Sabtu, 19 Agustus 2017

Ini Bahayanya Membersihkan Telinga Dengan Cotton Bud

Pernahkah kamu membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud? Bila kamu pernah melakukannya maka sudah saatnya kamu mendengarkan saran para ahli untuk tidak melakukannya lagi.

Kotoran telinga memang sudah sepantasnya ada di dalam liang telinga dan tentu saja ada manfaatnya. Apa manfaat dari kotoran telinga? Tentu saja untuk membuat telingamu tetap sehat dengan cara menyaring kotoran yang masuk ke dalam liang telinga. Kotoran telinga yang melapisi kulit liang telinga akan melindungi telinga dari kerusakan akibat masuknya sesuatu ke dalam telinga dari dunia luar. 

Meskipun dalam bahasa awam disebut kotoran telinga, sejatinga kotoran telinga itu bersih dan tidak perlu rajin rajin dibersihkan.

Tubuh sebenarnya sudah memiliki mekanisme untuk membuang kotoran telinga saat tidak dibutuhkan lagi. Saat kamu mengunyah makanan atau adanya gerakan pada rahang, kulit yang ada pada liang telinga akan mendorong keluar kotoran telinga secara alami. Menggunakan cotton bud akan mendorong kotoran telinga ke bagian dalam dari liang telinga sehingga bisa merusak liang telinga dan gendang telinga.

Penumpukan kotoran telinga secara alami sangat jarang terjadi. Menurut American Academy of Otolaryngology—Head and Neck Surgery, hanya 1 diantara 10 anak yang mengalami dan 1 dari 20 orang dewasa yang mengalaminya. Masalah pengeluaran kotoran telinga ini terjadi karena adanya kelainan bawaan pada liang telinga dan proses pembentukan kotoran telinga.

Berikut beberapa gejala yang terjadi saat kotoran telinga terdorong ke dalam oleh penggunaan cotton bud:
  • Sakit atau gatal pada liang telinga
  • Telinga terasa penuh
  • Terdengar suara mendenging pada telinga (tinnitus)
  • Kemampuan mendengar menurun
  • Telinga berbau atau mengeluarkan cairan
Bila kamu mengalami gejala diatas, segeralah berkonsultasi ke dokter.

Jumat, 18 Agustus 2017

Benarkah Menelan Permen Karet Itu Berbahaya?

Siapa sih yang tidak pernah mengunyah permen karet? Menurut para ahli, mengunyah permen karet bisa merangsang produksi air liur sehingga mencegah terjadinya masalah pada kelenjar liur dan kekeringan pada mulut. Mengunyah permen karet juga merupakan salah satu cara untuk senam wajah, sehingga otot otot wajah menjadi lebih sehat.

Meskipun para ahli membuktikan bahwa mengunyah permen karet itu bermanfaat bagi kesehatan, ada beberapa orang yang mempercayai mitos bahwa permen karet yang ditelan akan menetap di usus selama bertahun tahun. Benarkah mitos itu?

Dari beberapa studi yang saya baca, menelan permen karet sama halnya dengan menelan makanan yang lain. Permen karet akan mengalami proses pencernaan begitu dia memasuki lambung. Dan dalam satu atau dua hari selanjutnya, permen karet akan dikeluarkan dari dalam tubuh bersama dengan pup. Jadi tidak benar bahwa permen karet yang kita telan akan diam atau menempel di dalam usus selama bertahun tahun.

Tapi, jangan senang dulu. Dari beberapa studi yang saya baca, menelan permen karet juga bisa menimbulkan masalah bagi tubuh khususnya pada anak anak. Dalam jurnal Pediatrics disebutkan bahwa pada tahun 1998, ada dua anak yang mengalami sembelit kronis setelah kerap menelan permen karet dalam jangka waktu yang lama. Kedua anak ini akhirnya bisa disembuhkan setelah menjalani perawatan medis.

Kasus lain pada anak adalah seorang anak yang harus dibawa ke rumah sakit gara gara permen karet yang tersangkut di dalam kerongkongan setelah permen karet itu tidak sengaja ditelan. Diameter kerongkongan anak yang masih sangat kecil, tidak memungkinkan dilalui permen karet dengan mudah. Itu sebabnya dianjurkan anak anak dibawah 5 tahun sebaiknya tidak diberikan mengunyah permen karet.

Permen karet juga tidak dianjurkan untuk mereka yang memiliki masalah pada lambung karena saat proses mengunyah permen karet, produksi asam lambung juga meningkat sehingga memperparah masalah pada lambung. Hal ini karena tubuh menganggap, mulut yang sedang mengunyah menandakan akan ada makanan yang masuk ke lambung sehingga produksi asam lambung meningkat.

Akhir kata, selamat mengunyah permen karet, tapi tetaplah waspada terhadap masalah yang bisa terjadi.

Selasa, 15 Agustus 2017

Ini Yang Terjadi Pada Darah Saat Stress, Waspadalah

Ada yang gak pernah stress? Setiap makhluk yang hidup di dunia ini pasti pernah merasakan stress, termasuk manusia. Stress yang dialami bisa dalam tingkat ringan, sedang sampai berat.

