa makanan yang terasa enak ternyata dapat menganggu bahkan merusak sistem pencernaan.

Berikut beberapa jenis makanan dan kebiasaan yang dapat merusak kesehatan sistem pencernaan:

1. Gula

Gula merupakan makanan yang paling disenangi oleh bakteri jahat yang ada di dalam pencernaan. Hasilnya, pertumbuhan bakteri jahat akan meningkat sehingga menekan populasi bakteri baik. Ketidakseimbangan ini akan menyebabkan terjadinya proses inflamasi dalam sistem pencernaan yang berujung pada berbagai masalah kesehatan seperti resistensi insulin, kegembukan, diabetes dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

2. Pemanis buatan

Pemanis buatan memiliki efek buruk yang tidak kalah dengan gula dalam hal merusak sistem pencernaan. Pemanis buatan dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin dan hasil metabolisme aspartam pada pemanis buatan akan menghasilkan senyawa formalin yang tidak bagus bagi sistem pencernaan.

3. Bayam mentah

Sayur bayam memang bagus bagi tubuh, tapi harus dimasak terlebih dahulu. Bila dikonsumsi dalam keadaan mentah, bayam yang kaya dengan asam oksalat dapat menghambat penyerapan zat gizi di dalam usus sehingga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan gizi.

4. Susu

Pada keadaan tertentu, konsumsi susu dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam flora usus. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya inflamasi dan masalah pencernaan. Kebanyakan orang bisa mentoleransi efek buruk susu ini, namun tidak sedikit yang akhirnya bermasalah saat minum susu.

5. Makanan olahan jadi

Seperti halnya gula, makanan olahan jadi dapat menyebabkan ketidakseimbangan mikroorganisme di dalam usus. Ujung ujungnya tentu saja akan terjadi proses inflamasi dan resistensi insulin.

6. Air berklorin

Air berklorin biasanya digunakan untuk mengisi kolam renang. Tujuannya untuk mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Bila air berklorin ini diminum maka bakteri yang ada di dalam usus pun akan ikut terbunuh termasuk bakteri yang baik. Pastikan air minum yang kamu minum terbebas dari zat klorin.

7. Terlalu banyak makan daging

Daging banyak mengandung karnitin. Di dalam usus, bakteri memecah karnitin menjadi bahan yang dapat menyebabkan flak pada dinding arteri. Bila memang harus mengonsumsi daging, janganlah menjadikan daging sebagai makanan rutin setiap hari.

8. Stress

Tidak hanya makanan, stress juga memiliki efek yang buruk terhadap sistem pencernaan, terutama pada fungsi mencerna. Stress dapat menyebabkan perubahan komposisi bakteri seiring dengan meningkatnya permeabilitas usus sehingga berisiko menyebabkan usus bocor. Stress yang berlangsung terus menerus juga dapat meningkatkan risiko terjadinya alergi makanan.

9. Antibiotika dan NSAID

Obat obatan antibiotika dan NSAID dapat merusak usus bila dikonsumsi terlalu lama. Bila antibiotika menyebabkan terganggunya keseimbangan bakteri yang ada di dalam usus, NSAID sendiri dapat merusak lapisan usus atau lambung bagian dalam.


EmoticonEmoticon