Kamis, 12 Oktober 2017

Ini Yang Harus Dilakukan Pasangan Suami Istri Agar Cepat Memperoleh Keturunan

Setelah menikah, pasangan suami istri kebanyakan pasti ingin cepat cepat memiliki momongan. Sayangnya tidak sedikit yang harus menunda keinginannya itu karena berbagai macam sebab. Salah satu penyebab tertundanya pasangan suami istri memperoleh keturunan adalah karena masalah kesuburan.

Masalah kesuburan adalah masalah bersama. Baik pria maupun wanita bisa mengalami masalah kesuburan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan pria dan wanita untuk menjaga kesuburannya sehingga bisa dengan cepat memperoleh keturunan.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seorang pria untuk menjaga kesuburannya:
  • Hindari memakai celana yang terlalu ketat dalam jangka waktu yang lama. Alat reproduksi pria sangat sensitif terhadap suhu panas sehingga diperlukan suhu yang optimal agar kesuburan tidak terganggu. Memakai celana yang terlalu ketat menyebabkan alat reproduksi pria tidak leluasa bergerak dan menempel pada tubuh sehingga terpapar panas dari suhu tuuh.
  • Jangan biasakan menaruh laptop di pangkuan atau menaruh ponsel di kantong depan celana.
  • Hindari berendam terlalu lama di bak air hangat atau di tempat sauna yang terlalu lama. Menurut sebuah studi, kesuburan pria yang kerap berendam air hangat lebih rendah bila dibandingkan dengan pria yang jarang berendam.
  • Jangan terlalu sering berada di dalam dapur yang panas, terutama berlama lama di depan oven yang panas.
  • Kurangi konsumsi kedelai karena kedelai kaya dengan isoflavones yang di dalam tubuh memiliki efek mirip estrogen pada wanita.
  • Kurangi konsumsi alkohol.
  • Olahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari.
  • Perbanyak konsumsi ikan yang kaya dengan asam lemak omega 3.
Lalu bagaimana dengan wanita? Apa yang harus dilakukan wanita agar kesuburannya terjaga?
  • Tetaplah aktif berolahraga, namun olahraganya jangan terlalu berat. Olahraga yang terlalu pada wanita dapat menghambat terjadinya ovulasi. Bahkan menurut sebuah studi, hambatan ovulasi tersebut bisa sampai 230 persen.
  • Jauhilah zat kimia yang beracun. Menurut Mayo Clinic, wanita yang berkerja di pertanian, penata rambut dan pekerjaan pekerjaan lain yang berhubungan dengan zat kimia, berisiko mengalami gangguan menstruasi. 
  • Kurangi konsumsi pereda nyeri khususnya obat obatan golongan NSAID seperti ibuprofen atau aspirin. 
  • Hindari pekerjaan yang memberlakukan shift malam bagi pekerja wanita. Bekerja di malam hari dapat menganggu hormon reproduksi.
  • Hindari minum susu yang terlalu tinggi kandungan lemaknya. Susu yang terlalu tinggi kandungan lemaknya dapat menghambat ovulasi, sedangkan susu rendah lemak memiliki efek sebaliknya. 
  • Kurangi konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi dan karbohidrat sederhana seperti roti, pasta dan nasi. Makanan jenis ini dapat meningkatkan kadar insulin yang menghambat proses ovulasi.
Bila dengan usaha usaha diatas, kehamilan belum juga diperoleh maka sebaiknya pasangan suami istri segera ke dokter untuk berkonsultasi memeriksakan kesuburan.

Rabu, 11 Oktober 2017

Saat Usia Sekolah, Bayi Prematur Berisiko Mengalami Ini

Bayi yang lahir prematur sangat berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang kemampuan kognitif dan perilaku saat mereka memasuki usia sekolah. Demikian menurut sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Queen Mary University of London (QMUL).

Para peneliti menemukan, anak anak yang lahir prematur memiliki skor IQ, kemampuan motoris, kemampuan membaca dan mengeja yang rendah saat mereka masuk sekolah dasar. Skor rendah ini kemudian berlanjut saat anak anak tersebut memasuki sekolah menengah pertama. Anak anak yang lahir prematur juga kerap didiagnosa mengalami gangguan hiperaktif (ADHD).

Menurut kepala peneliti Professor Shakila Thangaratinam, keselamatan ibu dan anak selama ini menjadi pilihan utama dalam menentukan kala persalinan. Namun, temuan pada studi ini mengharuskan para petugas kesehatan untuk memikirkan juga dampak buruk yang bisa terjadi pada bayi bila dipaksakan untuk lahir prematur. Untuk itu perlu dilakukan pendekatan komprehensif pada ibu hamil sejak pertama kali dipastikan kehamilannya.

Di Inggris, sekitar 60.000 bayi lahir prematur setiap hari. Komplikasi jangka pendek yang dialami bayi prematur antara lain gangguan pernafasan, sepsis dan perdarahan pada otak. Kini, bayi yang lahir prematur juga terbukti berisiko mengalami gangguan kemampuan kognitif dan perilaku kelak saat mereka memasuki usia sekolah.

Penelitian yang dipublikasikan dalam BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecologists ini menyimpulkan hasil hasil dari 74 penelitian yang melibatkan 64.061 anak yang lahir antara tahun 1980 dan 2016. Tim peneliti membandingkan kemampuan kognitif dan perilaku pada anak anak yang lahir cukup bulan dengan anak anak yang lahir prematur.