Untuk menghadapi stress, tubuh manusia meresponnya dengan menaikan kadar hormon kortisol atau dikenal dengan nama hormon stress. Hormon ini bekerja sedemikian rupa sehingga tubuh siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi akibat dari stress.

Aktivitas hormon stress bisa dilihat dari gejala yang dialami tubuh saat stress, seperti jantung berdebar, keringat dingin, pembuluh darah melebar dan lain lain. Semua gejala tersebut berperanan penting untuk menjaga tubuh agar tidak mengalami masalah saat berhadapan dengan tantangan yang menyebabkan stress.

Salah satu gejala yang tidak terlihat dan dialami tubuh saat stress adalah terjadinya pengentalan darah. Mengapa tubuh mengentalkan darah saat stress? Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perdarahan yang hebat saat tubuh mengalami cidera.

Sayangnya, mengentalnya darah saat stress ini juga memiliki dampak yang buruk bagi pembuluh darah khususnya pembuluh darah jantung dan otak. Pengentalan darah yang terjadi pada pembuluh darah yang melayani kedua organ vital tersebut dapat menyebabkan terjadinya penyumbatan darah. Bila penyumbatan terjadi pada pembuluh darah jantung maka berisiko menyebabkan serangan jantung dan bila penyumbatan terjadi pada pembuluh darah otak bisa menyebabkan terjadinya stroke.

Studi yang dilakukan beberapa tahun yang lalu membuktikan, mereka yang mengalami stress akun atau kecemasan akut memiliki aktivitas pengentalan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak stress. Studi ini juga menyimpulkan, mereka yang menderita kecemasan memiliki risiko tinggi mengalami kematian akibat penyakit jantung.

Senin, 14 Agustus 2017

Ini Bahayanya Minum Antiobiotika Sembarangan

Pernahkah kamu minum antibiotika? Pasti semua akan kompak menjawab pernah. Lalu, kapankah kamu minum antibiotika tersebut? Juga akan dijawab kompak saat sakit. Pertanyaan selanjutnya, saat sakit apa kamu minum antibiotika? Bila kamu menjawab saat flu maka jawabanmu itu adalah salah.

Antibiotika memang menjadi salah satu obat yang paling banyak diresepkan di seluruh dunia. Obat ini dianggap sebagai obat dewa yang bisa untuk menyembuhkan segala jenis penyakit. Bahkan beberapa pasien yang saya temui, selalu minta antibiotika saat berobat ke dokter.

Tahukah kamu bahwa tidak semua penyakit harus mendapatkan antibiotika? Penyakit penyakit non infeksi atau penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus, sama sekali tidak membutuhkan antibiotika. Obat ini hanya bisa diminum untuk penyakit penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau mikroorganisme lain yang sensitif dengan antibiotika.

Sebagaimana diketahui, bakteri dan virus adalah dua mikroorganisme yang berbeda. Bakteri merupakan mikroorganisme bersel satu sementara virus mikroorganisme aseluler. Artinya, virus tidak memiliki struktur sel dan membutuhkan inang dari makhluk hidup lain agar bisa bertahan hidup. Dibandingkan dengan bakteri, ukuran virus sangat kecil dan berkembang biak di dalam sel hidup sehingga virus lebih sulit untuk dibasmi.

Dari beda bakteri dan virus diatas, bisa dilihat bahwa membasmi virus sangat berbeda dengan bakteri sehingga pengobatannya pun berbeda. Bila bakteri bisa musnah dengan antibiotika maka hal tersebut tidak berlaku untuk virus.

Sayangnya selama ini, antibiotika kerap diminum saat gejala penyakit baru muncul sehingga belum diketahui apakah penyebab penyakit tersebut bakteri atau virus. Bila ternyata penyebabnya adalah virus, maka pemberian antibiotika akan sia sia saja.

Selain membuang buang uang, minum antibiotika yang tidak tepat sasaran akan berisiko membentuk jenis bakteri baru yang kebal terhadap antibiotika. Bakteri jenis baru ini sangat sulit diobati karena tidak mempan dengan antibiotika bahkan yang paling baru sekalipun. Bila ini terjadi, jangan heran kelak akan bermunculan penyakit yang tidak bisa diobati.

Untuk mencegah munculnya musibah akibat penggunaan antibiotika yang sembarangan, minumlah antibiotika bila memang dibutuhkan. Selalu ikuti perintah dokter saat diberikan antibiotika dan jangan coba coba mengobati diri sendiri dengan antibiotika tanpa mendapat petunjuk dari dokter.

Jumat, 11 Agustus 2017

Gunakan Zat Kimia Ini Agar Kentut Tidak Lagi Berbau

Kentut adalah gas yang keluar dari lubang pembuangan manusia sebagai bagian dari proses pencernaan yang normal. Tidak ada satupun manusia sehat yang dihidup di dunia ini yang tidak pernah kentut. Gas yang keluar sebagai kentut berasal dari proses pencernaan makanan yang dilakukan oleh bakteri.

