Minggu, 07 Mei 2017

Inilah Daftar Makanan Yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Manusia membutuhkan makanan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Namun tidak setiap hari banyak orang peduli terhadap apa-apa saja yang dimakannya. 

Seringkali, tanpa disadari, makanan yang sangat umum dikonsumsi sehari-hari mengandung zat karsinogen atau zat penyebab kanker. 

Mengingat kasus penyakit kanker termasuk salah satu yang menyebabkan hilangnya nyawa pada manusia, ada baiknya Anda lebih memperhatikan lagi asupan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Hindari 15 macam makanan penyebab kanker ini untuk pola hidup lebih sehat. 

1. Tomat Kalengan
Tomat jika dikonsumsi dalam bentuk buah segar, merupakan salah satu makanan pencegah kanker. Namun tidak begitu halnya dengan tomat yang dijual kalengan. 

Untuk alasan kepraktisan, cukup banyak restoran cepat saji yang memilih penggunaan tomat kalengan saat menyajikan makanan. 

Padahal, hampir semua makanan kalengan mengandung BPA atau bisfenol-A, sebuah elemen yang dipastikan dapat mempengaruhi kinerja gen pada otak, menurut sebuah penelitian di Proceeding of the National Academy of Sciences. 

Apalagi tomat termasuk salah satu jenis makanan yang tingkat keasamannya cukup tinggi, sehingga akan lebih memudahkan BPA yang terkandung dalam kaleng makanan luruh ke dalam tomat. Mulai sekarang, pastikan tomat yang Anda konsumsi tidak berasal dari tomat kalengan. 

2. Minuman Bersoda
Minuman bersoda memang sangat segar rasanya, terutama jika diminum di siang hari yang panas. Mendapatkan minuman bersoda pun sangat mudah, dari mulai restoran cepat saji tempat Anda makan siang, atau minimarket di sepanjang perjalanan. 

Banyak orang mengacuhkan fakta bahwa kandungan gula yang terkandung pada minuman bersoda ini sangat tinggi, yang menyebabkannya menjadi sumber penyakit diabetes. 

Selain itu, berbagai pewarna artifisial dan tambahan zat kimia berbahaya seperti 4-metil limidazol (4-MI) termasuk zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. 

3. Salmon Ternak (Farmed Salmon)
Mungkin Anda sudah sering mendengar bahwa salmon adalah salah satu ikan dengan kandungan lemak yang baik untuk tubuh, yaitu asam lemak omega-3. Namun sayangnya tidak semua jenis salmon mengandung omega-3 dalam jumlah yang tinggi. 

Misalnya saja di negara Amerika Serikat, 60% salmon yang dijual di pasaran adalah hasil ternak, bukan didapatkan nelayan dari laut bebas. 

Melalui proses peternakan, ikan salmon tersebut mendapatkan pakan yang tentunya tidak alami, penuh dengan berbagai zat kimia, antibiotik untuk menjaganya tetap terlihat sehat, pestisida untuk menghindari dari berbagai penyakit, yang kesemuanya dapat memicu kanker. 

Banyak pula para peternak salmon yang menambahkan zat kimia tertentu agar warna dagingnya terlihat merah muda segar, tanpa mempedulikan bahaya zat kimia tersebut. 

Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa salmon yang diternakkan mengandung kadar PCB dan merkuri dalam jumlah tinggi, serta zat dioksin yang bersifat karsinogenik. 

4. Berbagai Olahan Daging
Lebih spesifiknya, apa saja yang termasuk olahan daging? Akan sangat panjang daftarnya, namun beberapa yang sering menjadi makanan sehari-hari adalah sosis dan bakso instan. 

Dalam proses mengolah daging, sebuah penelitian oleh BMC Medicine menyebutkan bahwa daging akan ditambahkan garam dan berbagai zat lain agar memperkuat rasa dan mempercantik penampilannya. Seperti misalnya natrium nitrat agar daging terlihat segar dan enak, padahal zat tersebut karsinogenik.

5. Popcorn Microwave
Di era yang semakin maju ini, kini semuanya serba dimudahkan. Anda yang tinggal di kota besar tentu pernah menemukan popcorn yang cara membuatnya sangat mudah, yaitu tinggal memasukkan kertas pembungkus berisi jagung dan bahan lainnya ke dalam microwave, dan dalam beberapa menit kemudian popcorn sudah siap dinikmati. Popcorn microwave ini sangat banyak ditemukan di minimarket modern.