Hasilnya, anak anak yang lahir prematus memiliki skor IQ dan kemampuan motorik yang lebih rendah bila dibandingkan dengan anak anak yang lahir cukup bulan. Rendahnya skor IQ dan kemampuan motorik ini berlanjut sejak mereka memasuki sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama.

Hasil penelitian ini mengingatkan para pendidik untuk lebih memperhatikan riwayat kelahiran dari anak didiknya agar bisa diberikan pendidikan yang optimal sesuai dengan kemampuannya.

Selasa, 10 Oktober 2017

Takut Dijahit? Lukanya Dilem Saja

Bila sebelumnya dokter akan menjahit untuk menyatukan organ atau jaringan yang rusak, kini penyatuan organ atau jaringan yang rusak itu cukup dengan dilem. Lem untuk merekatkan luka pada kulit memang sudah ada, namun lem ini hanya mampu merekatkan luka di bagian luar.

Kini, tim peneliti dari Amerika Serikat dan Australia berhasil menemukan sebuah lem yang mampu menggantikan benang jahit untuk merekatkan organ atau jaringan tubuh yang rusak. Lem yang disebut dengan nama MeTro ini bahkan mampu mengurangi terbentuknya jaringan parut.

Menurut pembuatnya, lem ini terbuat dari material protein alami yang memiliki sifat lengket dan elastis. Protein alami tersebut adalah elastin yang di dalam tubuh manusia banyak terdapat pada organ yang memiliki sifat elastik seperti paru paru dan pembuluh darah.

Elastin ini bisa digunakan untuk menutup luka bekas irisan seperti pada kasus pengangkatan tumor paru. Karena sifatnya yang sangat elastis dan kuat, elastin bisa digunakan untuk menyatukan kerusakan organ yang sebelumnya harus menggunakan benang jahit. Selain itu, elastin juga akan diserap oleh tubuh saat luka telah sembuh.

Saat masih dalam proses penelitian, MeTro berhasil menyatukan dengan baik luka insisi pembuluh darah arteri pada tikus. MeTro juga berhasil menutup luka pada paru paru babi, tanpa adanya kebocoran udara saat paru paru tersebut mengembang dan mengempis. Percobaan ini menunjukan bahwa MeTro, selain bisa digunakan pada hewan yang tubuhnya kecil, juga bisa digunakan pada hewan yang memiliki tubuh yang lebih besar. Langkah selanjutnya adalah melakukan percobaan klinis pada tubuh manusia.

Pada manusia, MeTro bisa digunakan untuk menyatukan luka insisi pasca pembedahan. MeTro juga diharapkan mampu digunakan untuk menutup luka serius organ dalam seperti pada kasus kasus kecelakaan lalu lintas.

Minum Air Sebanyak Ini Untuk Cegah Infeksi Saluran Kemih

Salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh wanita menjelang menopause adalah infeksi saluran kemih. Menurut sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam ajang IDWeek 2017, salah satu faktor risiko terjadinya infeksi saluran kemih pada wanita premenopause adalah kurang minum atau air minum yang masuk dalam sehari kurang dari 1,5 liter. Penurunan risiko infeksi saluran kemih secara signifikan terjadi bila wanita premenopause diberi asupan air per hari lebih dari 1,5 liter.

Penurunan risiko infeksi kemungkinan terjadi karena bakteri tidak mondok dalam waktu yang lama di saluran kemih. Minum air yang cukup membuat seseorang sering buang air kecil sehingga bakteri yang ada di saluran kemih juga ikut terbuang.

Meskipun yang digunakan dalam penelitian ini adalah asupan air, para ahli percaya bahwa jenis cairan lain akan memberikan efek yang sama. Air memiliki keuntungan tersendiri karena tidak mengandung kalori.

Dalam penelitian ini, para peneliti melakukan asesmen terhadap 140 wanita premenopause yang sedikitnya pernah menderita infeksi saluran kemih dalam setahun terakhir. Selanjutnya para wanita ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang terdiri dari 70 orang wanita diminta untuk minum air sama atau lebih dari 1,5 liter. Sedangkan kelompok kedua disarankan untuk minum air seperti biasa.

Setelah diikuti selama setahun, para peneliti kemudian menghubungi satu per satu wanita tersebut dan menanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan kejadian infeksi saluran kemih.

Hasilnya, wanita yang minum air 1,5 liter atau lebih dalam sehari memiliki risiko menderita infeksi saluran kemih lebih rendah bila dibandingkan dengan wanita yang minum air kurang dari 1,5 liter. Wanita yang minum air 1,5 liter atau lebih juga lebih jarang mengalami kekambuhan infeksi saluran kemih dan lebih sedikit minum obat antibiotika.

Hasil penelitian ini tentu saja akan sangat bermanfaat bagi dunia khususnya dalam pencegahan infeksi saluran kemih pada wanita premenopause. Dengan berkurangnya kejadian infeksi saluran kemih maka konsumsi antibiotika untuk mengobati infeksi saluran kemih juga akan berkurang. Ini merupakan nilai tambah dalam upaya pencegahan resistensi antibiotika.