Gas gas yang dihasilkan cukup beraneka ragam, mulai dari gas karbondioksia, methane dan hydrogen sulfida. Methane adalah gas yang mudah terbakar, makanya jangan heran bila ada seseorang yang kentutnya bisa terbakar.

Uniknya, gas yang keluar saat kentut memiliki bau yang berbeda beda. Bila gas yang dikeluarkan saat kentut banyak mengandung karbondioksida maka kentut orang tersebut tidak berbau, sebaliknya bila gas yang keluar kebanyakan mengandung hydrogen sulfida maka kentut orang tersebut akan sangat berbau. Perbedaan gas yang keluar saat kentut itu tergantung populasi bakteri yang ada pada usus dan jenis makanan yang kita makan.

Nah, bicara masalah bau kentut, tidak sedikit orang yang kehilangan kepercayaan diri karena bau kentutnya yang luar biasa jeleknya. Apalagi saat kentut di ruangan yang ber-AC maka bau yang berasal dari kentut akan bertahan lebih lama di dalam ruangan.

Bagi mereka yang menginginkan bau kentut yang tidak berbau atau minimal baunya bisa diterima oleh hidung kebanyakan, ada zat kimia yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi bau kentut. Zat kimia tersebut adalah bismuth subgallate. Zat kimia ini akan bereaksi dengan gas yang ada di saluran pencernaan sehingga kentut yang dikeluarkan tidak berbau mencolok.

Selain mengurangi bau kentut, bismuth subgallate yang dijual dengan merk dagang Devrom juga digunakan untuk mengobati masalah pencernaan dan infeksi bakteri Helicovacter pylori.

Meskipun secara umum efek samping obat ini sangat ringan, namun pada sebagian orang dapat menyebabkan lidah dan pup berwarna kehitaman.

Rabu, 09 Agustus 2017

Menggunakan Pengering Tangan Di Toilet Justru Menambah Jumlah Kuman, Ini Alasannya

Bila kamu suka bepergian pasti kamu akan sering mengunjungi toilet umum. Yap, toilet umum menjadi fasilitas wajib yang harus dimiliki oleh tempat wisata agar pengunjungnya merasa nyaman.

Bila diperhatikan, tiap tiap toilet umum memiliki fasilitas yang berbeda beda. Ada yang hanya menyediakan gayung dan ember, ada pula toilet umum yang menyediakan fasilitas bak toilet di hotel bintang lima. Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh toilet umum mewah adalah pengering tangan otomatis.

Pengering tangan otomatis berfungsi untuk mengeringkan tangan dengan cepat menggunakan hembusan udara panas. Mekanisme kerjanya mirip dengan pengering rambut. Alat akan menghisap udara sekitar lalu dialirkan melalui pemanas khusus untuk dihembuskan kembali ke target yang akan dikeringkan.

Pengering tangan otomatis ini sekilas tampak canggih dan bagus untuk mengeringkan tangan. Tapi, tahukah kamu? Pengering tangan ini justru akan menambah jumlah bakteri yang ada pada tangan setelah kita mencuci tangan.

Menurut sebuah studi, pengering tangan otomatis dapat meningkatkan populasi bakteri yang ada pada tangan pasca dicuci sampai 255 persen. Sebaliknya bila menggunakan cara tradisional dengan tisu, jumlah bakteri pada tangan justru berkurang antara 45 sampai 60%.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Karena pengering tangan otomatis akan menghisap udara yang penuh bakteri yang ada di toilet, mengumpulkannya di dalam alat pengering untuk kemudian menghembuskannya pada tangan. Suasana hangat dan lembab yang ada di dalam alat pengering menjadi lokasi ideal untuk tumbuhnya populasi bakteri.

Hasil studi ini tentu bertentangan dengan pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa menggunakan pengering tangan otomatis akan jauh lebih higienis bila dibandingkan dengan pemakaian tisu. Namun, kedepannya sebaiknya kita mengurangi penggunaan pengering tangan otomatis dan kembali menggunakan tisu.

Selasa, 08 Agustus 2017

Ini Alasan Mengapa Kita Tidak Boleh Makan Salju

Salah satu keunikan dari negera dengan empat musim adalah turunnya salju. Butiran es putih nan lembut ini biasanya turun saat musim dingin. Seperti halnya air hujan, saat salju turun, sengaja atau tidak, ada sebagian orang yang menelan atau memakan salju yang sedang turun dari langit.

Menurut sebagian orang, menelan salju bukanlah hal yang berbahaya, apalagi warna salju yang dimakan adalah yang berwarna putih. Menurut mereka, warna putih menandakan saljunya bersih, sedangkan yang gak boleh dimakan adalah salju yang berwarna kuning karena kotor dan mengandung polusi.

Benarkah pendapat itu? Menurut John Pomeroy, seorang peneliti dari Universitas Saskatchewan, salju yang turun ke bumi sejatinya mengandung banyak partikel yang terdapat dalam atmosfer. Salju ibarat spon yang menyerap partikel yang ada di atmosfer untuk kemudian menjatuhkannya ke bumi. Meskipun proses ini membuat udara bebas polusi, sebaliknya salju yang turun justru banyak mengandung polutan. Kondisi ini khususnya terjadi di daerah perkotaan yang banyak pabrik dan kendaraan bermotornya.

