Jumat, 09 Juni 2017

6 Zat Gizi Yang Dibutuhkan Otak Agar Tetap Awet Muda

Selama ini kita selalu berpikir jika awet muda itu hanya terlihat dari penampilan saja, misalnya kulit yang kencang dan wajah yang cantik. Jarang banget dalam benak kita bahwa otak pun harus dibuat awet muda agat tetap berfungsi dengan baik.

Pernahkah kita merasa lupa dengan kejadian yang baru saja terjadi? Atau sedemikian susahnya mengingat nama seseorang. Hal itu merupakan salah satu tanda bahwa otak sudah tidak berfungsi dengan baik alias fungsi ingatan atau memori mengalami gangguan.

Gangguan fungsi memori bisa karena cidera/trauma pada kepala, penyakit dan kurang gizi. Yap, kurang gizi bisa menyebabkan fungsi otak terganggu sebab untuk bisa bekerja maksimal, otak membutuhkan beberapa zat gizi penting yang harus kita konsumsi secara rutin.

Berikut 6 zat gizi penting yang dibutuhkan otak agar bisa tetap awet muda dan berfungsi optimal:

1. Asam Lemak Omega 3
Menurut para ahli, asam lemak omega 3 terbukti dapat meningkatkan fungsi kognitif otak. Studi di Brasil menyimpulkan, pemberian asam lemak omega 3 pada pasien Alzheimer ringan dapat memperbaiki fungsi otaknya. Pada studi dengan menggunakan tikus, pemberian asam lemak omega 3 dapat meningkatkan fungsi kognitif seperti kemampuan mengingat obyek seiring dengan bertambahnya usia.

Asam lemak omega 3 banyak terdapat pada ikan, walnut, biji bijian, rumput laut. Asam lemak omega 3 juga bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen.

2. Cocoa Flavanols
Cokelat terutama dark chocolate adalah sumber utama dari zat gizi sahabat otak, cocoa flavanols. Pada studi selama 3 bulan, peneliti menemukan bahwa seseorang yang mengonsumsi cocoa flavanols dalam jumlah besar terdapat peningkatan fungsi pada area otak yang berhubungan dengan daya ingat dan penuaan.

Bubuk cokelat dibuat dengan fermentasi, pengeringan dan pemanggangan biji cokelat. Selama ini, cocoa flavanols sudah dikenal dapat menurunkan tekanan darah, melawan kerusakan sel, mencegah sumbatan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah ke otak.

Untuk dapat menikmati manfaat cocoa flavanols, konsumsilah porsi kecil dark chocolate beberapa kali dalam seminggu atau setiap hari.

3. Magnesium
Magnesium merupakan mineral yang berperanan penting dalam lebih dari 300 aktivitas biokimia tubuh termasuk kesehatan otak. Kekurangan magnesium merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit Alzheimer.

Makanan yang kaya dengan magnesium antara lain sayuran hijau, kembang kol, kacang kacangan dan gandum utuh.

4. Anthocyanins
Antioksidan ini banyak terdapat pada blueberri dan buah berri yang lain. Anthocyanins berhubungan dengan peningkatan aktifitas pengiriman sinyal antar sel saraf pada orak, terutama di bagian memori. Satu studi menunjukan, orang dewasa yang rajin mengonsumsi jus blueberri mengalami peningkatan dalam kemampuan daya ingat.

Studi pada tahun 2017 menunjukan, orang dewasa yang mengonsumsi blueberri setiap hari selama 6 minggu mengalami perbaikan dalam respon antar sel saraf di dalam otak.

Anthocyanins banyak terdapat pada cranberries, black raspberries, blackberries, ceri, berat hitam, kubis dan anggur.

5. EGCG dan theanine
Satu satunya jenis makanan yang mengandung kedua zat gizi ini adalah teh hijau (Camilla sinensis). Meskipun di dalam teh hijau terdapat 700 lebih zat gizi, EGCG dan theanine merupakan zat gizi yang penting dalam meningkatkan kesehatan otak.

EGCG adalah antioksidan poten yang masuk ke otak menembus lapisan pelindung otak lalu membersihkan otak dari radikal bebas. Polipenol ini juga memiliki efek sebagai anti inflamasi yang mencegah terjadinya proses inflamasi pada otak.

Dalam jumlah sedikit, EGCG juga terdapat dalam apel, hazelnut dan bawang.

6. Phosphatidylcholine
Zat gizi yang kerap disebut dengan choline ini merupakan keluarga dari Vitamin B Kompleks. Studi terakhir menunjukan, phosphatidylcholine memberi dampak yang baik terhadap struktur otak dari 72 orang usia lanjut. Para ahli menemukan, kadar phosphatidylcholine yang tinggi pada darah berhubungan dengan peningkatan fleksibilitas kognitif.

Phosphatidylcholine banyak terdapat pada kuning telur, susu organik, kubis dan daging.


EmoticonEmoticon