Minggu, 08 Oktober 2017

Inilah 10 Faktor Risiko Utama Terjadinya Diabetes Melitus Tipe 2, Yang Nomor 10 Sering Kamu Lakukan

Ada banyak alasan yang membuat seseorang mengalami resistensi insulin yang kemudian berujung pada peningkatan risiko terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2. Diantara banyak faktor risiko tersebut, ada 13 faktor risiko utama terjadinya diabetes melitus tipe 2.

Ketigabelas faktor tersebut antara lain:

1. Keturunan atau genetik

Tidak seperti diabetes melitus tipe 1 yang faktor risiko genetiknya sangat kecil, diabetes melitus tipe 2 memiliki hubungan yang sangat kuat dengan faktor genetik. Artinya, seseorang sangat berisiko menderita diabetes melitus tipe 2 jika salah satu anggota keluarganya menderita diabetes melitus tipe 2. Risiko lebih tinggi bila selain faktor geneti juga disertai dengan beberapa faktor risiko yang lain.

Untungnya, faktor genetik bukan memastikan seseorang akan menderita diabetes melitus tipe 2. Seseorang bisa mencegah diabetes melitus tipe 2 dengan memperbaiki pola makan dan pola hidup meskipun dia memiliki faktor risiko genetik menderita diabetes melitus tipe 2.


2. Makan berlebihan

Makan berlebihan merupakan salah satu faktor risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2. Makan berlebihan akan sangat mudah meningkatkan berat badan seseorang yang berujung pada kegemukan.

3. Kegemukan sentral

Ketika kita bicara masalah kegemukan yang berhubungan dengan diabetes melitus maka fokus pembicaraan kita adalah kegemukan yang terjadi pada perut. Kegemukan pada perut atau perut buncit terjadi karena adanya timbunan lemak pada rongga perut atau dikenal dengan istilah lemak viseral. Jenis lemak ini sangat berbahaya bila tertimbun di dalam rongga perut karena dapat meningkatkan resistensi insulin yang selanjutnya berujung pada terjadinya diabetes melitus tipe 2.

4. Kekurangan zat gizi tertentu

Kekurangan zat gizi tertentu menyebabkan pengaturan metabolisme gula di dalam tubuh menjadi terganggu. Zat zat gizi yang dapat mempengaruhi metabolisme gula antara lain vitamin B6, zat besi, vitamin D3, vitamin C dan vitamin B12.

5. Kurang olahraga

Dalam banyak studi disebutkan, kurang olahraga merupakan faktor risiko utama terjadinya kegemukan dan makan berlebihan. Dan resistensi insulin yang merupakan faktor risiko diabetes melitus tipe 2 terjadinya pada mereka yang mengalami kegemukan dan makan berlebihan. Hanya dengan minimal 30 menit olahraga efektif setiap hari sudah cukup untuk menurunkan berat badan yang berujung pada penurunan risiko terjadinya diabetes melitus tipe 2.

6. Ketidakseimbangan hormonal

Gangguan keseimbangan hormon bisa menyebabkan terjadinya kegemukan dan resistensi insulin. Beberapa jenis hormon tersebut antara lain kortisol, testosteron dan estrrogen.

7. Meningkatnya konsumsi lemak jenuh dan karbohidrat refinasi

Di beberapa negara Asia, angka kegemukan, resistensi insulin dan diabetes meningkat pesat karena pola makan tradisional penduduk di negara negara Asia didominasi oleh karbohidrat. Hampir 70% dari menu harian penduduk negara negara Asia terdiri dari nasi putih dan hal ini sudah berlangsung sejak bertahun tahun yang lalu. Selain itu, pergeseran menu ke makanan barat yang kaya dengan lemak jenuh juga memberi andil dalam meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus.

8. Disbiosis

Bakteri yang terdapat di dalam saluran pencernaan bermanfaat untuk membantu mengatur jumlah energi yang diserap dari dalam makanan. Uniknya, jenis dan jumlah bakteri yang terdapat dalam usus orang gemuk berbeda dengan jenis dan jumlah bakteri yang terdapat dalam usus orang kurus. Perbedaan ini menyebabkan usus orang gemuk lebih mudah menyerap racun yang terdapat di dalam makanan sehingga risiko terjadinya inflamasi sistemik dan resistensi insulin meningkat pesat.

9. Diabetes pada masa kehamilan

Ibu hamil yang menderita diabetes pada masa kehamilan atau diabetes gestasional memiliki risiko mengalami kegemukan dan diabetes melitus pasca melahirkan. Paparan glukosa yang berlebihan saat berada di dalam kandungan membuat anak terlahir dengan badan gemuk dan berisiko menderita diabetes melitus di usia muda. Berita baiknya, dengan ASI dan perbaikan pola makan serta pola hidup, diabetes karena faktor risiko ini dapat dicegah dengan baik.

10. Kurang tidur

Dalam dunia yang penuh kesibukan, kualitas dan kuantitas tidur seseorang mengalami penurunan yang drastis. Menurut sebuah studi, kurang tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya diabetes sampai 235%.

Sabtu, 07 Oktober 2017

Ini Bahayanya Bila Tubuh Manusia Kekurangan Kalsium

Bila selama ini asupan kalsium dianggap sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Mayo Clinic Proceedings mengungkap sebuah temuan baru yang tidak kalah pentingnya.