Bila di daerah perkotaan, salju banyak mengandung partikel polusi maka di daerah pedesaan atau pertanian, salju banyak mengandung partikel pestisida. Di beberapa daerah pertanian, salju banyak mengandung zat kimia magnesium klorida.

Mengetahui kandungan zat atau partikel yang ada di dalam salju maka sebaiknya kita tidak makan salju baik sengaja maupun tidak. Karena di Indonesia tidak ada salju maka kemungkinan air hujan pun mengandung partikel yang sama.

Minggu, 06 Agustus 2017

Inilah Gejala Yang Muncul Saat Tubuh Kekurangan Zat Besi, Yang Nomor 5 Cukup Mengejutkan

Apakah kamu pernah merasakan tubuh yang kurang bergairah serasa tidak berenergi untuk melakukan sesuatu? Kalau iya, maka besar kemungkinan kamu mengalami gejala kekurangan zat besi.

Gejala kekurangan zat besi memang tidak terlalu khas sehingga banyak yang tidak menyadari bahwa di dalam tubuhnya telah terjadi kekurangan zat besi. Sebagaimana diketahui, tubuh membutuhkan zat besi agar dapat berfungsi secara optimal.

Di dalam tubuh, zat besi dibutuhkan dalam pembentukan sel darah, baik sel darah merah maupun sel darah putih. Zar besi juga berperanan penting dalam enzim yang bekerja pada sistem kekebalan tubuh. Jadi, bila tubuh mengalami kekurangan zat besi maka fungsi fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Terdapat dua jenis zat besi yang dibutuhkan tubuh, yaitu zat besi heme dan non-heme. Para ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi zat besi heme yang berasal dari daging merah, liver, unggas dan ikan karena zat besi heme dari makanan jenis ini akan lebih mudah diserap di dalam usus.

Sedangan zat besi non-heme berasal dari tumbuh tumbuhan seperti pisang, walnut, buncis, kacang kacangan, sayuran yang daunnya berwarna hijau. Faktanya, sayuran dan buah ini juga banyak mengandung vitamin C yang membantu penyerapan zat besi di dalam usus.

Lalu, apa saja gejala orang yang kekurangan zat besi? Berikut beberapa gejala yang bisa dialami oleh mereka yang kekurangan zat besi:

  1. Anemia 
  2. Nafas pendek dan kesulitan bernafas
  3. Kuku yang rapuh
  4. Kelelahan yang kronis
  5. Keinginan untuk makan es batu
  6. Tidak tahan cuaca dingin
  7. Stamina yang menurun
  8. Kuku yang berbentuk datar
  9. Jari jari pucat
  10. Kulit pucat
  11. Kurang konsentrasi
  12. Menurunnya sistem kekebalan tubuh
Nah, bila kamu mengalami gejala diatas dan dipastikan menderita kekurangan zat besi maka selain disarankan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, pada kasus kekurangan zat besi yang berat maka dibutuhkan tambahan suplemen zat besi.

Berikut kebutuhan zat besi per hari berdasarkan usia:
  • Anak anak 7 - 12 bulan: 11 mg/hari
  • Anak anak 1 - 3 tahun: 7 mg/hari
  • Anak anak 4 -8 tahun: 10 mg/hari
  • Anak anak 9 - 13 tahun: 8 mg/hari
  • Wanita 14 - 18 tahun: 15 mg/hari
  • Wanita 19 - 50 tahun: 18 mg/hari
  • Wanita diatas 51 tahun: 8 mg/hari
  • Wanita menyusui: 9 - 10 mg/hari
  • Pria 14 - 18 tahun: 11 mg/hari
  • Pria diatas 19 tahun: 8 mg/hari

Sabtu, 05 Agustus 2017

Zika Tidak Menular Melalui Air Liur

Penomena virus Zika masih membuat para ahli kesehatan di seluruh dunia diliputi rasa penasaran untuk meneliti lebih jauh tentang virus ini. Hasilnya, studi terbaru menyebutkan, virus Zika tidak ditularkan melalui air ludah atau saat berciuman.

Temuan ini penting mengingat penularan virus Zika dari manusia yang satu ke manusia yang lain masih banyak yang belum diketahui. Terutama penularan yang terjadi akibat adanya kontak dekat antar manusia.

Di Amerika Serikat sendiri, penularan virus Zika yang tanpa bantuan nyamuk masih belum ditemukan. Meskipun demikian, para ahli tidak menampik adanya cara penularan lain dari virus Zika yang tidak membutuhkan peranan nyamuk.

Sebagaimana diketahui, nyamuk adalah penular utama virus Zika pada manusia. Setelah seseorang terinfeksi, virus Zika akan tetap berada di dalam darah dan air liur selama beberapa minggu. Virus ini juga bertahan di dalam ASI selama beberapa minggu dan di dalam semen untuk beberapa bulan.

Virus Zika bisa menular melalui hubungan suami istri, namun masih tidak jelas apakah penularan yang terjadi juga melibatkan air liur.