Anda mungkin belum menyadari bahwa dibalik kenyamanan yang didapatkan dari popcorn microwave, ternyata ada bahaya mengancam. 

Kertas pembungkus jagung untuk proses microwave mengandung PFOA (perfluorooctanoic acid). Zat ini cukup toksik dan menurut sebuah penelitian di University of California, PFOA berhubungan erat dengan ketidaksuburan (infertilitas) pada wanita. Berbagai penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa PFOA dapat menjadi zat kimia penyebab kanker, terutama kanker ginjal, liver, pankreas, dan testis. 

6. Keripik Kentang
Snack yang satu ini memang sedap rasanya. Walaupun begitu, setiap bunyi kriuk dari keripik kentang ternyata mengandung sangat banyak lemak dan kalori, juga sangat kaya akan kandungan natrium yang menyebabkan tekanan darah tinggi. 

Selain itu, keripik kentang juga mengandung berbagai tambahan perasa artifisial, pengawet, serta pewarna yang sebetulnya tidak diperlukan tubuh. Keripik kentang yang digoreng pada suhu sangat tinggi juga dapat membentuk senyawa akrilamida, yang termasuk dalam golongan karsinogen.

7. Minyak Sawit
Dalam proses pembuatan minyak sawit, terdapat sebuah tahapan yang dinamakan hidrogenasi, yaitu penambahan zat hidrogen sehingga lebih terlihat jernih dan tidak berbau. 

Walau begitu, minyak sawit dan beberapa olahan lainnya seperti margarin sebetulnya kurang baik untuk kesehatan. Minyak sawit sangat kaya akan asam lemak omega-6, yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kulit. 

Selain itu, proses hidrogenasi juga membuat minyak mempengaruhi struktur membran sel manusia, yang juga diduga berhubungan dengan peningkatan risiko kanker. 

8. Tepung Pabrikan
Tepung yang diproduksi dalam jumlah masal biasanya melalui tahapan bleaching atau pemutihan warna menggunakan gas klorin. 

Tahapan tersebut akan menghancurkan kandungan alami tepung. Selain itu, zat klorin juga termasuk salah satu gas yang berbahaya jika dihirup manusia. Tepung berwarna putih bersih yang dihasilkan juga akan memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi, artinya akan sangat cepat menaikkan kadar gula darah. 

Sel tumor pada tubuh sangat menyukai kondisi tingginya kadar gula dalam darah, karena gula tersebut akan menjadi konsumsi sel yang berpotensi menjadi sel kanker. 

9. GMO (Genetically Modified Organism)
Demi meningkatkan mutu dan kualitas berbagai tumbuhan, teknologi telah memungkinkan manusia untuk melakukan perubahan genetik pada benih tumbuhan, sehingga tanaman yang dihasilkan memiliki lebih banyak sifat unggul tanpa perlu adanya sifat yang buruk. 

GMO merupakan organisme yang telah dimodifikasi secara kimia, dan ditumbuhkan dengan berbagai macam zat kimia. 

Hingga saat ini, GMO masih diperdebatkan apakah memang betul-betul aman untuk dikonsumsi hasilnya. Sebuah penelitian di Rowett Institute Scotland mengujicobakan makanan GMO pada tikus percobaan. Tidak sampai 10 hari, tumbuh sel yang berpotensi menjadi kanker pada objek penelitian.

Untuk lebih amannya, selalu perhatikan label makanan yang Anda konsumsi, pastikan terdapat label bebas GMO. 

10. Gula
Gula tidak hanya akan menaikkan kadar insulin dalam tubuh, namun juga dapat menjadi makanan bagi sel kanker, sehingga mendukung pertumbuhannya. 

Sel kanker memang sangat menyukai sesuatu yang manis. Penelitian sudah dilakukan mulai dari tahun 1931, oleh German Otto Warburg yang membuktikan bahwa ketika sel kanker bertemu gula, maka sel tersebut akan jauh lebih cepat tumbuh dan bertambah besar. 

Gula yang paling berbahaya adalah gula fruktosa jenis HFCS (High-Fructose Corn Syrup), karena sangat mendukung metabolisme sel kanker. Gula HFCS ini banyak digunakan dalam berbagai kue, cookies, soda, jus, saus, sereal, dan berbagai makanan lainnya. 