Menuruts studi tersebut, kadar kalsium yang rendah di dalam darah menyebabkan seseorang berisiko mengalami henti jantung. Risikonya bahkan meningkat dua kali lipat bila dibandingkan dengan orang yang kadar kalsium di dalam darahnya normal.

Sebagaimana diketahui, henti jantung merupakan salah satu penyakit jantung yang sangat fatal. Angak kematian henti jantung sangat tinggi atau hampir 90% dari seluruh kasus henti jantung. Selama ini para ahli berusaha mencari faktor risiko utama terjadinya henti jantung.

Dengan temuan ini, para ahli berhasil mengungkap hubungan penting antara kadar kalsium di dalam darah dengan risiko terjadinya henti jantung.

Dalam studi ini, para peneliti membandingkan kadar kalsium dari 267 pasien yang mengalami henti jantung dengan 445 pasien yang tidak mengalami henti jantung.

Hasilnya, kadar serum kalsium pada penderita henti jantung lebih rendah bila dibandingkan dengan pasien yang tidak mengalami henti jantung.

Kadar kalsim dalam darah yang menyebabkan seseorang mengalami risiko tinggi menderita henti jantung adalah kadar kalsium darah yang kurang dari 8.95 miligram pe desiliter. Sedangkan kadar kalsium normal di dalam darah adlaah 8,5 sampai 10,2 mg/dL.

Meskipun masih dibutuhkan studi lanjutan yang bisa membuktikan apakah memperbaiki asupan kalsium dapat menurunkan serangan jantung, studi terbaru ini sudah bisa digunakan memprediksi faktor risiko henti jantung.

Jumat, 06 Oktober 2017

Ini Akibatnya Bila Saat Hamil Tidak Makan Daging

Salah satu pola makan yang cukup digemari oleh berbagai kalangan adalah pola makan vegetarian atau pola makan yang mengharamkan konsumsi daging. Namun, tampaknya pola makan vegetarian yang dilakukan oleh ibu hamil harus dipertimbangkan lagi.

Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism, ibu hamil yang menerapkan pola makan vegetarian berisiko melahirkan anak anak yang kelak menjadi pecandu obat obatan terlarang. Kecanduan obat obatan terlarang ini diduga karena ibu hamil tidak mendapatkan vitamin B12 yang cukup pada masa kehamilan.

Sebagaimana diketahui, vitamin B12 banyak terdapat pada makanan yang bersumber dari hewan. Orang vegetarian sangat berisiko kekurangan vitamin B12 karena tidak mengonsumsi daging. Mereka wajib memenuhi kebutuhan vitamin B12 melalui suplemen tambahan.

Selain menjadi pecandu obat obatan terlarang, anak anak yang lahir dari ibu hamil yang tidak makan daging juga berisiko menjadi perokok, peminum minuman alkohol dan pengguna ganja.

Namun, studi ini masih sangat lemah dan memerlukan studi lanjutan yang lebih kuat untuk memastikan hubungan antara konsumsi daging di masa kehamilan dengan pola kecanduan obat obatan terlarang pada anak.

Selama ini diketahui, kekurangan vitamin B12 saat hamil memang akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, tapi untuk hubungannya dengan kecanduan obat obatan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.

Studi yang dipublikasikan dalam journal Alcoholism: Clinical and Experimental Research ini menganalisa data lebih dari 15.000 bayi yang lahir antara tahun 1991 dan 1992 di wilayah Bristol. Data bayi ini kemudian dipisahkan dan dibandingkan antara bayi yang lahir dari ibu vegetarian dengan ibu yang non vegetarian.

Setelah mengamati angka kecanduan alkohol, obat obatan terlarang dan kebiaaan merokok pada masing masing responden, peneliti berkesimpulan adanya temuan hubungan antara pola makan vegetarian saat hamil dengan peningkatan risiko kecanduan zat zat terlarang.

Menurut pimpinan studi Dr Joseph Hibbeln, ibu hamil sebaiknya mencukupi kebutuhan gizinya dengan baik. Kekurangan salah satu zat gizi akan bepengaruh terhadap tumbuh kembang anak khususnya perkembangan dari otak anak.

Rabu, 04 Oktober 2017

Inilah Ciri Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kekurangan Zinc, Salah Satunya Tak Terduga

Mungkin selama ini mineral yang sangat akrab di telinga kita adalah kalsium, padahal kalsium hanya satu diantara ratusan mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Salah satu mineral yang penting bagi tubuh tapi jarang kita dengar adalah zinc. Sepeti halnya kalsium, zinc sangat dibutuhkan tubuh agar bisa berfungsi dengan baik khususnya fungsi sistem kekebalan tubuh.

Zinc merupakan bahan penting dalam pembentukan lebih dari 300 enzim, khususnya protein yang terlibat dalam berbagai proses biokimia. Tanpa asupan zinc yang sukup, tubuh menjadi rentan infeksi akibat dari gangguan sistem immun, mengalami masalah pada sistem reproduksi, mengalami masalah pada pertumbuhan rambut dan kulit serta mengalami masalah pada penglihatan. Otak, jantung, liver, otot dan darah adalah organ organ tubuh yang fungsinya sangat tergantung dari zinc.