Sayangnya, studi terakhir ini baru dilakukan pada monyet. Sebagaimana kita ketahui, hasil yang didapat pada studi hewan kadang tidak sama dengan bila studi tersebut dilakukan pada manusia.

Menurut seorang penilti yang terlibat dalam studi ini, air liur manusia yang sifatnya kental dan pekat kemungkinan menjadi penghambat pergerakan virus Zika dari satu sel ke sel yang lain. Air liur juga bukan merupakan lingkungan yang ideal bagi virus Zika.

Infeksi virus Zika hanya menyebabkan gejala ringan pada kebanyakan orang, namun infeksi virus ini pada ibu hamil diduga dapat menyebabkan terjadinya cacat bawaan berupa mikrosefali pada bayi yang dilahirkan.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.

Selasa, 01 Agustus 2017

Meniup Lilin Pada Kue Ulang Tahun Bisa Membuat Temanmu Sakit, Ini Alasannya

Kelak mungkin kamu akan berpikir dua kali untuk makan potongan kue ulang tahun yang dibagikan saat pesta ulang tahun temanmu. Mengapa? Karena menurut studi terbaru, meniup lilin pada kue ulang tahun dapat meningkatkan populasi bakteri pada kue sampai 1.400 persen.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Clemson, South Carolina, Amerika Serikat ini pada awalnya ingin mengedukasi para mahasiswa tentang pentingnya keamanan makanan, namun begitu para peneliti menghitung jumlah bakteri yang ada pada kue ulang tahun, mereka pun geleng geleng kepala.

Meskipun diakui bahwa penelitian ini masih sangat prematur, namun temuan ini cukup menarik mengingat jenis bakteri yang ditemukan berbeda beda pada setiap tiupan. Tapi bila dirata ratakan maka, setiap tiupan lilin ke kue ulang tahun, kenaikan jumlah bakteri mencapai 14 kali lipat.

Temuan ini sebenarnya bukan sesuatu yang aneh mengingat mulut manusia memang dihuni oleh berbagai macam bakteri. Untungnya kebanyakan dari bakteri tersebut adalah bakteri baik sehingga mengonsumsi kue ulang tahun yang mengandung bakteri yang berasal dari mulut seseorang tidaklah begitu berbahaya. Tentu saja selama orang yang meniup kue itu tidak dalam kondisi sakit.

Nah, bila kamu akan merayakan ulang tahun dan berencana untuk meniup lilin diatas kue, pastikan saat itu kondisimu sedang sehat dan sempatkan untuk menggosok gigi sebelum meniup kue agar teman temanmu yang menyantap kue ulang tahun tidak sakit.

Senin, 31 Juli 2017

10 Manfaat Berpelukan Menurut Para Ahli, Manfaat Kedua Cukup Mencengangkan

Masih ingat kata 'berpelukaannn' yang kerap diucapkan oleh Teletubbies? Ternyata berpelukan memiliki banyak manfaat bila dilakukan secara rutin.

Berikut 10 manfaat berpelukan menurut para ahli:

1. Berpelukan membantu mengatasi insomnia dan kecemasan

Kurang tidur memiliki implikasi buruk terhadap kesehatan. Tubuh tidak bisa berfungsi secara optimal saat seseorang kurang tidur. Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa menyebabkan masalah kesehatan serius.

Menurut studi, berpelukan saat tidur dapat membantu memberi rasa nyaman pada saraf sehingga memudahkan seseorang untuk terlelap. Kehangatan yang diberikan sekaligus perasaan nyaman membuat seseorang lebih mudah tertidur saat berpelukan.

Studi tahun 2008, berpelukan juga bermanfaat untuk mengurangi kecemasan. Para ahli menduga, rasa nyaman dan aman menjadi faktor utama untuk meredakan perasaan cemas.

2. Berpelukan mengurangi rasa takut menghadapi kematian

Sebagai manusia, tentu kita sadar akan menghadapi kematian kelak. Bagi sebagian orang, menghadapi kematian merupakan sesuatu yang sangat menakutkan. Ketakutan ini terutama melanda mereka yang memiliki kepercayaan diri yang rendah, yang merasa tidak berarti selama hidup.

Beberapa studi yang dilakukan, pelukan secara signifikan dapat membantu mengurangi perasaan takut menghadapi kematian.

Pelukan dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang dan dengan kepercayaan diri yang meningkat maka rata rata mereka lebih siap menghadapi kematian.

3. Berpelukan dapat menurunkan keinginan makan yang berlebihan

Pada beberapa orang, makan tidak hanya saat lapar tetapi sering karena faktor emosional. Faktanya, bagian otak yang mengatur nafsu makan berbaur dengan bagian otak yang mengatur hubungan interpersonal.

Saat makan, oksitosin diproduksi dan membanjiri bagian otak yang mengandung dopamin sehingga saat makan kita merasa senang dan rileks. Oksitosin juga diproduksi saat kita melakukan kontak fisik dengan seseorang yang kita sayangi. Efek produksi oksitosin saat seseorang berpelukan mirip dengan saat seseorang makan. Sehingga, orang yang ingin mendapatkan perasaan nyaman dengan makan bisa mengalihkannya dengan memeluk orang yang disayangi.

