Minggu, 11 Juni 2017

Vitamin Ini Dapat Membunuh Sel Kanker

Saat studi tentang kemungkinan penyembuhan kanker sedang berlangsung di laboratorium laboratorium di seluruh dunia, ada studi terbaru yang cukup menarik perhatian. Studi tentang vitamin murah yang terbukti mampu menghancurkan stem sel kanker. Stem sel kanker dipercaya merupakan sel awal dari pembentukan sel kanker baru atau tumor.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal kedokteran, Oncotarget ini menyebutkan vitamin C dapat menghancurkan stem sel kanker sehingga dapat mencegah penyebaran dari sel sel kanker. Vitamin C yang ditemukan oleh peneliti ini terbukti 10 kali lebih efektif dalam membunuh stem sel kanker bila dibandingkan dengan obat obatan eksperimental.

Berita ini tentu saja sangat mengembirakan mengingat kanker merupakan penyebab kematian urutan kedua di seluruh dunia. Pada tahun 2015 saja, kanker telah membunuh hampir 9 juta penduduk dunia.

Kepala peneliti, Dr. Michael P. Lisanti, professor pengobatan alternatif di Universitas Salford, mengatakan, kami selama ini mencoba mencari jalan untuk menghancurkan stem sel kanker dengan menggunakan bahan bahan alami. Hasil yang paling menarik adalah studi tentang vitamin C ini. Vitamin C adalah vitamin yang sangat murah, alami, tidak beracun dan mudah didapat sehingga bisa menjadi senjata andalan melawan kanker di masa depan.

Vitamin C banyak terdapat pada buah buahan dan sayuran terutama pada cabai merah, stroberri, jeruk, jeruk bali, jeruk nipis, delima, bayam, bit hijau dan tomat. Mengonsumsi makanan yang kaya dengan vitamin C dapat mencegah dan membantu mengobati kanker, namun dibutuhkan tambahan suplemen bila diperlukan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang terjadi dalam penelitian.

Belum diketahui dengan pasti berapa dosis vitamin C yang dibutuhkan untuk melawan kanker. Dibutuhkan studi yang lebih mendalam untuk bisa mengetahui dosis ideal ini. Selama ini, asupan vitamin C yang dianjurkan adalah 90 miligram vitamin C per hari, namun menurut para ahli pengobatan herbal, dosis ini sangat rendah untuk bisa mendapatkan efek anti kanker. Para ahli herbal ini menganjurkan asupan vitamin C sebanyak 2000 miligram per hari dan kadang dibutuhkan dosis lebih untuk tujuan pengobatan tertentu.

Dr. Linus Pauling, pemenang hadiah Nobel adalah orang pertama yang menemukan jika vitamin C memegang peranan penting untuk melawan kanker. Studi terbaru ini sekaligus menguatkan apa yang ditemukan oleh Dr. Pauling. Studi lain yang dipublikasikan dalam jurnal Science menemukan, vitamin C dosis tinggi dapat membantu pengobatan kanker usus besar.

Karena vitamin C larut dalam air dan tidak disimpan di dalam tubuh maka sebaiknya asupan vitamin C tetap terjaga setiap hari untuk mencegah kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin C ditandai dengan kerontokan pada rambut, mudah lelah, tulang rapuh, mudah mimisan, gusi berdarah, kulit gampang memar dan penyembuhan luka yang lama.

Vitamin C juga penting dalam pembentukan tulang dan gigi, proses pencernaan, pembentukan sel darah, penyembuhan luka dan produksi kolagen untuk memelihara elastisitas kulit.


EmoticonEmoticon