Kebutuhan zinc pada orang dewasa adalah antara 8 sampai 11 miligram per hari. Kebutuhan ini sangat bervariasi pada setiap orang tergantung dari kondisi kesehatan secara umum dan usia. Khusus untuk pria, kebutuhan zinc-nya sekitar 11 miligram per hari untuk menjaga sistem reproduksi pria agar tetap dalam kondisi sehat. Kekurangan zinc pada pria dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sistem reproduksi pria.

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zinc, diantaranya infeksi, stress, trauma dan penggunaan obat obatan steroid dalam jangka panjang.

Selama ini kita menganggap jerawat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan, tapi ternyata munculnya jerawat ada hubungannya dengan zinc. Menurut sebuah studi, kekurangan zinc berisiko menyebabkan tumbuhnya jerawat. Studi lain menyebutkan, 15% orang lanjut usia yang mengalami penurunan kemampuan mengecap diketahui kekurangan zinc di dalam tubuhnya.

Berikut beberapa ciri yang terjadi pada tubuh akibat kekurrangan zinc: 

  • Jerawat
  • Anoreksia atau selera makan menurun
  • Kuku rapuh
  • Gangguan pertumbuhan pada anak anak
  • Diare
  • Sulit mendapatkan keturunan
  • Sering menderita flu, cold dan infeksi yang lain
  • Keterlambatan kematangan sistem reproduksi, gangguan prostat, impoten.
  • Gangguan indera pengecap
  • Gangguan penglihatan di malam hari
  • Gangguan tidur
  • Gangguan pertumbuhan rambut dan kuku
  • Stretch mark
  • Bintik putih pada kuku.

Untuk memenuhi kebutuhan zinc, kita bisa mendapatkannya dari makanan terutama yang berasal dari tumbuh tumbuhan. Beberapa jenis makanan yang kaya dengan zinc diantaranya biji labu, jamur, bayam, asparagus, oat, bawang merah, biji bunga matahari, kacang kacangan, sayuran berdaun hijau gelap, beet, wortel dan peas.

Selain dari makanan, kebutuhan zinc tubuh juga bisa diperoleh dari suplemen. Namun disarankan untuk berhati hati mengonsumsi suplemen zinc untuk mencegah asupan zinc yang berlebihan sebab penumpukan zinc di dalam tubuh bisa menyebabkan terjadinya keracunan zinc.

Selasa, 03 Oktober 2017

Ini Bahayanya Jika Seseorang Melupakan Sarapan

Sarapan merupakan kebiasaan yang kerap dilakukan sebagian orang sebelum beraktivitas di pagi hari. Namun, tidak sedikit yang memilih untuk sarapan dengan berbagai macam alasan.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology, melupakan sarapan dapat meningkatkan risiko pengerasan pada dinding pembuluh darah arteri atau dikenal dengan istilah atherosklerosis.

Meskipun setelah peneliti memperhitungkan segala faktor risiko dari penyakit jantung, mereka yang rutin meninggalkan sarapan, tetap memiliki risiko tinggi menderita atherosklerosis bila dibandingkan dengan mereka yang rajin sarapan.

Menurut Dr. Valentín Fuster, peneliti dalam studi ini, prosentase energi yang dikonsumsi pada pagi hari kemungkinan besar berpengaruh terhadap kesehatan sistem kardiovaskuler.

Pada studi sebelumnya, meninggalkan sarapan dihubungkan dengan hal hal yang berhubungan dengan penyakit jantung seperti kegemukan, diabetes dan kadar kolesterol yang tinggi.

Studi kali ini, peneliti melakukan analisa terhadap data kuisioner diet dari 4.052 orang dewasa yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung.

Dari 4.052 orang dewasa tersebut, 3% tidak biasa sarapan, 69% memiliki kebiasaan sarapan dengan porsi kecil atau 5 sampai 20% dari kebutuhan kalori harian, dan 28% bisa sarapan dengan porsi besar atau lebih dari 20% dari kebutuhan kalori harian.

Mereka yang tidak sarapan sebagian besar berjenis kelamin laki laki, perokok dan mereka yang mengikuti program diet makan kalori di siang hari.

Dibandingkan dengan mereka yang rutin sarapan dengan porsi besar, mereka yang sarapan dengan porsi kecil masih memiliki risiko mengalami kerusakan pada pembuluh arteri utama pada leher sebesar 21% dan risiko kerusakan pada pembuluh darah perut sebesar 17%.

Risiko atherosklerosis terbesar dialami oleh mereka yang tidak rutin sarapan. Disamping itu, mereka yang tidak rutin sarapan juga memiliki lingkar perut yang lebih besar, tekanan darah yang lebih tinggi, kadar kolesterol dan kadar gula yang lebih tinggi.

Mereka yang tidak sarapan cenderung memiliki pola hidup yang buruk, termasuk pola makan yang tidak sehat, suka minum minuman beralkohol dan merokok.

Jadi, kemungkinan masalah pembuluh darah yang dialami oleh mereka yang tidak sarapan ada hubungannya dengan pola hidup yang tidak sehat tersebut.

Senin, 02 Oktober 2017

Ini Akibatnya Bila Menaruh Televisi Di Kamar Tidur Anak

Memiliki kamar tidur yang terpisah dengan kamar orang tua merupakan salah satu cara mendidik anak agar bisa mandiri. Namun, jangan coba coba menaruh pesawat televisi di kamar anak karena menurut studi terbaru, anak anak yang kamar tidurnya berisi pesawat televisi cenderung akan memiliki berat badan yang berlebihan.