Kesimpulannya, memperbaiki hubungan dengan seseorang yang kita sayangi bisa berdampak pada penurunan berat badan.

4. Berpelukan dapat mempererat hubungan kasih sayang

Cara sederhana untuk mempertahankan hubungan yang sehat dan bahagia dengan pasangan adalah dengan cara berpelukan.

Bagi pasangan, berpelukan dapat menjembatani kesenjangan antara apa yang terjadi di tempat tidur dengan yang terjadi di kehidupan sehari hari. Berpelukan dapat mempertahankan keintiman pasangan yang tidak hanya terjadi pada saat berhubungan suami istri.

Berpelukan juga merupakan cara berkomunikasi yang baik antara pasangan suami istri diluar hubungan suami istri untuk menjaga keintiman.

5. Berpelukan dapat meningkatkan kepercayaan diri

Berpelukan dapat meningkatkan kepercayaan diri terutama pada anak anak. Sentuhan dan penciuman adalah dua indera yang sangat penting pada bayi dan bayi mengenali orang tuanya dari sentuhan. Dari sejak lahir, sentuhan keluarga membuat kita merasa sebagai seseorang yang penting dan dicintai.

Otak anak anak butuh banyak rangsangan untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Sentuhan fisik merupakan salah satu rangsangan yang penting dalam proses tumbuh kembang. Tentu saja proses ini akan bermanfaat saat mereka tumbuh dewasa.

6. Berpelukan dapat menyebabkan otot otot relaksasi

Jika kamu pernah dipijat maka kamu akan merasakan otot ototmu rileks setelah dipijat. Hal tersebut bukan hanya masalah psikis, tapi pijatan dapat melemaskan otot otot, menurunkan detak jantung dan menurunkan kadar kortisol. Saat itu terjadi maka tubuh akan merasa rileks dan berenergi kembali.

Oksitosin yang dilepaskan saat berpelukan membantu memperbaiki kerusakan otot dengan cepat. Hal ini terjadi karena perubahan lemak menjadi energi untuk perbaikan otot dipercepat oleh adanya oksitosin.

7. Berpelukan dapat meningkatkan empati dan saling pengertian

Manfaat lain dari oksitosin adalah memberi rasa empati sehingga oksitosin yang dihasilkan saat kita berpelukan dapat meningkatkan rasa empati.

Menurut studi, rasa empati juga meningkat saat kita memeluk orang lain yang belum kita kenal. Kondisi ini akan meningkatkan kepercayaan kita terhadap orang tersebut sehingga timbul saling pengertian.

8. Berpelukan dapat meningkatkan kebahagiaan

Meningkatnya rasa bahagia saat berpelukan juga disebabkan oleh perasanan oksitosin. Beberapa studi yang dilakukan, oksitosin yang dilepaskan saat berpelukan dapat meningkatkan skala kebahagiaan seseorang sampai beberapa derajat.

Berpelukan dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengendalikan perasaannya untuk mendapatkan kebahagiaan.

9. Berpelukan meningkatkan kenikmatan hubungan suami istri

Salah satu studi yang dilakukan di Kanada menyimpulkan, pelukan yang dilakukan pasca berhubungan suami istri memiliki dampak yang sangat baik untuk meningkatkan kenikmatan berhubungan suami istri. Selain itu, keintiman pasangan pun tetap terjaga dengan selalu berpelukan.

10. Berpelukan mengajarkan kita untuk saling memberi dan menerima

Dengan berpelukan, dalam diri seseorang akan berkembang anggapan bahwa antara memberi dan menerima memiliki nilai yang sama. Kedua hal tersebut dapat memberikan kehangatan dan rasa nyaman.

Berpelukan menunjukan kepada kita bahwa cinta bisa mengalir dari dua sisi yang berbeda. Saat kita memeluk seseorang maka kita membuka diri kepada orang tersebut, demikian pula sebaliknya sehingga timbul ikatan yang kuat diantara keduanya.

Berpelukannnn

Kamis, 27 Juli 2017

6 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Pelumas Miss V

Salah satu masalah yang dihadapi seorang wanita saat menopause adalah Miss V menjadi kering. Hal ini disebabkan karena hormon yang berfungsi mengatur produksi lendir Miss V mengalami penurunan sehingga produksi lendir Miss V pun akan berkurang.

Kekeringan pada Miss V tentu saja akan berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga. Kekeringan ini akan menyebabkan wanita mengeluh kesakitan saat berhubungan suami istri. Bila tidak segera ditangani, wanita tersebut akan malas untuk melayani suaminya.

Salah satu solusi untuk mengatasi kekeringan Miss V adalah dengan menggunakan pelumas. Namun, pemilihan pelumas disini harus memperhatikan beberapa hal sehingga pelumas bisa bekerja seperti yang diharapkan.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pelumas Miss V:

1. Pahami jenis jenis pelumas

Saat ini di pasaran tersedia dua jenis pelumas, yang berbahan dasar air dan minyak. Sebaiknya memilih pelumas berbahan dasar air agar mudah dibersihkan dan tidak menganggu kenyaman saat hubungan suami istri. Alasan lain menghindari pelumas berbahan dasar minyak adalah pelumas jenis ini dapat menganggu pH Miss V sehingga berisiko menyebabkan infeksi.