Jika membeli suatu makanan yang kira-kira mengandung gula, selalu ingat untuk mengecek jenis gula apa yang digunakan dan jumlahnya dalam makanan tersebut.

11. Pemanis Buatan
Harga gula yang kian mahal membuat banyak pedagang minuman di Indonesia menggunakan pemanis buatan untuk mengolah minuman yang diminum sehari-hari oleh banyak orang. 

Padahal, pemanis buatan seperti misalnya aspartam kurang baik efeknya bagi tubuh. Pemanis buatan akan membuat tubuh merasa haus akan sesuatu yang manis, sehingga Anda akan terus menerus mencari sesuatu yang manis untuk dimakan. 

Hal ini tentunya buruk bagi tubuh, apalagi gula adalah sahabat yang baik untuk sel kanker. Apalagi telah ada penelitian yang menunjukkan bahwa aspartam dapat tercerna dalam tubuh dan membentuk senyawa berbahaya bernama DKP. Jika senyawa ini terlalu banyak di lambung, kemungkinan terburuknya adalah menyebabkan tumor pada otak. 

12. Makanan Berlabel Diet
Terutama untuk para wanita, mulai sekarang hindari konsumsi makanan berlabel diet, dan sebaiknya segera beralih ke sumber makanan organik yang lebih sehat. 

Makanan berlabel diet biasanya menggunakan pemanis buatan seperti aspartam yang telah dibahas dapat menyebabkan kanker. Selain itu, kandungan natrium yang tinggi dan pewarna serta perasa artifisial yang dicampurkan pada makanan tersebut juga belum tentu aman untuk tubuh. 

13. Alkohol
Pengguna alkohol di Indonesia yang mayoritasnya muslim memang tidak sebanyak di negara-negara Barat. Walau begitu, minuman beralkohol perlu diwaspadai bahayanya bagi tubuh, karena juga dapat menjadi pemicu kanker. 

Alkohol menjadi penyebab kedua terbanyak dari seluruh kasus kanker yang ada, setelah peringkat pertama disebabkan oleh rokok. Berbagai jenis kanker seperti kanker mulut, esofagus, liver, kolon, hingga kanker payudara dapat disebabkan oleh alkohol. 

Sebuah penelitian di Amerika juga membuktikan bahwa orang yang paling tidak meminum alkohol setiap hari lebih berisiko 30% lebih tinggi terkena kanker. 

14. Daging Merah
Bagi Anda penggemar steak, rendang, dan sate, tenang dulu. Daging merah cukup aman dikonsumsi jika tidak terlalu sering dan dalam jumlah yang tidak berlebihan. 

Walaupun begitu, sebuah studi menunjukkan bahwa jika Anda terus menerus makan olahan daging merah setiap hari, seperti dengan hamburger pada makan siang, risiko terkena kanker akan bertambah hingga 20-22%. Penelitian lainnya juga mendukung bahwa konsumsi daging merah berlebihan dapat menyebabkan kanker payudara, prostat, dan kolon. 
  
Nikmati daging merah, namun jangan setiap hari dan jangan berlebihan untuk menghindari kanker. 

15. Buah-Buahan Non-Organik
Buah-buahan dapat menyebabkan kanker?Pasti Anda tidak setuju. Namun tunggu dulu, buah-buahan yang dimaksud adalah buah dengan cara tanam non-organik. 

Non organik disini maksudnya adalah pada proses penanaman buah, ditambahkan pestisida seperti atrazine, thiodikarb, organofosfat, dan juga pupuk nitrogen dalam jumlah besar. 

Mencuci buah sebelum memakannya tidak akan 100% menghilangkan pestisida yang bersifat karsinogen tersebut. Memang memilih buah organik akan sedikit lebih mahal harganya dan penampilan buah pun tidak sebaik buah non-organik, namun demi kesehatan tubuh, mengapa tidak?
  
Demikianlah 15 macam makanan yang sering orang konsumsi sehari-hari tanpa mempedulikan bahayanya bagi kesehatan, seperti yang dilansir dari naturalon.com ( 16 Cancer Causing Foods You Probably Eat Everyday). Semoga berguna bagi Anda yang ingin hidup lebih sehat. 
Cegahlah kanker dimulai dari pola makan yang baik. 


EmoticonEmoticon