Disamping mengalami kegemukan, anak anak yang tidur ditemani oleh pesawat televisi juga akan ketinggalan prestasi belajar di sekolah.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Negeri Iowa, Amerika Serikat ini menganalisa data sebuah paper yang menyebutkan setengah dari anak yang berusia tujuh tahun memiliki pesawat televisi di kamar tidurnya.

Para peneliti menyarankan para orang tua, bila tidak ingin anaknya mengalami kegemukan dan kemunduran prestasi belajar, segera singkirkan pesawat televisi dari kamar tidur anak.

Saat menonton televisi di kamar seorang diri, anak anak cenderung untuk menonton tayangan yang dia sukai artinya jarang diantara mereka menonton acara yang sifatnya mendidik atau bermain game dengan permainan yang mendidik.

Saat pesawat televisi ada di dalam kamar anak maka orang tua akan kesulitan memantau apa yang ditonton oleh anak anaknya. Mereka akan dengan mudah terpengaruh oleh tayangan televisi tanpa bimbingan orang tua.

Dari 5000 anak anak yang diteliti dalam studi ini, sebagian besar dari mereka menghabiskan waktunya untuk menonton televisi dengan mengurangi waktu untuk membaca. Durasi tidur mereka juga memendek. Tentu saja hal yang paling penting adalah menonton televisi di kamar akan mengurangi waktu mereka bermain di luar rumah dan berinteraksi dengan dunia luar.

Nah, bila di kamar anak anak masih ada pesawat televisi, segeralah singkirkan pesawat televisi tersebut.

Jumat, 29 September 2017

Hindari Makanan Ini Agar Otak Selalu Sehat

Otak adalah organ yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia. Otak menjaga organ organ tubuh yang lain agar tetap bekerja secara teratur dan optimal. Otak juga berfungsi sebagai tempat menyimpan memori atau ingatan. Melihat sedemikian besarnya fungsi otak maka sudah seharusnya kita menjaga agar otak selalu dalam kondisi sehat.

Sayangnya, ada beberapa jenis makanan yang kerap kita konsumsi justru membuat otak menderita. Makanan makanan tersebut memang terasa enak di lidah, namun sebenarnya membuat otak semakin tidak sehat.

Beberapa jenis makanan tersebut antara lain:

Makanan berlemak

Otak memang sebagian besar terdiri dari lemak dan membutuhkan lemak yang sehat untuk membentuk sel otak. Jadi, bila yang dikonsumsi adalah lemak yang tidak sehat seperti trans fat, margarin, jeroan, dan lain lain maka lemak lemak tersebut tidak bisa membantu otak untuk memproduksi sel otak yang baru. Lemak lemak jahat ini justru akan membuat reaksi inflamasi pada otak yang berujung pada masalah kesehatan jangka panjang seperti penyakit Alzheimer, kepikunan dan Parkinson.

Tidak hanya itu, mengonsumsi lemak sehat seperti Omega 6 secara berlebihan pun dapat meningkatkan risiko terjadinya inflamasi pada otak. Oleh sebab itu, agar otak selalu sehat maka sebaiknya mengurangi konsumsi segala jenis lemak termasuk protein hewani yang kaya dengan lemak jenuh. Dengan kata lain, cara paling sederhana mengurangi konsumsi lemak agar otak sehat adalah dengan mengurangi konsumsi gorengan.

Daging olahan jadi

Menurut WHO, daging olahan jadi termasuk ke dalam makanan yang mengandung zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker. Pada otak, daging olahan ini membantu lemak meningkatkan proses inflamasi sehingga menambah kerusakan otak.

Monosodium Glutamate (MSG)

MSG telah lama diketahui dapat meracuni sistem saraf atau dikenal dengan istilah neurotoksin. Salah satu kerusakan sistem saraf yang terjadi bila mengonsumsi MSG secara berlebihan adalah kerusakan sel sel saraf otak. MSG biasanya banyak terdapat pada makanan siap saji seperti bakso dan sejenisnya. Mengurangi konsumsi MSG bisa dengan cara mengganti MSG dengan bumbu lain saat memasak atau menghindari makanan makanan siap saji yang tinggi kandungan MSG-nya.

Makanan yang mengandung Polysorbate 80

Polysorbate 80 terdapat pada berbagai jenis makanan termasuk es krim dan keju. Partikel pada Polysorbate 80 terbukti dapat menyebabkan kematian sel otak pada percobaan menggunakan hewan. Selain merusak sel otak, zat ini juga terakumulasi dalam otak depan sehingga menganggu beberapa proses yang terjadi pada otak.

Makanan yang mengandung Sodium Benzoate

Sodium Benzoate biasanya digunakan sebagai pengawet makanan dan menurut studi yang dipublikasikan dalam The Lancet, zat ini diduga berhubungan dengan gangguan hiperaktif pada anak. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung pengawet sodium benzoate untuk mengurangi terjadinya inflamasi pada otak.