2. Mudah dibersihkan

Salah satu alasan memilih pelumas berbahan dasar air adalah pelumas jenis ini sangat mudah dibersihkan. Jadi, wanita tidak perlu mandi besar saat harus membersihkan diri setelah berhubungan suami istri.

3. Semakin sedikit kandungan zat di dalam pelumas semakin baik

Semakin sedikit kandungan zat kimia yang terdapat dalam pelumas maka akan semakin kecil pelumas tersebut memberi dampak negatif terhadap organ vital. Hindari pelumas yang mengandung alkohol karena pelumas jenis ini dapat menyebabkan Miss V menjadi kering dan mudah mengalami iritasi.

4. Pilihlah pelumas yang tahan panas

Gesekan yang terjadi saat hubungan suami istri menyebabkan adanya sensasi panas yang dirasakan oleh seorang wanita. Bila sensasi ini dirasakan dalam waktu yang lama, apalagi organ vital wanita tersebut termasuk tipe sensitif maka akan menyebabkan keluhan yang cukup berarti.

5. Jangan membeli dalam jumlah banyak

Hindari membeli pelumas dalam jumlah banyak sebab seiring dengan berjalannya waktu, komposisi yang ada dalam pelumas akan berubah sehingga fungsinya tidak optimal lagi. Membeli pelumas dalam jumlah banyak juga berisiko menyebabkan pelumas dibuang percuma saat si wanita tidak cocok dengan kandungan yang ada di dalam pelumas.

6. Cobalah solusi jangka panjang

Menggunakan pelumas merupakan solusi jangka pendek untuk wanita yang mengalami kekeringan pada Miss V. Cobalah untuk mencari penyebab dari kekeringan yang terjadi sehingga bisa dicarikan solusi untuk jangka panjang. Bila kesulitan menemukan penyebabnya sendiri, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter.

Rabu, 26 Juli 2017

Bulu Bulu Ini Bisa Tumbuh Pada Wanita Penikmat Gula

Ada kabar terbaru nih bagi para penggemar gula, khususnya kaum wanita. Tapi sebelumnya kita mohon maaf dulu sama gula karena dari kemarin, saya membahas beberapa keburukan gula bagi kesehatan.

Semua orang sudah tahu bahwa gula memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan secara keseluruhan, tapi sedikit yang tahu jika gula juga berdampak sangat buruk bagi kesehatan kulit.

Efek inflamasi yang diakibatkan gula saat memasuki tubuh juga berimbas pada kulit. Inflamasi menyebabkan kerusakan pada kolagen sehingga kulit kehilangan elastisitasnya. Akibatnya tentu sudah bisa ditebak, garis garis keriput pada kulit akan tampak makin jelas. Hal ini disebabkan karena gula menghambat proses glikasi yang terjadi pada produksi kolagen.

Selain gari garis keriput, hambatan proses glikasi pada kulit juga menyebabkan kulit menjadi kaku dan mudah kendor sehingga tampak lebih tua dari seharusnya.

Untungnya, proses ini bisa dicegah dengan cara segera mengurangi konsumsi gula. Beberapa orang mengalami perbaikan pada kondisi kulit setelah secara drastis mengurangi konsumsi gula. Salah satu cara menguranginya adalah dengan beralih ke makanan yang indeks glikemiknya rendah seperti kacang kacangan, biji bijian, ikan dan makanan kaya omega 3 (salmon, alpukat, minyak zaitun).

Masih belum cukup? Konsumsi gula terutama gula putih yang berlebihan menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang juga akan menyebabkan lonjakan produksi insulin. Bila lonjakan insulin ini berlangsung lama maka ovarium akan terangsang untuk memproduksi hormon androgen/testosteron. Akibatnya, bulu atau rambut akan tumbuh di wajah, leher, dada dan tangan.

Serem kan bila hal tersebut terjadi pada dirimu yang seorang wanita. Bahkan pada wanita yang secara genetik memang mudah ditumbuhi rambut tubuh, rambut akan tambah menebal saat gula dikonsumsi secara berlebihan.

Mau yang lebih serem lagi? Peningkatan kadar androgen pada wanita menyebabkan rambut pada puncak kepala mengalami penipisan menjurus kearah kebotakan atau dikenal dengan istilah alopesia androgenik.

Nah, beberapa gambaran diatas mudah mudahan bisa menguatkan niat untuk segera menjauhi gula.

Selasa, 25 Juli 2017

Ini Yang Terjadi Pada Tubuh Jika Kamu Berhenti Makan Gula

Berhenti atau sekedar mengurangi konsumsi gula bukanlah perkara mudah. Beberapa studi bahkan menyebutkan, ketagihan akan gula bisa melebihi ketagihan akan kokain. Namun, hal tersebut bukan berarti menjauhi gula sebagai sesuatu yang mustahil.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi konsumsi gula, mulai dari mengurangi makanan yang tinggi kandungan gulanya sampai dengan mencari pemanis pengganti gula. Yang penting dari usaha ini adalah niat yang kuat untuk mengurangi konsumsi gula.

Mengapa konsumsi gula harus dikurangi? Sebagai kita ketahui, konsumsi gula yang berlebihan berhubungan erat dengan kegemukan, inflamasi, diabetes tipe 2, kanker, ketidaksuburan, demensia dan jerawat.

Nah, setelah tahu risiko konsumsi gula yang berlebihan, lalu apa yang akan kamu dapatkan bila berhasil berhenti makan gula? Berikut beberapa diantaranya:

1. Kamu akan lebih berenergi

Gula memang bisa membuat tubuhmu berenergi, namun energi yang dihasilkan hanya beberapa menit saja. Selanjutnya kamu akan merasa kurang berenergi dan berkeinginan untuk makan gula lagi. Kondisi ini akan membuat kadar gula dalam darahmu meningkatkan dengan cepat, lalu drop dengan cepat pula.

Yang cukup mengejutkan, studi menyebutkan, naik turunnya kadar gula pada konsumsi buah buahan juga memiliki efek yang sama dengan naik turunnnya kadar gula saat kamu mengonsumsi makanan olahan karbohidrat

Jika kamu berhasil mengurangi konsumsi gula dengan makanan yang bergizi lainnya maka kadar gula darahmu akan tetap terjaga demikian juga dengan stamina dan energimu.

2. Berat badanmu menurun

Gula hanya memberi tubuhmu kalori tanpa zat gizi lainnya. Asupan kalori akan menurun drastis jika kamu berhasil berhenti makan gula.

3. Mengurangi nafsu makan

Mengonsumsi gula dapat meningkatkan nafsu makan dan keinginan untuk mengonsumsi gula secara berlebihan. Saat kamu makan gula, kadar insulin tubuh meningkat drastis lalu turun dengan drastis. Kondisi ini membuat tubuhmu berkeinginan untuk makan gula lagi secara berlebihan.

Berhenti makan gula membuat kadar hormon dan insulin dalam kondisi stabil sehingga keinginan untuk makan makanan yang tidak sehat menjadi berkurang.

4. Kulit lebih sehat

Seperti saya sebutkan diatas, konsumsi gula berhubungan dengan jerawat dan inflamasi. Studi menyebutkan, inflamasi menyebabkan kulit cepat menua.

Berhenti makan gula menyebabkan kulitmu lebih cerah, keriput berkurang hanya dalam waktu 2 minggu.

5. Berkurangnya rasa sakit

Selain bermasalah dengan kulit, inflamasi juga bisa menyebabkan nyeri kronis. Berhenti makan gula dapat mengurangi terjadinya inflamasi yang berujung pada berkurangnya nyeri kronis. Faktanya, keluhan nyeri kronis biasanya bertambah parah saat seseorang makan gula.

Jumat, 21 Juli 2017

Inilah Manfaat Lain Dari Pil KB Yang Wajib Kamu Tahu

Pil KB merupakan salah satu metode kontrasepsi yang kerap dipilih para ibu karena kepraktisannya. Pengguna pil KB tidak direpotkan oleh keharusan untuk mengunjungi tempat layanan kesehatan untuk ber-KB. Minum pil KB juga tidak menyakitkan seperti halnya suntik KB atau pasang IUD.

Tapi, tahukah kamu? Selain sebagai salah satu metode kontrasepsi, pil KB juga memiliki manfaat lain di bidang kesehatan. Berikut beberapa manfaat pil KB bagi kesehatan:

1. Membantu mengatasi jerawat

Rutin minum pil KB dapat menurunkan kadar hormon androgen. Sebagaimana diketahui, androgen adalah hormon yang merangsang produksi minyak pada kulit.

2. Mencegah kista ovarium

Jika tidak terjadi ovulasi (akibat dari minum pil KB) maka kemungkinan munculnya kista pada ovarium juga tidak terjadi.

3. Mengurangi pertumbuhan rambut pada wajah

Pil KB membantu mengatur kadar hormon di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan pertumbuhan rambut pada wajah, dada dan dagu bisa dikurangi.

4. Meredakan gejala kista payudara

Tidak hanya pada ovarium, kista juga bisa muncul pada payudara. Bila payudara telah muncul kista (fibrokistik), maka pil KB dapat meredakan gejala yang muncul.

5. Meredakan nyeri haid

Pil KB dapat menipiskan lapisan bagian dalam rahim. Penipisan ini menyebabkan berkurangnya darah haid dan konstraksi rahim saat mengeluarkan darah haid.

6. Mencegah anemia kekurangan zat besi

Karena darah haid yang keluar berkurang maka risiko anemia kekurangan zat besi juga akan berkurang.

7. Mencegah beberapa jenis kanker

Beberapa jenis kanker dapat dicegah dengan konsumsi pil KB. Menurut studi tahun 2013, minum pil KB dapat menurunkan risiko kanker usus besar sampai 14%, menurunkan risiko kanker endometrium sampai 43%. Rutin minum pil KB juga menurunkan risiko kanker ovarium sampai 50%.