Selasa, 19 September 2017

Inilah Daftar Olahraga Yang Dapat Menguatkan Tulang

Semua orang pasti paham bahwa olahraga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Hampir seluruh organ tubuh akan merasakan manfaat saat seseorang bergerak aktif. Salah satu organ tubuh yang mendapatkan manfaat tersebut adalah tulang.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan massa tulang mencapai puncaknya pada masa puber sampai usia 20an tahun. Namun, saat seseorang melewati usia 30an tahun, massa tulang akan mulai mengalami penipisan.

Penipisan tulang setelah usia melewati usia 30 tahun adalah sebuah proses yang alamiah. Kondisi ini tentu saja akan berimbas pada kekuatan tulang, artinya tulang menjadi lemah dan mudah patah. Yang mengejutkan adalah diantara ratusan tulang yang ada pada tubuh manusia, tulang belakang, tulang panggul, tulang pergelangan tangan dan tulang rusuk adalah tulang tulang yang memiliki derajat penipisan tulang yang paling tinggi.

Kabar baiknya, olahraga ternyata dapat membantu menguatkan tulang yang mengalami penipisan tersebut. Olahraga akan menekan tulang sehingga merangsang tulang agar lebih kuat dan lebih padat.

Berikut beberapa aktivitas olahraga yang bisa kamu lakukan untuk menguatkan tulang:

1. Naik turun tangga

Memilih menaiki tangga dibandingkan dengan eskalator dapat membantu menguatkan tulang. Naik turun tangga dapat menguatkan tulang tulang kaki dan panggul. Naik turun tangga juga dapat memperbaiki keseimbangan tubuh.

Peningkatan massa tulang saat rutin naik turun tangga bahkan lebih tinggi bila dibandingkan dengan saat rutin berjalan atau berlari. Apalagi saat naik turun tangga, kamu melewatkan atau melompati satu tangga, massa tulang yang terbentuk akan makin kuat.

2. Berjalan

Berjalan kaki adalah aktivitas yang bagus untuk tulang. Menurut penelitian, berjalan secara rutin dapat menurunkan risiko patah tulang sampai 30%. Masih menurut penelitian tersebut, berjalan selama 15 menit setiap hari dapat menurunkan risiko osteoporosis.

Manfaat berjalan bagi tulang akan lebih banyak saat berjalan di jalanan yang menanjak atau berjalan sambil membawa beban.

3. Lompat tali

Lompat dapat menguatkan tulang sebagai bagian dari olahraga high impact. Lompat tali dapat menguatkan tulang kaki dan tulang panggul.

4. Olahraga beban

Olahraga beban yang dimaksud adalah olahraga yang menggunakan beban tubuh seperti push up, squats, dan lain lain. Olahraga beban semacam ini dapat membantu meningkatkan densitas tulang.

5. Angkat beban

Untuk menguatkan tulang, beban yang diangkat tidak harus terlalu berat. Sebuah penelitian menyebutkan, olahraga angkat beban pada wanita menopause dapat meningkatkan kepadatan tulang sampai 22%. Sebagai tahap awal, mulailah mengangkat beban yang ringan lalu naikkan beban secara bertahap.

6. Berlari

Seperti halnya olahraga beban yang lain, berlari juga bisa untuk menguatkan tulang. Namun, kekuatan tulang yang dihasilkan dari berlari tidak sebaik naik turun tangga atau berjalan kaki.

Jumat, 15 September 2017

10 Alasan Mengapa Kita Harus Berhenti Minum Susu

Bila dulu, susu termasuk bagian penting dari menu makanan sehat (4 sehat 5 sempurna), kini eksistensinya mulai dipertanyakan. Ada beberapa pihak yang mempertanyakan dan bahkan menentang keberadaan susu sebagai salah satu jenis minuman bergizi.

Dari beberapa tulisan yang saya baca, berikut beberapa alasan yang diungkapkan oleh mereka yang mengatakan susu merupakan minuman yang tidak sehat.

1. Susu sapi diciptakan untuk anak sapi

Manusia merupakan satu satunya spesies yang minum susu setelah dewasa. Dan manusia juga satu satunya spesies yang minum susu dari spesies yang lain.

2. Hormon

Alasan hormon tidak hanya karena kandungan hormon pada susu sapi lebih kuat daripada hormon manusia, namun juga karena sapi kerap diberi suntikan steroid dan hormon lainnya untuk merangsang produksi susu. Hormon hormon ini tentu saja akan berdampak negatif bagi tubuh manusia.

3. Makanan sapi yang tidak alami

Kebanyakan sapi yang diternakan untuk menghasilkan susu diberi makanan yang mengandung GMO atau jagung yang direkayasa genetik, antibiotika, pestisida dan lain lain.

4. Produk susu bersifat asam

Ketika dimetabolisme, produk susu akan berubah menjadi asam. Masuknya tambahan asam ke dalam tubuh dapat menganggu keseimbangan asam basa dan bila hal ini terjadi pada tulang maka akan menyebabkan tulang menjadi rapuh.

5. Hasil studi osteoporosis

Beberapa studi menyebutkan, negara negara peminum susu per kapita tertinggi di dunia ternyata juga memiliki insiden osteoporosis yang tinggi.

6. Tempat peternakan yang tidak manusiawi

Kebanyakan sapi penghasil susu hidup di peternakan yang tidak manusiawi. Mereka tidak pernah melihat padang rumput yang hijau.

7. Mengalami proses pasteurisasi

Kebanyakan produk susu mengalami proses pasteurisasi untuk membunuh bakteri berbahaya. Saat proses pasteurisasi ini, vitamin, protein dan enzim ikut hancur terutama enzim yang membantu proses pencernaan. Hal ini menyebabkan susu yang masuk ke dalam perut menjadi susah untuk dicerna.

8. Merangsang produksi lendir

Produk susu yang dikonsumsi dapat merangsang produksi lendir di dalam tubuh terutama pada saluran nafas.

9. Berhubungan dengan radang sendi (arthritis)

Beberapa studi menghubungkan konsumsi produk susu dengan kejadian radang sendi atau arthritis.

10. Mengalami proses homogenisasi

Kebanyakan produk susu mengalami proses homogenisasi untuk menambah jumlah proteinnya. Selain menyulitkan proses pencernaan, protein ini kerap dikenali sebagai 'benda asing' oleh tubuh sehingga merangsang reaksi alergi.

Rabu, 13 September 2017

Kamu Bisa Menderita Penyakit Ini Bila Sering Makan Daging

Apakah kamu termasuk orang yang senang makan daging? Menurut studi terbaru yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology, konsumsi daging merah dan unggas dalam dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus tipe 2.

Sebaliknya risiko diabetes melitus tipe 2 akan menurun jika konsumsi daging merah dan unggas diganti dengan ikan atau kerang kerangan. Penurunan risiko tersebut bisa mencapai 25%.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari Universitas Nasional Singapura ini menggunakan responden sebanyak 45.411 orang dewasa dengan usia rata rata untuk pria 55,2 tahun dan untuk wanita 57,3 tahun. Konsumsi daging merah, unggas, ikan dan kerang kerangan mereka diikuti selama 10,9 tahun. Dari rentang waktu 10,9 tahun, terdapat 5.207 kasus diabetes melitus tipe 2.

Kesimpulannya, risiko diabetes melitus tipe 2 mengalami penurunan sebanyak 26% pada mereka yang mengganti satu porsi makanan yang mengandung daging merah dengan ikan atau kerang kerangan. Dan terjadi penurunan risiko diabetes melitus tipe 2 sebanyak 22% pada mereka yang mengganti satu pori makanan yang mengandung unggas dengan ikan atau kerang kerangan. Sementara itu, tidak ada perubahan risiko diabetes melitus tipe 2 pada mereka yang mengganti konsumsi daging merahnya dengan unggas.

Penelitian ini kembali menegaskan temuan tentang risiko diabetes melitus pada konsumsi daging merah dan diduga berhubungan dengan kandungan zat besi heme pada daging merah.

Namun, para ahli mengingatkan, hasil penelitian ini tidak serta merta mengharuskan kita menyingkirkan secara total daging merah dari menu makanan sehari hari, tapi disarankan untuk mengurangi konsumsinya atau menggantikannya dengan ikan.

Selasa, 12 September 2017

Seram, Ini Akibatnya Kalau Duduk Terlalu Lama

Apakah kamu termasuk orang yang sehari harinya doyan duduk? Mungkin kamu perlu meninggalkan kebiasaan tersebut sekarang juga, sebab menurut studi terbaru, orang dewasa yang jarang bergerak cenderung lebih cepat meninggal dunia bila dibandingkan dengan mereka yang rajin bergerak.

Lebih jauh studi ini juga menyebutkan, penurunan risiko kematian dini juga dialami oleh mereka yang doyan duduk, namun di sela sela waktu duduknya diisi dengan berjalan kaki atau melakukan gerakan peregangan secara rutin.

Menurut Keith Diaz, peneliti yang berasal dari Fakultas Kedokteran, Universitas Columbia, Amerika Serikat, selama ini orang berpikir dengan olahraga saja sudah cukup untuk menjaga kesehatan, namun hasil studi ini mengatakan bahwa olahraga saja tidak cukup.

Masih menurut Diaz, saat ini kita butuh menambah frekuensi bergerak dalam sehari disamping melakukan olahraga,

Dalam studi ini, peneliti mengambil dan menganalisa data dari 7.985 orang dewasa yang berusia lebih dari 45 tahun. Mereka diminta untuk memakai alat ukur gerak untuk mengukur tingkat aktivitas yang dilakukan dalam seminggu.

Perilaku tidak aktif responden dihitung dari 77% waktu terjaganya atau sekitar 12 jam dalam sehari. Setelah dilakukan perhitungan, rata rata lamanya responden duduk adalah 11 menit sedangkan setengah dari responden yang terbiasa duduk akan berdiri rata rata setiap 30 menit.

Sekitar 14% dari responden yang diteliti memiliki kebiasaan meregangkan kaki dan tangan setiap 90 menit.

Selama dilakukan studi, sebanyak 340 orang responden meninggal dunia setelah diikuti selama 4 tahun.

Kesimpulannya, mereka yang aktif bergerak dan berdiri dan melakukan peregangan di sela sela waktu duduk memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang duduk dalam waktu lama.

Kurang gerak menyebabkan otot mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan metabolisme gula secara efisien. Bila berlangsung lama maka akan terjadi penumpukan lemak di dalam tubuh yang akan berujung pada penyakit kronis seperti kegemukan, diabetes, penyakit jantung, kanker dan akhirnya kematian.

Studi ini dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine, edisi 11 September 2017.